Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Saham AS ditutup menguat pada Senin di pekan perdagangan yang lebih singkat karena libur, didorong rebound sektor teknologi dan layanan komunikasi setelah terkoreksi tajam pekan lalu. Meski saham teknologi kembali menguat, perhatian pasar juga tertuju pada ketegangan geopolitik AS-Iran yang sempat mendorong harga minyak naik. Kekhawatiran sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan Iran meminta pertemuan dengan AS di Qatar. Investor kini menantikan data ketenagakerjaan AS bulan Mei yang akan dirilis Kamis sebagai petunjuk arah kebijakan moneter.

 

 

Indeks S&P 500 naik 1,2%, Nasdaq Composite melonjak 2,1%, dan Dow Jones menguat 0,6% hingga mencetak rekor penutupan baru.

 

 

Pekan lalu, sektor teknologi dan layanan komunikasi sempat terkoreksi tajam akibat kekhawatiran valuasi saham AI yang dinilai terlalu tinggi. Investor beralih ke sektor defensif seperti kesehatan. Di sisi lain, permintaan chip memori untuk AI yang terus meningkat menyebabkan pasokan tetap ketat dan harga DRAM serta HBM terus melonjak.

 

 

Di antara saham yang paling aktif diperdagangkan, Alphabet naik 4,8% setelah resmi masuk ke indeks Dow Jones menggantikan Verizon. Sementara itu, Palantir menguat 2,5% usai mengumumkan kerja sama strategis dengan Nvidia untuk menghadirkan model AI terbuka di lingkungan pemerintahan dengan tingkat keamanan tinggi.

 

 

 

• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup cenderung melemah pada Senin seiring investor mencermati keberlangsungan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik juga kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi.

 

 

Indeks STOXX 600 bergerak datar setelah pekan lalu hanya mencatat kenaikan tipis. Sementara itu, DAX Jerman turun 0,1%, sedangkan CAC 40 Prancis, FTSE 100 Inggris, dan FTSE MIB Italia masing-masing melemah 0,2%.

 

 

Pelaku pasar kini menantikan rilis data sentimen ekonomi Eropa untuk Juni, termasuk kepercayaan konsumen dan kondisi bisnis. Investor juga akan mencermati pidato Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, guna mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Zona Euro. Saat ini, pasar masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini.

 

 

 

• PASAR ASIA : Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada Senin di tengah perhatian investor terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah, meningkatnya friksi perdagangan di kawasan, serta evaluasi ulang terhadap valuasi saham-saham berbasis AI yang dinilai sudah terlalu tinggi.

 

 

Di kawasan, Hang Seng Hong Kong naik 1,9%, KOSPI Korea Selatan menguat 0,2%, Nikkei 225 Jepang bertambah 0,3%, sementara CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing naik 0,4% dan 0,5%.

 

 

Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 4,8% dan 1,7%, mencerminkan tekanan pada sektor chip. Sebaliknya, Baidu menguat setelah muncul laporan bahwa unit chip AI-nya, Kunlunxin, menargetkan IPO di Hong Kong dengan valuasi sekitar USD 50 miliar, menunjukkan minat investor terhadap industri AI domestik China masih kuat.

 

 

Sementara itu, SoftBank Group anjlok lebih dari 5% setelah muncul laporan bahwa OpenAI berpotensi menunda rencana IPO, sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai waktu pengembalian investasi AI perusahaan tersebut.

 

 

Dari sisi ekonomi, penjualan ritel Jepang pada Mei tumbuh 5,3% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,1%, yang mengindikasikan konsumsi domestik masih tetap solid.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak dunia ditutup menguat lebih dari 1% pada Senin setelah serangan balasan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menyoroti rapuhnya kesepakatan damai sementara kedua negara. Namun, kenaikan harga tertahan oleh harapan bahwa aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz akan terus pulih.

 

 

Minyak Brent naik USD 1,16 atau 1,61% menjadi USD 73,15 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat USD 1,52 atau 2,2% ke USD 70,75 per barel. Meski demikian, Brent masih mencatat penurunan 10,6% sepanjang pekan lalu seiring meningkatnya volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

 

 

Iran juga mengumumkan akan memulai pembahasan dengan Oman mengenai penyesuaian jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta menyatakan akan menghalangi kapal yang beroperasi di luar jalur yang telah ditentukan.

 

 

Di sisi lain, produsen minyak di Timur Tengah tetap melanjutkan aktivitas ekspor minyak dan LNG meski situasi keamanan di kawasan masih memanas. Selain itu, Saudi Aramco telah kembali melakukan pemuatan minyak mentah di terminal Ras Tanura setelah sempat dihentikan hampir empat bulan.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Senin kemarin kembali terkoreksi sebesar -1.28% menuju level 5,820.79. Pasar masih cukup wait and see serta cukup fragile terkait dengan kondisi Indonesia saat ini.

 

 

Untuk perdagangan hari ini ditinjau dari sisi teknikal masih tetap sama stancenya. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break 6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.

 

 

Unduh Laporan Lengkapnya DISINI.