15 Oktober 2020
Bank Indonesia (BI) menetapkan BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR) di level 4% untuk periode Oktober 2020, atau sudah menahan suku bunga acuan di level ini selama 4 bulan berturut-turut.
Research
8 Mei 2026
NHKSI Research merekomendasikan “Overweight” untuk TBIG dengan target harga lebih renda...
Research
8 Mei 2026
IHSG berhasil kembali menguat ke zona hijau sejauh +1.15% ke level 7174.32. Pasar selan...
15 Oktober 2020
Bank Indonesia (BI) menetapkan BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR) di level 4% untuk periode Oktober 2020, atau sudah menahan suku bunga acuan di level ini selama 4 bulan berturut-turut.
8 Oktober 2020
IHSG turun tajam -7,03% di bulan September, yang mengakhiri reli panjang yang dimulai pada akhir Maret. Hal ini dibarengi dengan aksi jual bersih asing yang masif mencapai Rp15,5 Triliun. Sementara itu, Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan pada awal Oktober yang akan membawa dampak pada perekonomian dan pasar modal. Selanjutnya, dengan Indonesia akan memasuki resesi pertama dalam 20 tahun, kami meninjau kembali krisis moneter 1998 untuk melihat sekilas bagaimana investor dapat mempersiapkan diri menghadapi resesi.
1 Oktober 2020
Seiring dengan minat PBS003 yang rendah, pemerintah hanya memenangkan lelang Sukuk Selasa (29/09) senilai IDR 6,4 triliun atau dibawah target indikatif IDR 10 triliun.
18 September 2020
Di bulan Agustus 2020, Neraca Perdagangan mengalami surplus sebesar USD 2,33 Milyar. Namun angka impor yang masih lemah mengindikasikan tingkat produksi dan permintaan domestik yang rendah. Semantara itu Bank Indonesia memutuskan untuk menahan BI-7DRRR di level 4,00% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Penerapan kembali PSBB berpotensi untuk menahan laju pemulihan ekonomi.
9 September 2020
IHSG mengalami kenaikan tipis sebesar 1,73% bulan lalu, melanjutkan reli yang telah terjadi sejak bulan Maret. Indikator ekonomi utama masih menunjukkan perbaikan, ditandai oleh Cadangan Devisa yang mencapai rekor tertinggi baru serta Indeks PMI Manufaktur yang kembali ke zona ekspansi. Sementara itu, postur RAPBN 2021 memberikan indikasi sektor mana saja yang akan memperoleh keuntungan di tahun depan.