Today’s Outlook:

 

 

• PASAR AS :Saham AS ditutup melemah tajam pada Kamis, seiring pelaku pasar beralih dari ekuitas ke obligasi menjelang rilis data inflasi utama, yang mendorong imbal hasil turun. Pelemahan pasca-laporan kinerja Cisco Systems turut membebani sektor teknologi. Pasar menantikan rilis indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat, dengan fokus bergeser ke inflasi setelah laporan tenaga kerja yang sangat kuat sebelumnya.

 

 

Indeks acuan S&P 500 turun 1,6% ke 6.833,54, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 1,3% ke 49.451,88—penutupan pertama di bawah 50.000 sejak Jumat. Nasdaq Composite anjlok 2% ke 22.597,15. Pelemahan ini menyusul kinerja mixed pada Rabu, setelah data ketenagakerjaan mendorong mundurnya ekspektasi waktu penurunan suku bunga The Fed.

 

 

Selain itu, penjualan rumah eksisting AS Januari turun ke 3,91 juta unit, terendah sejak September 2024. Menjelang rilis CPI Jumat, perhatian pasar beralih dari tenaga kerja ke inflasi untuk mencari arah kebijakan moneter selanjutnya. Pelaku pasar memborong obligasi menjelang data tersebut, sehingga menekan imbal hasil Treasury.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah pada Kamis, seiring investor mencermati rilis kinerja emiten dalam jumlah besar serta data pertumbuhan ekonomi Inggris. Indeks DAX Jerman turun 0,1%, CAC 40 Prancis naik 0,3%, sementara FTSE 100 Inggris melemah 0,7%.

 

 

Perhatian investor tertuju pada rangkaian laporan kinerja perusahaan Eropa, dengan sejumlah emiten terbesar kawasan tersebut merilis hasil kinerja kuartal IV 2025. Berdasarkan data LSEG, prospek kesehatan korporasi Eropa menunjukkan perbaikan, namun perusahaan-perusahaan di kawasan ini masih diperkirakan mencatat penurunan laba kuartal IV, yang berpotensi menjadi kinerja terburuk dalam tujuh kuartal terakhir.

 

 

 

• PASAR ASIA :Bursa Asia mayoritas menguat pada Kamis. KOSPI Korea Selatan melonjak hampir 3% ke rekor tertinggi, didorong reli saham semikonduktor terkait AI, dengan Samsung Electronics naik lebih dari 6% dan SK Hynix menguat 3,5%.
Di Jepang, Nikkei 225 sempat menembus 58.000 poin dan mencetak rekor baru sebelum bergerak relatif datar di tengah optimisme “Takaichi trade”. Penguatan regional tertahan oleh data ketenagakerjaan AS yang kuat, yang menekan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Sementara itu, indeks saham utama China bergerak relatif datar.

 

 

 

KOMODITAS:
LOGAM MULIA: Harga emas stabil pada perdagangan awal Asia Jumat setelah turun menembus level kunci, di tengah ketidakpastian arah suku bunga AS dan jelang rilis data inflasi. Perak juga stabil setelah terkoreksi sekitar 10% pada sesi sebelumnya. Tekanan berlanjut akibat volatilitas harga, data ketenagakerjaan AS yang kuat, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih terbatas, membuat emas menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

 

MINYAK: Harga minyak turun pada Kamis seiring melemahnya permintaan, meredanya risiko konflik Timur Tengah, dan ekspektasi peningkatan pasokan. Brent ditutup turun 2,71% ke USD 67,52 per barel, sementara WTI turun 2,77% ke USD 62,84. IEA memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini lebih lambat dari perkiraan sebelumnya, dengan potensi surplus pasokan meski terjadi gangguan produksi pada Januari.

 

 

INDONESIA: IHSG ditutup terkoreksi -0.31% menjadi 8264.35 dimana beberapa saham konglomerasi mulai mengalami koreksi kembali. Dikarenakan Hari ini adalah hari perdagangan terakhir di minggu ini serta per minggu depan hari perdagangan pendek karena libur serta market global yang mengalami koreksi, ekspektasikan market bergerak nampaknya kembali meretest support dan koreksi. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.