Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup melemah pada Senin setelah harga minyak melonjak akibat AS dan Iran saling melancarkan serangan militer untuk pertama kalinya sejak Juli. Aksi jual obligasi AS, terutama tenor jangka panjang, turut menekan sentimen seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September setelah pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.

 

 

S&P 500 turun 0,3% ke 7.685,42, Nasdaq Composite melemah 0,1% ke 26.370,89, dan Dow Jones turun 0,7% ke 53.186,32.

 

 

Meski demikian, saham AS mencatat penguatan sepanjang Agustus dan mengakhiri tren penurunan selama dua bulan. S&P 500 naik 2,6% MoM, Nasdaq 3,9%, dan Dow 1,3%, didukung musim laporan keuangan yang solid serta stabilisasi saham AI.

 

 

Pernyataan hawkish Warsh mendorong probabilitas kenaikan suku bunga 25 bps pada September menjadi hampir 64%, dari 57% sehari sebelumnya. Imbal hasil Treasury 10 tahun juga naik 3,5 bps menjadi 4,757%, level tertinggi sejak pertengahan Januari 2025. Investor kini menantikan data pasar tenaga kerja AS, termasuk job openings, laporan ketenagakerjaan ADP, dan nonfarm payrolls Agustus pada Jumat.

 

 

 

 

• PASAR EROPA :Bursa Eropa melemah pada Senin, dengan STOXX 600 turun 0,6% di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak menembus US$90 per barel serta meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi. DAX Jerman turun 1,1% dan CAC 40 Prancis melemah 0,8%, sementara pasar London tutup karena libur bank.

 

 

Meski terkoreksi di akhir bulan, STOXX 600 tetap mencatat kenaikan 0,3% pada Agustus dan membukukan penguatan selama lima bulan berturut-turut. Namun, CAC 40 Prancis berpotensi mencatat penurunan bulanan pertama dalam lima bulan akibat aksi jual saham consumer goods dan luxury menyusul kinerja yang mengecewakan di China dan AS.

 

 

 

• PASAR ASIA:Bursa Asia bergerak mixed pada Senin setelah memangkas pelemahan tajam di awal perdagangan. Sentimen tertekan oleh pernyataan hawkish Warsh yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS, sementara eskalasi konflik AS-Iran mendorong harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.

 

 

KOSPI Korea Selatan ditutup naik 0,5% setelah sempat anjlok hampir 3%. Nikkei 225 Jepang turun 0,3%, sementara TOPIX naik 0,2%. Shanghai Composite naik 0,7%, CSI 300 menguat 0,2%, sedangkan Hang Seng turun 0,2%.

 

 

Data ekonomi China menunjukkan PMI manufaktur naik menjadi 49,8 pada Agustus dari 49,2 pada Juli, meski masih berada di bawah level 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi. Di Jepang, produksi industri Juli naik 0,1% MoM, berlawanan dengan ekspektasi penurunan 0,7%, sementara penjualan ritel meningkat 2,4% MoM.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak melonjak pada Senin, mencatat kenaikan harian terbesar sejak akhir Juli setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan militer untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, meningkatkan ketegangan geopolitik.

 

 

Brent naik 5% menjadi US$91,17 per barel, sementara WTI menguat 3,5% menjadi US$86,31 per barel. Investor juga mencermati perkembangan pasokan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan minyak AS dengan Venezuela yang disebutnya sebagai kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Senin kemarin ditutup menguat tipis ke level 6,525.48, dengan market yang masih bergerak dalam fase ranging dan cenderung sideways.

 

 

IHSG mulai mencoba breakout dan bertahan solid di atas level 6,500, namun sejauh ini momentum belum cukup kuat untuk mendorong indeks menuju area 6,570–6,600. Investor masih perlu melihat apakah level 6,500 mampu dipertahankan sebagai base baru sebelum penguatan berikutnya terkonfirmasi.

 

 

Untuk hari ini, peluang koreksi tetap terbuka apabila momentum breakout kembali gagal. Area 6,490 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan, sementara 6,410 menjadi support berikutnya. Selama kedua area tersebut masih mampu bertahan, struktur market masih relatif konstruktif.

 

 

Perhatikan juga rotasi sektor dan flow untuk melihat apakah terdapat katalis baru yang mampu mendorong IHSG keluar dari fase sideways.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.