Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup melemah pada Rabu setelah The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% sesuai ekspektasi, namun mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun. Sentimen pasar sempat didukung oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan kesepakatan damai AS-Iran akan segera ditandatangani dan Selat Hormuz akan kembali dibuka, namun fokus investor beralih ke sikap hawkish The Fed.
Indeks S&P 500 turun 1,2% ke 7.420,72, NASDAQ melemah 1,4% ke 26.021,66, dan Dow Jones turun 1,0% ke 51.493,16. The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan FOMC pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Meski demikian, proyeksi ekonomi terbaru (dot plot) menunjukkan suku bunga akhir 2026 diperkirakan berada di 3,8%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 3,4%, yang mengindikasikan peluang satu kali kenaikan suku bunga tahun ini. Pernyataan tersebut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
Selain itu, Kevin Warsh mengumumkan rencana reformasi besar dalam komunikasi kebijakan moneter dengan menyederhanakan pernyataan FOMC dan menegaskan fokus utama The Fed pada stabilitas harga. Di sisi korporasi, saham SpaceX turun 5%, mengakhiri reli kuatnya setelah mencatat kenaikan signifikan sejak debut IPO pekan lalu.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis pada Rabu di tengah sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga The Fed, setelah reli selama empat sesi terakhir yang didorong meredanya ketegangan geopolitik. Indeks STOXX 600 naik 0,5%, memperpanjang penguatan sekitar 3% dalam empat hari terakhir.
Pergerakan bursa utama bervariasi, dengan DAX Jerman naik 0,2%, FTSE MIB Italia menguat 0,4%, dan IBEX 35 Spanyol melonjak 1,3%, sementara CAC 40 Prancis turun 0,2%.
Kenaikan DAX tertahan setelah BMW memangkas proyeksi laba tahunannya, yang menyebabkan saham perusahaan anjlok 6,8% dan turut menekan saham produsen otomotif lain seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz.
Di sisi makroekonomi, inflasi (CPI) kawasan euro pada Mei menunjukkan perlambatan secara bulanan, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh ECB akibat tekanan harga energi. Investor juga terus mencermati perkembangan implementasi kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasar.
• PASAR ASIA :Bursa saham Asia mayoritas ditutup menguat pada Rabu, dengan Nikkei 225 Jepang bertahan di dekat rekor tertinggi berkat penguatan saham teknologi. Namun, kenaikan pasar secara keseluruhan masih terbatas karena investor menanti keputusan suku bunga The Fed.
Nikkei 225 naik 0,6%, mendekati rekor tertinggi di atas 70.000 poin, sementara TOPIX menguat 0,75%. Penguatan dipimpin oleh saham semikonduktor dan industri, didukung optimisme terhadap permintaan yang tetap kuat dari tren kecerdasan buatan (AI). Selain itu, data perdagangan Jepang menunjukkan ekspor pada Mei didorong oleh penjualan produk elektronik dan semikonduktor terkait AI, sehingga defisit perdagangan tercatat lebih rendah dari perkiraan.
Di China, CSI 300 naik 0,3%, sedangkan Shanghai Composite turun 0,1%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong melemah 0,75% setelah data ekonomi China yang dirilis sebelumnya menunjukkan pelemahan aktivitas ekonomi.
Di Korea Selatan, KOSPI bergerak cenderung datar setelah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir, seiring fluktuasi saham-saham semikonduktor domestik.
• KOMODITAS :Harga minyak ditutup menguat hampir 1% pada Rabu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran belum bersifat final dan operasi militer dapat kembali dilakukan apabila Iran tidak memenuhi komitmennya. Meski demikian, kenaikan harga masih tertahan oleh kekhawatiran akan kelebihan pasokan minyak global pada tahun depan.
Harga Brent naik 0,75% menjadi USD 79,55 per barel, sementara WTI menguat 0,97% ke USD 76,79 per barel.
Trump menegaskan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran masih dalam tahap finalisasi dan membuka kemungkinan melanjutkan serangan apabila hasil kesepakatan tidak sesuai harapan atau Iran tidak mematuhi kesepakatan. Sebelumnya, AS dan Iran telah mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute distribusi minyak terpenting di dunia.
• INDONESIA :IHSG akhirnya ditutup terkoreksi sejauh -0.55% menjadi 6220.74 dimana koreksi  ini didasari dari terkoreksinya saham Grup Konglomerasi Barito, dengan pelemahan ada dari grup Sinarmas yakni DSSA.
Koreksi harga minyak mentah dunia yang berada di bawah USD 80 barrel merupakan salah satu implikasi positif bagi postur APBN, diharapkan beban APBN bisa cukup terelaksasi memberikan angin besar bagi bursa untuk dalam periode minggu ini.
Selalu kawal dengan trailing stop untuk saham pilihan anda.Jika IHSG bisa melanjutkan penguatan breakout 6250, potensi penguatan terdekat di 6375-6400 sebelum menguji 6640. Jika tidak kuat melewati area tersebut, potensi uji angka psikologis 6000.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

