Today’s Outlook :
• PASAR AS:Bursa saham AS ditutup bervariasi pada Jumat dalam perdagangan yang cenderung datar. Pelemahan harga minyak dan penguatan sektor properti berhasil mengimbangi penurunan saham semikonduktor. Meski demikian, Wall Street mencatat pelemahan mingguan akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah, kekhawatiran atas besarnya belanja AI oleh Alphabet dan Tesla, serta kembali memanasnya ketegangan dagang setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif baru.
Indeks S&P 500 naik 0,1% ke 7.412,62, Dow Jones menguat 0,5% ke 51.946,51, sementara Nasdaq Composite turun 0,6% ke 24.975,82.
Harga minyak sempat terkoreksi pada Jumat setelah reli tajam sehari sebelumnya, namun Brent masih membukukan kenaikan sekitar 11% sepanjang pekan. Kenaikan tersebut kembali memicu kekhawatiran inflasi dan berpotensi mendorong bank sentral, termasuk The Fed, untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Di sisi geopolitik, konflik AS-Iran terus berlanjut dengan militer AS melancarkan serangan ke-13 berturut-turut terhadap Iran, sementara Teheran kembali menargetkan pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Sentimen AI juga menjadi perhatian utama pekan ini. Meski saham semikonduktor sempat memasuki bear market, Philadelphia Semiconductor Index berhasil rebound 1,2% sepanjang pekan. Intel turut mencatat kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi, didukung permintaan chip untuk aplikasi AI.
Sementara itu, ketegangan dagang kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru sebesar 10%–12,5% terhadap impor dari 60 mitra dagang utama AS, menggantikan tarif global sementara sebesar 10% yang telah berakhir. Pemerintah AS menyatakan kebijakan tersebut diterapkan karena negara-negara mitra dinilai belum menegakkan larangan impor barang hasil kerja paksa secara memadai.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Jumat setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam dua pekan pada sesi sebelumnya. Sentimen didukung oleh laporan keuangan emiten yang solid, sementara investor terus mencermati dampak kenaikan harga minyak terhadap prospek kebijakan moneter.
Indeks STOXX 600 naik 0,6% ke 644,67 dan membukukan penguatan untuk dua pekan berturut-turut. DAX Jerman turut menguat didorong lonjakan saham SAP sebesar 10% setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan current cloud backlog kuartal II yang melampaui ekspektasi analis.
Indeks sektor teknologi Eropa naik 1,7%, memulihkan sebagian pelemahan setelah laporan keuangan STMicroelectronics dan BE Semiconductor sebelumnya mengecewakan pasar. Investor masih menyeimbangkan prospek pertumbuhan sektor AI dengan tingginya valuasi serta besarnya investasi yang dibutuhkan, sehingga memicu volatilitas saham teknologi.
Sementara itu, sejumlah pejabat European Central Bank (ECB) menyatakan suku bunga masih berpotensi kembali dinaikkan karena risiko inflasi tetap tinggi. Pasar saat ini masih memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan peluang sekitar 70% untuk satu kenaikan tambahan hingga akhir 2026.
• PASAR ASIA:Bursa saham Asia anjlok pada Jumat, dipimpin pelemahan di Jepang dan Korea Selatan setelah tarif baru Presiden Donald Trump terhadap impor dari 60 mitra dagang resmi berlaku. Sentimen pasar juga tertekan oleh lonjakan harga minyak dan hasil laporan keuangan emiten teknologi AS.
Tarif baru AS sebesar 10%–12,5% terhadap hampir seluruh impor mulai berlaku pada Jumat, menggantikan tarif sementara 10% yang telah berakhir. Kebijakan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek perdagangan global, terutama bagi negara-negara Asia yang bergantung pada ekspor.
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 3,2%, memperpanjang pelemahan untuk pekan ketiga berturut-turut, sementara KOSPI Korea Selatan anjlok 5,8%. Hang Seng Hong Kong dan CSI 300 China masing-masing turun 1,3%, S&P/ASX 200 Australia melemah 1,0%, dan STI Singapura turun 0,5%.
Pelemahan di Jepang terjadi meski inflasi inti Juni meningkat, namun masih berada di bawah target 2% Bank of Japan, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap. Di Korea Selatan, saham-saham semikonduktor menjadi penekan utama setelah mengikuti pelemahan saham teknologi AS.
Meski terkoreksi pada Jumat, CSI 300 China masih berada di jalur mencatat kenaikan sekitar 3,2% sepanjang pekan, didorong harapan bahwa pertemuan Politbiro pekan depan akan menghasilkan stimulus tambahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
• KOMODITAS :Harga minyak melanjutkan pelemahan pada Senin, turun lebih dari 5%, setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara serangan terhadap Iran usai dua pekan operasi militer. Langkah tersebut memunculkan harapan akan solusi diplomatik yang dapat meredakan konflik di Timur Tengah. Minyak Brent turun USD5,58 atau 5,77% menjadi USD91,20 per barel, sementara WTI melemah USD4,91 atau 5,50% menjadi USD84,40 per barel.
• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Jumat kemarin ditutup terkoreksi -1.88% di level 6196.43. IHSG terkoreksi akibat kepanikan harga acuan minyak mentah yang kembali mulai mencetak USD 100 / Barell, terlepas pasca closing perdagangan hari Jumat di luar Indonesia, harga minyak kembali turun pasca hampir menyentuh resistance psikologis tersebut.
Tekanan geopolitik nampaknya menjadi sentimen yang bisa dicerna IHSG, menjadi sentimen yang mampu mengiringi IHSG kembali uji support terjauh hingga 6000. Untuk hari ini, jika IHSG tidak bisa bertahan di 6200, IHSG tetap berpeluang retrace ke angka psikologis 6000.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

