Daily Report | 3 Oktober 2022
Strong Dollar berdampak negatif pada emiten berorientasi ekspor, investor juga mengantisipasi sejumlah emiten ritel,
Strong Dollar berdampak negatif pada emiten berorientasi ekspor, investor juga mengantisipasi sejumlah emiten ritel,
Pasar Bearish tutup Wall Street 3Q22, penurunan lebih dari 20% mulai terjadi pada Nasdaq (April), kemudian S&P500
SUN Benchmark mixed ditengah depresiasi rupiah, yang sempat mendekati level USD15.300/USD. Pelaku pasar juga mencermati
Good news is bad news. Data Initial Jobless Claims AS mingguan yang berakhir 24 September sebanyak 193K (-8% WoW) klaim,
SUN Benchmark mixed, ditengah minimnya sentimen pekan ini. FR91 catatkan kenaikan yield 4Bps ke level 7,30%, ditengah
Saham teknologi MegaCaps Rebound, seiring yield UST10Y kembali dibawah level psikologis 4%, membuat Nasdaq pimpin
SUN benchmark mixed, jelang data inflasi September yang menembus 1%. Berdasarkan survei Bloomberg, Indonesia periode
Kepercayaan konsumen lebih kuat, memperkuat ekspektasi kenaikan FFR hingga 4,4% pada FY22E. Salah satu indikator
Walaupun kenaikan FFR September +75Bps telah Price In, namun investor mengkhawatirkan wacana kenaikan suku bunga the Fed