XA Update Report | PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) – Membukukan Pertumbuhan Berkelanjutan – Membuka Segmen Bisnis Pertumbuhan Baru
By Leonardo Lijuwardi
31-August-2026
AMAR membukukan kinerja yang solid pada 1H26, dengan pertumbuhan NII yang konsisten menjadi motor utama peningkatan profitabilitas. Net interest income (NII) AMAR meningkat +20.5% YoY menjadi IDR 770.6B pada 1H26 (1H25: IDR 639.6B), melanjutkan tren pertumbuhan yang relatif konsisten sejak 2023. Secara basis kuartalan, NII juga kembali meningkat +8.2% QoQ dan +25.4% YoY menjadi IDR 400.4B pada 2Q26 merefleksikan tren keberlanjutan ekspansi earning assets seiring pemulihan momentum lending. NIM membaik menjadi 21.9% pada 2Q26, naik dari 20.7% pada 1Q26, meskipun masih berada di bawah 23.6% pada 2Q25. Dengan pertumbuhan NII yang tetap kuat, operating income meningkat +15.8% YoY menjadi IDR 1.09T di 1H26 (1H25: IDR 943.3B), sementara operating profit dan net profit masing-masing tumbuh +20.7% dan +21.7% YoY menjadi IDR 186.5B dan IDR 143.6B. Pada 2Q26 sendiri, net profit meningkat +43.4% YoY dan +1.8% QoQ menjadi IDR 72.4B, menunjukkan operating performance yang tetap kuat meskipun terdapat kenaikan biaya provisi dan beban operasional yang masih cukup signifikan.
🔹Sisi Lending / Kredit: Momentum Pemulihan Berlanjut – Memperluas Ruangan Ekspansi
• Loan growth kembali menjadi salah satu highlight utama AMAR, dengan pertumbuhan kredit yang disalurkan mencapai IDR 4.63T, bertumbuh +30.5% YoY dan +11.4% QoQ pada 2Q26/1H26. Pertumbuhan QoQ tersebutmenunjukkan bahwa momentum pertumbuhan penyaluran kredit mengalami pemulihan setelah sempat berada pada level IDR 4.16T pada 1Q26. Berdasarkan klasifikasi dari penggunaan kredit, peruntukkan kredit yang produktif mencapai87% dari total loans sedangkan kredit konsumtif berada di 13%. Adapun dari segi komposisi kredit, kredit modal kerja menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 79% dengan 8% merupakan kredit investasi dengan sisanya adalahkredit konsumtif.
• Dari sisi segmentasi penyaluran kredit, portfolio AMAR pada 2Q26 terdiri dari segmen mikro mencapai 46%, korporasi sebesar 35%, ritel sebesar 13%, dan SME 7%. Segmen mikro masih menjadi kontributor terbesar, sejalandengan posisi AMAR dan Tunaiku sebagai platform unsecured retail lending. Secara kumulatif, penyaluran loan disbursement Tunaiku sendiri telah mencapai sekitar IDR 19T sejak diluncurkan pada 2014, menunjukkan skala dan track record yang telah terbentuk.
🔹 Sisi Funding: Komposisi CASA Kuartalan Meningkat, Struktur Pendanaan Masih Berat di Deposito
•Funding mix AMAR membaik secara QoQ, meskipun struktur pendanaan masih relatif bergantung pada deposito berjangka. Pada 2Q26, CASA meningkat menjadi 29% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), dibandingkan 17% pada 1Q26, didorong oleh peningkatan giro menjadi 18% dari 8% dan tabungan menjadi 11% dari 9%. Di sisi lain, deposito berjangka masih mendominasi dengan kontribusi 71% terhadap total DPK. Secara YoY, komposisi CASA memangmasih lebih rendah dibandingkan 39% pada 2Q25, sehingga mesin likuiditas AMAR masih belum sepenuhnya solid dari sisi dana murah – CASA.
