Today’s Outlook :
• PASAR AS :Saham AS ditutup bervariasi pada Kamis. Pelemahan saham Tesla dan sektor semikonduktor menekan pasar, meski data ketenagakerjaan Juni yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Secara mingguan, indeks utama tetap mencatat kenaikan menjelang libur Independence Day.
Indeks S&P 500 turun 0,1% ke 7.478,66, Nasdaq Composite melemah 0,8% ke 25.832,67, sementara Dow Jones naik 1,1% dan ditutup di rekor baru 52.899,24.
Fokus pasar tertuju pada data tenaga kerja AS. Nonfarm payrolls Juni hanya bertambah 57.000, jauh di bawah ekspektasi 114.000 dan melambat dari 129.000 pada Mei. Namun, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2% dari 4,3%, menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa The Fed tetap akan berfokus pada pengendalian inflasi.
Di sisi lain, saham semikonduktor kembali tertekan setelah reli besar pada kuartal II, dengan Philadelphia Semiconductor Index turun lebih dari 11% dalam dua hari terakhir. Sementara itu, OpenAI menjadi sorotan setelah dilaporkan mengusulkan pemberian 5% kepemilikan kepada pemerintah AS menjelang rencana IPO.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup menguat tajam pada Kamis setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi laju kenaikan suku bunga tahun ini.
Indeks STOXX 600 naik 1,4%. DAX Jerman menguat 2%, CAC 40 Prancis naik 1,7%, FTSE 100 Inggris bertambah 1,7%, dan FTSE MIB Italia menguat 1,6%.
Sentimen positif dipicu oleh data nonfarm payrolls AS yang hanya bertambah 57.000 pada Juni, jauh di bawah ekspektasi 114.000. Kondisi ini meredakan tekanan terhadap biaya pinjaman global dan memberi ruang lebih besar bagi ECB dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Sentimen juga didukung pernyataan Presiden ECB, Christine Lagarde, yang menyebut risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi Zona Euro kini semakin seimbang, sehingga meredakan kekhawatiran pasar setelah kenaikan suku bunga ECB bulan lalu.
• PASAR ASIA :Bursa saham Asia mayoritas melemah pada Kamis, dipimpin oleh Korea Selatan, seiring aksi jual saham teknologi dan semikonduktor akibat kekhawatiran terhadap tingginya valuasi sektor AI.
KOSPI anjlok 5%, dengan Samsung Electronics turun 7,5% dan SK Hynix merosot 9,2%. Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,6%, sementara saham-saham semikonduktor seperti Kioxia, Ibiden, Murata, Furukawa Electric, dan Mitsui Mining & Smelting juga mengalami penurunan tajam.
Di Taiwan, saham TSMC dan emiten lain dalam rantai pasok AI turut melemah karena investor kembali mengevaluasi valuasi sektor yang telah melonjak sepanjang tahun ini. Sebaliknya, SoftBank naik 1,5% setelah dilaporkan kembali melanjutkan pembahasan pinjaman senilai USD 10 miliar yang dijamin kepemilikannya di OpenAI.
Sementara itu, pasar saham China relatif lebih tangguh. Shanghai Composite turun 1,9% dan CSI 300 melemah 0,9%, meski sebelumnya sempat didukung oleh data manufaktur yang positif serta harapan adanya tambahan stimulus kebijakan.
• KOMODITAS :EMAS: Harga emas melonjak pada Kamis setelah data ketenagakerjaan AS bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.
Peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 51% dari sebelumnya 66%, berdasarkan CME FedWatch. Harga spot gold naik 2,4% ke USD 4.126,75 per ons, sementara gold futures menguat 1,45% ke USD 4.142,42 per ons.
MINYAK: Harga minyak bergerak relatif stabil menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan AS, setelah sebelumnya mengalami tren penurunan selama empat pekan berturut-turut hingga kembali ke level sebelum konflik Iran.
Brent naik tipis ke USD 71,60 per barel, sedangkan WTI turun 0,2% ke USD 68,47 per barel. Sentimen pasar masih dipengaruhi membaiknya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global.
• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Kamis kemarin kembali menguat menuju level 5744.56. Pasar masih cukup wait and see serta cukup fragile terkait dengan  kondisi Indonesia saat ini, sekaligus menjadikan pasar cukup volatil.
Dari sisi teknikal masih tetap sama fondasi pijakan yang harus dilewati. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break 6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.
Unduh dokumen lengkapnya DISINI.

