Today’s Outlook :
• PASAR AS : Saham AS ditutup melemah pada Rabu dalam perdagangan yang fluktuatif setelah mengakhiri kuartal II dan semester I dengan kinerja yang kuat. Sentimen pasar dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan yang beragam serta pidato perdana Ketua The Fed, Kevin Warsh, sejak bank sentral mengambil sikap lebih hawkish bulan lalu.
Indeks S&P 500 turun 0,2% ke 7.484,47, Nasdaq Composite melemah 0,7% ke 26.040,03, sementara Dow Jones ditutup relatif datar di 52.306,22.
Investor mencermati data pasar tenaga kerja sebagai petunjuk arah suku bunga. Data Challenger menunjukkan PHK di AS turun 53% menjadi 45.849 pada Juni, level terendah sejak Desember 2025. Sementara itu, ADP mencatat penambahan 98.000 tenaga kerja sektor swasta, lebih rendah dari ekspektasi 118.000.
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan negosiasi damai AS-Iran. Presiden Donald Trump menyatakan proses “denuklirisasi Iran” berjalan dengan baik. Sementara itu, Kevin Warsh mengisyaratkan kemungkinan mengubah pendekatan komunikasi kebijakan The Fed, termasuk mengurangi pemberian panduan arah suku bunga kepada pasar.
• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa bergerak cenderung melemah pada Rabu seiring investor menantikan data inflasi Zona Euro serta panel para kepala bank sentral global yang dipimpin Ketua baru The Fed, Kevin Warsh.
Indeks STOXX 600 turun 0,3% setelah mencetak rekor tertinggi sehari sebelumnya. DAX Jerman naik 0,3%, sementara CAC 40 Prancis turun 0,8% dan FTSE 100 Inggris melemah 0,2%.
Data terbaru menunjukkan inflasi Zona Euro melambat lebih cepat dari perkiraan. Indeks Harga Konsumen (CPI) turun menjadi 2,8% pada Juni dari 3,2% pada Mei, lebih rendah dari ekspektasi 3,0%. Inflasi inti juga lebih rendah dari perkiraan, sehingga memberi ruang bagi ECB untuk melonggarkan sikap hawkish dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan harga energi akibat konflik AS-Iran.
• PASAR ASIA :Mayoritas bursa saham Asia bergerak bervariasi pada Rabu. KOSPI Korea Selatan memimpin pelemahan setelah investor melakukan aksi ambil untung usai reli kuat pada kuartal II, sementara pasar China dan Jepang menguat didukung data manufaktur yang positif.
Di China, CSI 300 naik 0,3% dan Shanghai Composite menguat 0,6% setelah data resmi menunjukkan PMI manufaktur tetap berada di zona ekspansi pada Juni. Survei swasta juga mengindikasikan aktivitas manufaktur masih tumbuh meski sedikit melambat. Bursa Hong Kong ditutup karena hari libur.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,6% dan TOPIX menguat 0,4% setelah survei Tankan menunjukkan optimisme produsen besar meningkat, sementara PMI manufaktur tetap berada di zona ekspansi.
Sebaliknya, KOSPI turun 2%, menjadi pelemahan terbesar di kawasan, meski data perdagangan menunjukkan ekspor Juni melonjak 70,9% secara tahunan dan surplus perdagangan melebar menjadi USD 36,15 miliar. Saham SK Holdings anjlok lebih dari 8% meski mengumumkan pembentukan joint venture energi terbarukan senilai 2 triliun won dengan KKR.
• KOMODITAS :Harga minyak melemah pada Kamis seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah dan meningkatnya ekspektasi pasokan global.
WTI turun 0,85% ke USD 68,00 per barel, sementara perdagangan Brent belum dibuka. Sentimen membaik setelah pejabat tinggi AS menyatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan meski masih berada pada tahap awal. Selain itu, pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah kembali melampaui 10 juta barel per hari, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan.
Tekanan terhadap harga juga datang dari data U.S. Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan produksi minyak mentah AS mencapai rekor 13,93 juta barel per hari pada April, memperkuat ekspektasi bahwa pasokan minyak global akan tetap melimpah.
• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Rabu kemarin kembali memantul sejauh +0.92% menuju level 5,695.12. Pasar masih cukup wait and see serta cukup fragile terkait dengan  kondisi Indonesia saat ini, sekaligus menjadikan pasar cukup volatil.
Dari sisi teknikal masih tetap sama fondasi pijakan yang harus dilewati. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break 6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.
Unduh dokumen lengkapnya DISINI.