• Total DPK meningkat 41.8% YoY menjadi IDR 2.50T, tetapi turun secara QoQ dari sekitar IDR 2.92T pada 1Q26. Dengan pertumbuhan kredit yang mencapai 11.4% QoQ sementara DPK mengalami kontraksi, LDR meningkat signifikanmenjadi 185.0% pada 2Q26 dari 142.56% pada 1Q26. Meski demikian, tingginya LDR perlu dilihat bersama dengan struktur neraca AMAR yang memiliki basis modal masih cukup kuat dengan CAR sebesar 89.86%, serta liquidity ratios yang tetap tinggi dengan NSFR 134.73%.
🔹 Skala Profitabilitas: NIM Pulih Secara Basis Kuartalan, ROE Berlanjut Terus Meningkat
• Profitability AMAR menunjukkan perbaikan, terutama dari recovery Net Interest Margin (NIM) dan pertumbuhan earning assets. NIM meningkat menjadi 21.91% pada 2Q26 dari 20.73% pada 1Q26, menunjukkan pemulihan setelahmengalami tekanan sepanjang 2025 hingga awal 2026. Secara historis, NIM AMAR telah berada pada level yang tinggi, dengan range sekitar 20–25% sejak 1Q24, sehingga pemulihan basis NIM kembali di atas 21% menjadi cukupsuportif bagi earnings outlook. Namun, NIM masih lebih rendah dibandingkan 23.59% pada 2Q25, sehingga ruang untuk NIM yang lebih ekspansif di kemudian hari masih menjadi salah satu faktor yang perlu dimonitor.
• Di sisi return, ROE meningkat menjadi 8.38% pada 2Q26 dari 7.06% pada 2Q25, dan relatif stabil dibandingkan 8.34% pada 1Q26. Peningkatan ROE terjadi meskipun equity meningkat menjadi IDR 3.44T. Hal tersebut mencerminkan bahwapertumbuhan laba mulai mampu mengimbangi basis modal AMAR. Dengan adanya penguatan pertumbuhan penyaluran kredit dan NIM yang mulai mengalami pemulihan, peningkatan profitabilitas selanjutnya akan sangat bergantungpada kemampuan AMAR untuk mengoptimalkan earning assets sekaligus memperbaiki komposisi struktur pendanaan.
🔹 Performa Operasional: Pertumbuhan Laba & Pendapatan Masih Berpacu di Atas Pertumbuhan Biaya
• Secara operasional, AMAR masih mampu menghasilkan operating leverage positif meskipun biaya operasional dan provisi meningkat. Pada 1H26, biaya operasional meningkat 14.6% YoY menjadi IDR 372.4B, sementarabiaya provisi meningkat 14.9% YoY menjadi IDR 533.2B. Namun, pertumbuhan pendapatan operasional gross yang mencapai +15.8% YoY tetap mampu menghasilkan pertumbuhan +20.7% YoY pada operating profit bersih,menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan dari sisi topline masih mampu mengimbangi kenaikan basis biaya. Pada 2Q26, BOPO berada di 84.17%, membaik dari 84.88% pada 1Q26 dan relatif stabil dibandingkan 84.32% pada 2Q25. Dengan demikian, efisiensi operasional masih belum menjadi poin kekuatan AMAR, tetapi sudah mulai menunjukkan stabilisasi dan perbaikan secara basis kuartalan.
🔹 Asset Quality: Kualitas NPL yang Sehat Masih Mendukung Laju Pertumbuhan Kredit
• Kualitas asset dari AMAR masih cukup stabil. NPL AMAR terus berada dalam laju aman meskipun loan growth kembali meningkat. NPL turun menjadi hanya 0.80% pada 2Q26 dari 1.64% pada 2Q25, menunjukkan bahwaekspansi lending sejauh ini tidak diikuti deterioration pada kualitas aset. Dengan productive loans mencapai 87% dari portfolio serta NPL berada di bawah 1%, AMAR memiliki basis kualitas aset yang cukup sehat untukmendukung pemulihan pertumbuhan kredit ke depan.
