Today’s Outlook :
• PASAR AS :Bursa saham AS ditutup menguat pada Senin, didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump bahwa pembicaraan damai dengan Iran masih berlangsung serta reli kuat saham Nvidia setelah peluncuran “superchip” AI untuk komputer pribadi.
S&P 500 naik 0,3% ke rekor tertinggi 7.600,25, sementara NASDAQ menguat 0,4% ke 27.086,81 dan Dow Jones naik tipis 0,1% ke 51.078,94. Ketiga indeks utama mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa.
Pelaku pasar kini menantikan data ketenagakerjaan AS, terutama laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat. Di sisi lain, indeks PMI manufaktur ISM naik ke 54 pada Mei, level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Pada perdagangan individual, saham Nvidia melonjak 6,3% setelah meluncurkan prosesor AI baru untuk perangkat Windows. Microsoft naik lebih dari 2%, sementara saham produsen chip lain seperti Intel, AMD, dan Qualcomm justru melemah.
Di sektor AI, Anthropic, pengembang Claude, mengumumkan telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia, selangkah lebih maju dibanding OpenAI dalam upaya menjadi perusahaan publik.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa melemah pada Senin setelah tim negosiasi Iran dilaporkan menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat melalui mediator menyusul serangan Israel ke Lebanon.
Ketegangan meningkat setelah Israel memperluas operasi militernya di Lebanon sebagai respons atas serangan drone kelompok Hezbollah yang didukung Iran. Iran juga dikabarkan mempertimbangkan pemblokiran Selat Hormuz dan membuka front konflik lain di Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.
Indeks Stoxx 600 turun 0,8%, DAX Jerman melemah 0,4%, CAC 40 Prancis turun 0,5%, dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,7%. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah di kawasan euro naik seiring meningkatnya spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dapat menaikkan suku bunga untuk mengantisipasi lonjakan inflasi akibat potensi gangguan pasokan energi.
• PASAR ASIA :Mayoritas bursa saham Asia menguat pada Senin, didorong oleh reli saham teknologi seiring optimisme terhadap perkembangan AI yang mengimbangi ketidakpastian terkait negosiasi damai antara AS dan Iran.
KOSPI Korea Selatan melonjak hampir 5% ke rekor tertinggi baru, dipimpin oleh kenaikan saham teknologi. Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik hampir 10%, sementara LG Electronics melesat hampir 30%, didorong ekspektasi kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke Korea Selatan pekan ini.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 1%, dengan SoftBank melonjak lebih dari 10% hingga mencapai rekor tertinggi dan menjadi perusahaan paling bernilai di Jepang, melampaui Toyota. Sentimen positif juga mengangkat saham teknologi dan AI lainnya. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,5%, sedangkan pasar China melemah dengan CSI 300 turun 1% dan Shanghai Composite terkoreksi 0,4% setelah data PMI menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur pada Mei, sehingga memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi China.
• KOMODITAS : Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% pada Senin setelah kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan AS dan tengah menyiapkan langkah untuk memblokir Selat Hormuz serta berpotensi mengganggu jalur pelayaran strategis lainnya.
Brent crude naik 4,2% menjadi USD 94,98 per barel, sementara WTI crude melonjak 5,5% ke USD 92,16 per barel. Keduanya sempat menguat lebih dari 6% sebelum memangkas sebagian kenaikan setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak mengetahui adanya penghentian pembicaraan dengan Iran dan mengklaim telah memperoleh jaminan dari Hezbollah untuk tidak menyerang Israel.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk serangan balasan antara Iran dan AS serta rencana Iran dan sekutunya untuk memblokir Selat Hormuz dan mengaktifkan tekanan di jalur pelayaran lain seperti Selat Bab el-Mandeb. Meski demikian, harga minyak masih mencatat penurunan 17–19% sepanjang Mei, didorong optimisme bahwa AS dan Iran sebelumnya mendekati kesepakatan damai.
• INDONESIA : IHSG ditutup melemah sejauh -0.05% ke level 6,127.38. IHSG masih tertekan oleh aksi jual saham-saham seiring rebalancing MSCI Mei 2026, yang akan terealisasi pada 1 Juni 2026. Namun, tekanan jual terlawan oleh kenaikan saham-saham konglomerasi, terutama dari grup Prajogo Pangestu dan grup Hapsoro. Market untuk hari ini juga masih harus melihat dampak yang akan terjadi akibat terealisasikannya implementasi rebalancing MSCI pada 1 Juni lalu.
Untuk IHSG, jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area 6,000 sebagai benteng psikologis terakhir walaupun sudah mencoba menutup gap sekitar area 6100, walaupun ada peluang dead cat bounce (DCB). Untuk jangka pendek, pelaku pasar dapat mencermati saham-saham yang masih mampu bertahan di area support dengan fundamental solid dan valuasi menarik.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

