Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup melemah tipis pada Jumat, menutup pekan dengan kinerja negatif akibat tekanan di saham teknologi. Indeks S&P 500 turun 0,3% ke 7.338,39, Nasdaq melemah 0,2% ke 25.297,62, dan Dow Jones turun 0,1% ke 51.865,52. Secara mingguan, S&P 500 turun 2,2%, Nasdaq anjlok 4,6%, sementara Dow masih menguat 0,6%.

 

 

Meredanya ketegangan di Timur Tengah dan turunnya harga minyak membuat fokus pasar kembali tertuju pada sektor AI. Sepanjang pekan, sektor teknologi S&P 500 turun lebih dari 5%, dipicu kekhawatiran terhadap valuasi saham AI dan perkembangan pasar chip memori.

 

 

Tekanan bermula setelah laporan bahwa SK Hynix mengalihkan fokus kembali ke pasar DRAM, memicu aksi jual di saham chip dan menjatuhkan KOSPI. Meski sempat pulih berkat rencana IPO Nasdaq senilai USD29,4 miliar, saham SK Hynix dan Samsung Electronics kembali turun pada Jumat. Di AS, reli Micron Technology pasca laporan keuangan yang kuat tertahan oleh anjloknya Apple akibat kenaikan harga produknya, serta laporan bahwa OpenAI mempertimbangkan menunda IPO hingga 2027.

 

 

Dari sisi ekonomi, perhatian tertuju pada data inflasi Core PCE Mei. Core PCE naik 0,3% (MoM) dan 3,4% (YoY), sesuai ekspektasi dan menjadi level tertinggi sejak Oktober 2023. Sementara itu, PCE utama juga sesuai perkiraan. Meski inflasi masih tinggi, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed karena penurunan harga minyak dinilai dapat meredakan tekanan inflasi ke depan.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa Eropa ditutup melemah pada Jumat, berbalik arah setelah penguatan sehari sebelumnya. Sentimen negatif dipicu oleh kenaikan harga produk perusahaan, data inflasi AS yang masih tinggi, penundaan IPO, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor mengurangi aset berisiko.

 

 

Indeks STOXX 600 turun 0,7%, terkoreksi dari rekor penutupan sebelumnya. DAX Jerman melemah 1,3%, CAC 40 Prancis turun 0,6%, dan FTSE 100 Inggris turun 0,2%.

 

 

 

• PASAR ASIA :Bursa Asia anjlok pada Jumat dipimpin oleh Korea Selatan, setelah aksi jual saham teknologi kembali memanas akibat kenaikan harga produk Apple dan laporan potensi penundaan IPO OpenAI, yang memperburuk sentimen terhadap sektor AI.

 

 

KOSPI Korea Selatan merosot lebih dari 8% dan kembali memicu circuit breaker untuk kedua kalinya pekan ini. Saham Samsung Electronics turun 7,4% dan SK Hynix anjlok 8,7%, di tengah kekhawatiran meningkatnya belanja modal untuk industri semikonduktor. KOSPI diperkirakan mencatat penurunan mingguan hampir 10%.

 

 

Di Jepang, Nikkei 225 turun lebih dari 4% akibat pelemahan saham teknologi. Sementara itu, data inflasi Tokyo menunjukkan tekanan harga masih berlanjut, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan.

 

 

Tekanan juga meluas ke pasar lain di kawasan. Hang Seng Hong Kong turun 1,6%, CSI 300 China melemah 2,4%, Shanghai Composite turun 1,6%, sementara MSCI Asia ex-Japan Index merosot hampir 2,9%.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak melemah pada perdagangan Asia Jumat dan berada di jalur penurunan mingguan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Optimisme atas kesepakatan damai AS–Iran serta normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz mengimbangi kekhawatiran setelah sebuah kapal kargo diserang di dekat Oman.

 

 

Brent crude turun 0,5% ke USD 74,89 per barel, sementara WTI melemah 0,5% ke USD 71,58 per barel. Secara mingguan, Brent dan WTI diperkirakan sama-sama turun sekitar 7%, memperpanjang pelemahan sejak tercapainya kesepakatan damai sementara AS–Iran pekan lalu.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Jumat kemarin kembali terkoreksi sebesar -1.72% menuju level 5,896.13. Pasar masih cukup wait and see serta cukup fragile terkait dengan kondisi Indonesia saat ini.

 

 

Untuk perdagangan hari ini ditinjau dari sisi teknikal, jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break 6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.

 

 

Unduh Laporan Lengkapnya DISINI.