GGRM – Margin Profitabilitas Alami Kontraksi
Sepanjang 1Q22, GGRM membukukan penurunan pendapatan 1,5% YoY menjadi Rp29,3 triliun yang tertekan oleh penurunan SKM
Sepanjang 1Q22, GGRM membukukan penurunan pendapatan 1,5% YoY menjadi Rp29,3 triliun yang tertekan oleh penurunan SKM
Pada 1Q22, CTRA berhasil membukukan laba bersih senilai IDR 420,7 miliar atau tumbuh 72,9% YoY, didorong kenaikan
Sepanjang 1Q22, pendapatan INTP naik tipis 3,5% YoY, namun laba turun hingga 48,0% YoY. Penghematan biaya, seiring
BSDE mencatatkan laba bersih senilai IDR 347,9 miliar pada 1Q22, dibandingkan 1Q21 senilai IDR 599,9 miliar. Tekanan ini
SMGR membukukan pendapatan senilai IDR 8,1 triliun pada 1Q22 atau tumbuh 0,7% YoY. Penjualan semen sebagai kontributor
Kinerja top dan bottom line UNVR sepanjang 1Q22 mencatatkan pertumbuhan masing-masing 5,4% YoY dan 19,0% YoY. Segmen
Kenaikan Harga Rata-Rata Batubara PTBA kembali memanfaatkan kenaikan harga batubara, menargetkan kenaikan produksi
EXCL mencatatkan pertumbuhan pendapatan 7,9% YoY menjadi IDR 6,7 triliun periode 1Q22, masih didominasi oleh layanan
AALI membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih 1Q22 sebesar 30,7% YoY dan 197,6% YoY. Penjualan CPO masih menjadi