CPIN – Kenaikan Harga Komoditas Menurunkan Laba
CPIN membukukan kenaikan pendapatan pada FY21 sebesar 21,6% menjadi Rp51,7 triliun (vs FY20: Rp42,5 triliun). Beban
CPIN membukukan kenaikan pendapatan pada FY21 sebesar 21,6% menjadi Rp51,7 triliun (vs FY20: Rp42,5 triliun). Beban
UNTR membukukan pendapatan 1Q22 sebesar IDR 27,9 triliun atau naik 56,3% YoY. Segmen mesin konstruksi mencatatkan
Laba bersih 1Q22 BMRI melonjak 69,5% menjadi IDR 10,0 triliun. Pencapaian ini didukung pertumbuhan pendapatan bunga dan
MAPI mampu membalikan kinerja laba bersih FY21 menjadi positif dari FY20 yang tercatat negatif. Penjualan dari semua
BBRI mencatatkan laba bersih 1Q22 senilai IDR 10,90 triliun (bank-only), tumbuh 63,4% YoY dibandingkan 1Q21. Net
BBCA mencatatkan laba bersih senilai IDR 8,06 triliun pada 1Q22 (+14,6 YoY), didukung pertumbuhan Interest dan
Secara kumulatif, KLBF mencatatkan penjualan FY21 sebesar Rp26,3 triliun atau tumbuh 13,6% YoY. Laba bersih FY21
ANTM mencatatkan pertumbuhan penjualan 40,5% menjadi IDR 38,5 triliun di tahun 2021. Adapun produk emas, sebagai
ICBP mencatatkan penjualan 12M21 sebesar Rp56,8 triliun (+21,8% YoY) yang ditopang oleh penjualan domestik maupun luar