Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Wall Street ditutup melemah pada Kamis di tengah meningkatnya ketegangan AS–Iran dan ketidakpastian terkait prospek perdamaian. Meski laporan kinerja kuartalan perusahaan mayor cenderung positif dan menahan penurunan, indeks tetap tertekan. S&P 500 turun 0,4% ke 7.108,97 (sempat cetak rekor intraday 7.147,78), NASDAQ turun 0,9% ke 24.438,50, dan Dow Jones melemah 0,4% ke 49.309,33.

 

 

Ketegangan meningkat meskipun Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata. Aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran, termasuk penyitaan kapal tanker terkait Iran oleh militer AS serta aksi Iran terhadap kapal di kawasan tersebut. Blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran menjadi titik utama konflik, bahkan disebut sebagai “tindakan perang” oleh pihak Iran. Trump juga memerintahkan angkatan laut AS untuk menindak tegas kapal yang dianggap mengancam di Selat Hormuz.

 

 

Perpanjangan gencatan senjata sempat mendorong pasar pada Rabu, namun prospek negosiasi lanjutan kembali diragukan. Trump menyebut perpanjangan dilakukan atas permintaan Pakistan sebagai mediator, dan akan berlaku hingga Iran mengajukan proposal damai yang solid.

 

 

 

PASAR EROPA :Bursa Eropa cenderung melemah tipis. Stoxx 600 naik 0,1%, DAX Jerman turun 0,1%, FTSE 100 Inggris turun 0,2%, sementara CAC 40 Prancis naik 0,9%. Kenaikan CAC 40 didukung saham L’Oréal yang melonjak lebih dari 8% setelah mencatat pertumbuhan kuartalan tercepat dalam dua tahun.

 

 

 

PASAR ASIA : Pasar Asia melemah setelah sempat menguat, dipengaruhi ketegangan geopolitik meski kinerja sektor teknologi kuat. Nikkei Jepang turun 1,1% setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, KOSPI Korea Selatan turun 0,5%, sementara indeks China dan Hong Kong juga melemah.

 

 

Saham chipmaker mendapat dukungan dari kinerja SK Hynix yang mencatat lonjakan laba signifikan berkat tingginya permintaan chip AI. Saham Samsung Electronics juga naik 2,3%. Data ekonomi Korea Selatan turut positif, dengan pertumbuhan PDB kuartal I melampaui ekspektasi.

 

 

 

KOMODITAS : Harga minyak melonjak tajam akibat eskalasi konflik. Brent naik 3,1% ke USD 105,07 per barel, sementara WTI naik 3,11% ke USD 95,85 per barel, setelah sebelumnya sempat melonjak lebih tinggi.

 

 

 

INDONESIA : IHSG ditutup terkoreksi -2.16% di zona merah berada di angka 7378.6, dan masih terbentur resistance area 7600-7700. Pasar Indonesia saat ini sudah mulai kebal dengan sentimen geopolitik US-Iran, dan selanjutnya agenda reformasi IHSG yang sudah terlihat mulai dari perilisan HCL memberikan angin segar bagi bursa IHSG. Namun, tetap berhati-hati terkait dengan volatilitas yang timbul hari ini beriringan dengan sentimen geopolitik yang masih panas.

 

 

Jika IHSG tidak bisa kembali memantul ke area 7500, IHSG berpeluang uji support ke are level 7200-7350 dimana pasar mulai khawatir dengan kontraksi pelemahan IDR, dimana nilai tukar USDIDR kemarin mencapai peak di IDR 17,300. Tetap berjaga-jaga seiring dengan hari terakhir perdagangan di minggu ini, mitigasi dari tekanan jual akhir mingguan.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.