Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS: Wall Street ditutup mixed pada Kamis di tengah pergerakan volatil sektor teknologi. S&P 500 turun 0,1% ke 7.354,42, Nasdaq melemah 0,5% ke 25.358,60, sementara Dow Jones naik tipis 0,1% ke 51.920,93 setelah sempat mencetak rekor intraday baru

 

 

Saham Micron Technology melonjak hampir 16% setelah membukukan laba kuartalan dan proyeksi yang melampaui ekspektasi, didorong kuatnya permintaan chip AI dan data center. Sebaliknya, Apple anjlok 6,1% setelah menaikkan harga MacBook, iPad, dan perangkat rumah pintar untuk mengimbangi kenaikan biaya akibat kelangkaan chip memori dan penyimpanan.

 

 

Dari sisi ekonomi, perhatian pasar tertuju pada data inflasi Core PCE Mei, indikator inflasi pilihan The Fed. Core PCE naik 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, sesuai ekspektasi, sementara PCE utama naik 0,4% (MoM) dan 4,1% (YoY). Meski sesuai perkiraan, inflasi masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%.

 

 

Data ini muncul di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter setelah gangguan pasokan energi akibat konflik AS–Israel–Iran sempat mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi global.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa Eropa menguat pada Kamis untuk pertama kalinya pekan ini setelah harga minyak turun kembali ke level sebelum konflik Timur Tengah, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga agresif oleh ECB.

 

 

Indeks STOXX 600 naik 0,8%, DAX Jerman menguat 1,1%, CAC 40 Prancis naik 0,6%, FTSE MIB Italia bertambah 0,3%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,7%.

 

 

Penurunan harga minyak mendorong pasar mengevaluasi kembali prospek kebijakan moneter ECB setelah sebelumnya menaikkan suku bunga 25 bps. Sentimen ini turut menopang sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti teknologi dan properti.

 

 

 

• PASAR ASIA : Bursa Asia menguat pada Kamis setelah proyeksi positif Micron Technology meningkatkan optimisme terhadap belanja AI dan mendorong reli saham semikonduktor.

KOSPI Korea Selatan melonjak 5,7%, sementara Nikkei 225 Jepang naik 5%.

 

 

Penguatan dipimpin saham chip memori setelah prospek Micron mengindikasikan permintaan AI yang tetap kuat. Samsung Electronics naik 5,3% dan SK Hynix melonjak 13,9%, memulihkan sebagian dari aksi jual besar saham teknologi global awal pekan ini.

 

 

Di China, CSI 300 naik 1,2% sementara Shanghai Composite ditutup datar. Sentimen didukung rencana penerbitan obligasi pemerintah senilai hingga €5 miliar serta langkah People’s Bank of China (PBOC) menyesuaikan operasi reverse repo untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.

 

 

• KOMODITAS : Harga minyak melemah pada perdagangan Asia Jumat dan berada di jalur penurunan mingguan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Optimisme atas kesepakatan damai AS–Iran serta normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz mengimbangi kekhawatiran setelah sebuah kapal kargo diserang di dekat Oman.

 

 

Brent crude turun 0,5% ke USD 74,89 per barel, sementara WTI melemah 0,5% ke USD 71,58 per barel. Secara mingguan, Brent dan WTI diperkirakan sama-sama turun sekitar 7%, memperpanjang pelemahan sejak tercapainya kesepakatan damai sementara AS–Iran pekan lalu.

 

• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Kamis ditutup kembali menguat ke level 5,999.04 dimana didukung dengan reboundnya beberapa index mover dari Grup Barito, Sinarmas khususnya DSSA, dan ASII.

 

 

Untuk perdagangan hari ini ditinjau dari sisi teknikal, jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break 6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.