Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup menguat pada Jumat, didorong debut kuat saham SK Hynix di Nasdaq yang ditutup melonjak hampir 13% di atas harga IPO. Pasar juga mencatat kenaikan pada pekan perdagangan penuh pertama Juli berkat rebound saham semikonduktor, sementara investor mengabaikan eskalasi terbaru konflik AS-Iran. Presiden Donald Trump kembali menyatakan Iran ingin melanjutkan perundingan, meski menegaskan gencatan senjata telah berakhir. Indeks S&P 500 naik 0,4% ke 7.573,79, NASDAQ Composite menguat 0,3% ke 26.281,61, dan Dow Jones bertambah 0,3% ke 52.637,09.

 

 

SK Hynix menghimpun USD26,5 miliar melalui IPO terbesar perusahaan asing di AS dengan harga USD149 per saham ADS. Saham dibuka di USD170 dan ditutup naik 12,8% ke USD168,01. Bersama Samsung Electronics dan Micron Technology, SK Hynix merupakan produsen utama chip memori DRAM dan HBM yang banyak digunakan untuk komputasi AI. Tingginya permintaan AI terus menopang harga dan permintaan chip memori.

 

 

Di Timur Tengah, Oman dan Pakistan menyerukan deeskalasi setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan. Sebagai balasan atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz, militer AS menyerang sekitar 170 target di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, gudang rudal dan drone, serta lebih dari 60 kapal IRGC. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan.

 

 

Fokus pasar kini beralih ke data inflasi AS pekan depan, yakni CPI Juni pada Selasa dan PPI Juni pada Rabu. Inflasi Mei diperkirakan menjadi puncak setelah harga minyak sempat melonjak akibat konflik Iran, sebelum kembali turun dalam beberapa pekan terakhir.

 

 

Di antara saham unggulan, Meta Platforms melonjak 6%, menjadi penguat terbesar di S&P 500 dan Nasdaq. Kenaikan didorong peluncuran model AI baru, perubahan strategi bisnis pengembang berbayar, serta rencana memulai produksi chip AI buatannya sendiri pada September dan menggandakan kapasitas komputasi menjadi 14 gigawatt tahun depan.

 

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa bergerak terbatas pada Jumat seiring memudarnya optimisme awal atas IPO besar sektor teknologi di AS, yang tergantikan oleh kekhawatiran terhadap eskalasi konflik militer AS-Iran. Ketegangan tersebut mengganggu jalur pelayaran global dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

 

 

Indeks STOXX 600 ditutup relatif datar setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya berkat reli saham AI. DAX Jerman turun 0,1%, sementara CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris masing-masing naik sekitar 0,2%. FTSE MIB Italia menguat 0,4%.

 

 

Secara mingguan, STOXX 600 mencatat potensi penurunan hampir 2%, menjadi pelemahan mingguan terbesar sejak pertengahan April, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap prospek ekonomi global.

 

 

 

• PASAR ASIA :Bursa saham Asia menguat pada Jumat, dipimpin rebound saham semikonduktor seiring investor kembali fokus pada prospek AI, meski ketegangan AS-Iran masih membayangi.

 

 

KOSPI Korea Selatan melonjak 4,2%, memangkas sebagian kerugian setelah sehari sebelumnya masuk bear market. Samsung Electronics naik 4,9%, sementara SK Hynix menguat 1,5% setelah IPO AS senilai USD26,5 miliar mengalami kelebihan permintaan lebih dari tujuh kali lipat.

 

 

Di Jepang, Nikkei 225 naik 2% dan TOPIX menguat 0,7%, didukung kabar GPIF berpotensi menambah alokasi ke saham domestik. Murata Manufacturing naik 3,9% dan Kioxia Holdings melonjak 5,7%.

 

 

Investor kini menantikan sejumlah data ekonomi penting pekan depan, termasuk PDB dan data perdagangan China, estimasi PDB Singapura, inflasi India, serta rapat Bank of Korea.

 

 

Sementara itu, Hang Seng naik 1,8%, sedangkan CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing menguat 0,2% dan 0,4%, didukung ekspektasi stimulus lanjutan dari pemerintah China.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak melonjak pada Senin setelah Iran memperluas serangan ke negara-negara Teluk menyusul serangan AS, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi melalui Selat Hormuz. Hingga pukul 22.04 GMT, minyak Brent naik USD2,67 atau 3,51% menjadi USD78,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat USD2,48 atau 3,47% menjadi USD73,89 per barel.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Jumat kemarin ditutup menguat tipis sejauh +0.2% dan ditutup di level 5924.36. Pergerakan indeks menunjukkan investor masih cenderung wait and see sambil menanti katalis baru, baik dari sentimen global maupun domestik, sehingga aktivitas perdagangan diperkirakan tetap berlangsung dalam fase konsolidasi.

 

 

Dari sisi teknikal, pandangan kami belum berubah. Area 6.000 masih menjadi level konfirmasi utama untuk mengembalikan momentum bullish. Selama IHSG belum mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguji area support di 5.300–5.400 apabila tekanan jual kembali meningkat. Sebaliknya, apabila IHSG berhasil menembus dan bertahan di atas 6.000, maka peluang penguatan menuju 6.100 hingga 6.240 akan kembali terbuka.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.