Today’s Outlook :
• PASAR AS :Wall Street ditutup menguat pada Selasa seiring investor mencermati data inflasi AS, kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres, perkembangan konflik AS-Iran, serta awal musim laporan keuangan emiten besar.
Indeks S&P 500 naik 0,4% ke 7.544,63, NASDAQ Composite menguat 0,9% ke 26.107,01, sementara Dow Jones ditutup relatif datar di 52.508,66.
Data inflasi Juni menunjukkan tekanan harga lebih rendah dari perkiraan. CPI turun 0,4% secara bulanan, terbesar sejak April 2020, sedangkan core CPI stagnan. Secara tahunan, CPI naik 3,5% dan core CPI 2,6%, keduanya di bawah ekspektasi. Penurunan ini didorong anjloknya harga bensin dan energi setelah pembukaan kembali Selat Hormuz pada Juni, meski risiko inflasi kembali meningkat akibat eskalasi terbaru konflik AS-Iran.
Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut data inflasi Juni sebagai perkembangan positif, namun tetap mempertahankan sikap hawkish. Ia kembali menegaskan The Fed tidak akan lagi memberikan forward guidance terkait arah kebijakan suku bunga.
Di Timur Tengah, Presiden Donald Trump mengumumkan AS akan kembali memberlakukan blokade penuh terhadap pelabuhan Iran dan memilih menjalin kerja sama perdagangan serta investasi dengan negara-negara Teluk, menggantikan rencana sebelumnya untuk mengenakan biaya perlindungan kapal di Selat Hormuz.
Musim laporan keuangan kuartal II dimulai dengan hasil kuat dari JPMorgan, Bank of America, Citi, Wells Fargo, dan Goldman Sachs, didukung lonjakan aktivitas perdagangan dan perbankan investasi, termasuk pendapatan dari IPO SpaceX. Di sisi lain, saham IBM anjlok lebih dari 25% setelah proyeksi pendapatan kuartalannya di bawah ekspektasi akibat pergeseran belanja TI perusahaan ke infrastruktur perangkat keras.
• PASAR EROPA:Bursa saham Eropa memangkas pelemahan pada perdagangan Selasa dan mayoritas ditutup menguat setelah perlambatan inflasi konsumen AS yang lebih besar dari perkiraan meningkatkan sentimen pasar global, sehingga mampu meredam kekhawatiran atas eskalasi konflik militer di Timur Tengah. Indeks STOXX 600 yang sempat turun 0,6% pada awal perdagangan akibat kabar saling serang rudal antara AS dan Iran, berbalik menguat 0,2% saat penutupan.
• PASAR ASIA:Bursa saham Asia melanjutkan pelemahan pada Selasa seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong harga minyak mendekati level tertinggi dalam satu bulan, memicu kembali kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga global. Investor juga menanti rilis data inflasi AS.
Di Korea Selatan, KOSPI turun 2,5%, memperpanjang pelemahan sehari sebelumnya akibat volatilitas saham semikonduktor setelah saham SK Hynix di AS anjlok. Nikkei 225 Jepang melemah 1%, sementara TOPIX bergerak datar.
Di China, Shanghai Composite bergerak relatif datar, CSI 300 naik 0,5%, dan Hang Seng Hong Kong juga cenderung datar. Sementara itu, data menunjukkan ekspor dan impor China pada Juni tumbuh jauh lebih kuat dari perkiraan, didorong tingginya permintaan global terhadap produk AI dan teknologi.
• KOMODITAS:Harga minyak naik sekitar 2% ke level tertinggi dalam satu bulan pada Selasa setelah AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran, yang berpotensi mengurangi arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz. Sebelum konflik Iran, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut. Kenaikan harga dibatasi oleh kekhawatiran bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi global, dan pada akhirnya menekan permintaan minyak.
Kontrak Brent naik USD1,43 atau 1,7% menjadi USD84,73 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat USD1,20 atau 1,5% menjadi USD79,34 per barel. Untuk hari kedua berturut-turut, Brent ditutup di level tertinggi sejak 12 Juni dan WTI sejak 15 Juni. Kenaikan ini juga membuat Brent kembali berada di wilayah overbought secara teknikal selama dua hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Maret.
Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana mengenakan biaya 20% untuk perlindungan kapal di Selat Hormuz dan menyatakan akan lebih fokus menjalin kerja sama investasi dengan negara-negara Teluk.
• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Selasa kemarin ditutup kembali menguji level support 6000 dan ditutup di level 6039.52.
Dari sisi teknikal, pandangan kami belum berubah. Area 6.000 masih menjadi level konfirmasi utama untuk mengembalikan momentum bullish. Selama IHSG belum mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguji area support di 5.300–5.400 apabila tekanan jual kembali meningkat. Sebaliknya, apabila IHSG berhasil menembus dan bertahan di atas 6.000, maka peluang penguatan menuju 6.100 hingga 6.240 akan kembali terbuka. Untuk hari ini, tetap pantau level 6000, apakah IHSG mampu bertahan atau tidak.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

