Today’s Outlook :
• PASAR AS:Bursa saham AS ditutup melemah pada Rabu di tengah perdagangan yang cenderung sepi, seiring investor menanti laporan keuangan Alphabet dan Texas Instruments yang dinilai akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek sektor AI. Sementara itu, harga minyak terus menguat di tengah potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. Indeks S&P 500 turun 0,1% ke 7.499,73, Nasdaq Composite melemah 0,6% ke 25.690,90, sementara Dow Jones ditutup relatif datar di 52.219,35.
Sentimen terhadap sektor AI masih tertekan oleh aksi ambil untung dan kekhawatiran atas besarnya belanja infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi besar, di tengah ketidakpastian waktu pengembalian investasi. Meski demikian, Alphabet tetap memproyeksikan belanja modal sebesar USD180–190 miliar pada 2026.
Di sisi lain, saham Super Micro Computer melonjak hampir 20% setelah meningkatkan proyeksi margin laba kotor kuartalan dan mengumumkan pesanan baru senilai lebih dari USD60 miliar. Saham Nvidia turut menguat 2,3%.
• PASAR EROPA:Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Rabu, didorong reli harga minyak global yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan sehingga memicu penguatan saham-saham energi. Indeks STOXX 600 naik 0,6% ke level tertinggi dalam dua pekan, FTSE 100 menguat 1,2%, DAX naik 0,7%, CAC 40 bertambah 0,9%, dan FTSE MIB menguat 1,0%.
Kenaikan dipimpin oleh saham-saham produsen minyak dan gas utama Eropa, termasuk Shell, BP, dan TotalEnergies, yang mencatatkan penguatan signifikan.
• PASAR ASIA:Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada Rabu setelah memangkas sebagian besar penguatan awal, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam enam pekan dan menekan minat investor terhadap aset berisiko menjelang laporan keuangan emiten teknologi utama di AS.
Indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,7% setelah sempat melonjak lebih dari 5% pada awal perdagangan, seiring pergerakan saham Samsung Electronics dan SK Hynix yang mengikuti pelemahan sentimen pasar. Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,4%, sementara TOPIX masih menguat 0,5%.
Data ekonomi menunjukkan ekspor Jepang pada Juni tumbuh 19,3% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 18,6%, didorong permintaan peralatan semikonduktor terkait AI serta pelemahan nilai tukar yen. Sementara itu, Shanghai Composite ditutup relatif stabil, CSI 300 melemah 0,5%, dan Hang Seng Hong Kong turun 1,1%
• KOMODITAS :Harga minyak ditutup pada level tertinggi sejak 11 Juni pada Rabu, didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan di tengah eskalasi konflik antara AS dan Iran, serta ancaman terhadap jalur pelayaran oleh kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Minyak Brent naik 3,36% menjadi USD94,07 per barel, level tertinggi dalam hampir enam pekan, sementara WTI menguat 2,95% menjadi USD86,83 per barel.
Kekhawatiran pasokan juga tercermin dari pelebaran backwardation Brent ke USD9,26 per barel, level tertinggi sejak 22 Mei, yang mengindikasikan pasokan jangka pendek semakin ketat.
Di sisi geopolitik, militer AS melancarkan serangan ke Iran untuk malam ke-11 berturut-turut. Presiden Donald Trump juga menyatakan AS akan menyerang infrastruktur Iran jika Teheran kembali menargetkan kapal di Selat Hormuz. Sementara itu, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau.
• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Rabu kemarin ditutup flat -0.09% di level 6334.48. Asing akhirnya melakukan aksi jual bersih untuk perdagangan kemarin sejumlah IDR 1.1T.
IHSG sempat terjerembab di sesi pertama, namun pada sesi 2 mengalami penguatan rebound kembali pasca pengumuman BI Rate yang mempertahankan suku bunga acuan.Resistance selanjutnya untuk IHSG adalah 6400.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