🔹 Perkembangan Ekosistem Digital – Layanan Solusi Finansial Berbasis Partnership – Ekspansi ke Cerukan – Underserved MSMEs
• Selain pinjaman langsung tanpa jaminan melalui Tunaiku dan layanan Amar Bank Mobile Banking, AMAR terus membangun ekosistem digital finansial melalui solusi berbasis partnership. Platform AMAR memungkinkan partner memperolehakses langsung ke produk perbankan AMAR melalui digital platforms mereka, sekaligus membantu partner meningkatkan user engagement dan retention serta menciptakan alternatif sumber pendapatan melalui layanan dan produkfinansial. AMAR juga menawarkan solusi produk finansial yang sepenuhnya online, AI-powered financial insights untuk membantu MSME meningkatkan creditworthiness, serta multi-account banking untuk kebutuhan pengelolaan tim,proyek, dan budget.
• Ke depan, model layanan solusi finansial berbasis partnership ini dapat menjadi mesin pertumbuhan pelengkap di luar inti bisnis AMAR melalui layanan aplikasi Tunaiku, khususnya dalam memperluas penetrasi AMAR ke Perusahaan yang khususnya underserved MSMEs. Dengan kombinasi kredit-skoring, digital onboarding, lending platform, serta strategic partnerships, AMAR memiliki posisi sekaligus menangkap peluang inklusi finansial tanpa harus sepenuhnyabergantung pada akuisisi pelanggan secara langsung.
🔹 FY26 Outlook: Menjaga Pertumbuhan Optimal Terus Berkelanjutan
• Kami mengekspektasikan untuk AMAR akan membukukan laba bersih yang bertumbuh secara stabil, bertumbuh +19.6% YoY menjadi IDR 299 Bio untuk FY26E, dengan pendapatan bunga mengalami pertumbuhan +28.0% YoY mengiringipenyesuaian baru terkait dengan kenaikan suku bunga acuan BI di tahun ini. Performa tahun ini juga masih didukung dengan kualitas asset yang tetap stabil dan resilien. Terlepas ekspektasi NIM per FY26E masih mengalami tekanan, kami ekspektasikan NIM akan mulai kembali pulih di FY27F.
🔹Recommendation “Buy” dengan Target di Level IDR 310 / Lembar (Potential Upside +32.5%)
• NHKSI Research merekomendasikan “Buy” untuk AMAR dengan target harga berada di IDR 310/Lembar, yang mencerminkan valuasi 1.2x Forward PBV 2026 (rata-rata 3 tahun terakhir). Dari sisi komposisi penyaluransegmentasi kredit, segmen mikro dan korporasi masih mendominasi portfolio, sehingga kemampuan AMAR untuk menumbuhkan segmen SME-komersoa; secara stabil kedepannya dapat menjadi katalis bagi pertumbuhankedepan. Berkaca dengan hal tersebut, kami melihat AMAR memasuki fase pemulihan kredit yang lebih stabil dan terjaga, dengan potensi kenaikan dari pemulihan nim, ekspansi di segmen SME-komersial, serta kualitas asset yang tetap sehat memberikan ruang bagi bank untuk melanjutkan ekspansi. Area kedepan yang perlu diperhatikan dari AMAR adalah pertumbuhan kredit, sekaligus yang terutama adalah komposisi dari struktur pendanaan.
• Hal yang menjadi Risiko bagi AMAR antara lain kompetitifnya industri perbankan digital, persaingan intens dengan institusi finansial lain dalam bisnis kredit tanpa agunan, kualitas aset yang mengalami penurunan, serta kondisisituasi makroekonomi yang tidak stabil yang berimplikasi pada pelemahan laju penyaluran kredit.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.
NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id

