Today’s Outlook :
• PASAR AS :Wall Street ditutup menguat pada Kamis setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang mengakhiri operasi militer serta membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut akan menjadi awal negosiasi selama dua bulan menuju perjanjian final, sehingga meningkatkan sentimen risiko pasar.
Indeks S&P 500 naik 1,1% ke 7.497,86, NASDAQ melonjak 1,9% ke 26.517,93, dan Dow Jones menguat 0,1% ke 51.565,26. Sepanjang pekan, S&P 500 naik 0,9%, NASDAQ menguat 2,4%, dan Dow Jones bertambah 0,7%. Bursa AS tutup pada Jumat untuk libur Juneteenth.
Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% sesuai ekspektasi, namun proyeksi terbaru (dot plot) masih mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga 25 bps tahun ini. Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, juga mengumumkan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan bank sentral, termasuk strategi komunikasi, neraca, penggunaan data, dampak AI terhadap produktivitas dan pasar tenaga kerja, serta kerangka inflasi, tanpa mengubah target inflasi 2%.
Di sisi korporasi, saham Intel melonjak setelah Presiden Donald Trump menyatakan Apple akan bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi chip di AS. Saham produsen chip lain seperti Marvell dan Micron juga menguat, sementara Apple naik setelah CEO Tim Cook mengisyaratkan potensi kenaikan harga produk untuk mengimbangi kenaikan biaya chip memori dan penyimpanan.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada Kamis setelah sikap hawkish The Fed menutupi sentimen positif dari penandatanganan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.
Indeks STOXX 600 turun 0,3%, sementara CAC 40 Prancis naik 0,4%, FTSE MIB Italia menguat 0,2%, DAX Jerman naik 0,4%, dan IBEX 35 Spanyol melemah 0,1%.
Pergerakan pasar yang beragam mencerminkan sikap hati-hati investor. Meski kesepakatan damai AS-Iran sempat mendorong optimisme dan menekan harga minyak, sentimen tersebut tertahan oleh prospek suku bunga AS yang diperkirakan tetap tinggi lebih lama.
• PASAR ASIA :Mayoritas bursa Asia ditutup menguat pada Kamis setelah laporan bahwa AS dan Iran telah menandatangani kerangka kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan.
Nikkei 225 Jepang menjadi indeks dengan kinerja terbaik di Asia, melonjak hampir 2% ke rekor tertinggi 71.477 poin, sementara TOPIX juga naik 2% ke level tertinggi sepanjang masa. KOSPI Korea Selatan menguat hampir 1% ke rekor 8.976,55, didorong oleh penguatan saham semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI), termasuk SK Hynix yang naik 5% setelah mengirim sampel chip memori terbaru kepada pelanggan utama.
Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong turun 1,8% ke level terendah dalam 11 bulan akibat pelemahan saham teknologi seperti Alibaba, Tencent, Baidu, dan Xiaomi. Sentimen juga tertekan oleh kekhawatiran atas pengetatan kebijakan Beijing terhadap investasi lintas batas, yang berpotensi mengurangi aliran modal dari investor daratan China ke Hong Kong.
• KOMODITAS:Harga minyak melemah pada perdagangan Jumat dan berada di jalur penurunan mingguan sekitar 10%, seiring meningkatnya optimisme atas kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.
Brent turun 1,1% menjadi USD 79,01 per barel, sementara WTI melemah 0,7% ke USD 76,05 per barel. Kedua acuan diperdagangkan di dekat level terendah sejak awal Maret, saat konflik AS-Iran mulai memanas.
Sentimen pasar membaik setelah Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dan memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Pasar kini berharap jutaan barel minyak yang sebelumnya tertahan dapat kembali memasuki pasar global secara bertahap dalam beberapa pekan hingga beberapa bulan ke depan. AS juga telah mencabut blokade terhadap Iran, dan sejumlah kapal pengangkut minyak dilaporkan mulai melintasi kembali Selat Hormuz.
• INDONESIA :IHSG akhirnya ditutup terkoreksi sejauh -0.55% menjadi 6220.74 dimana koreksi ini didasari dari terkoreksinya saham Grup Konglomerasi Barito, dengan pelemahan ada dari grup Sinarmas yakni DSSA.
Koreksi harga minyak mentah dunia yang berada di bawah USD 80 barrel merupakan salah satu implikasi positif bagi postur APBN, diharapkan beban APBN bisa cukup terelaksasi memberikan angin besar bagi bursa untuk dalam periode minggu ini.
Selalu kawal dengan trailing stop untuk saham pilihan anda.Jika IHSG bisa melanjutkan penguatan breakout 6250, potensi penguatan terdekat di 6375-6400 sebelum menguji 6640. Jika tidak kuat melewati area tersebut, potensi uji angka psikologis 6000.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

