Today’s Outlook :
• PASAR AS :Bursa AS tutup pada Jumat. Pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah data ekonomi penting, termasuk indeks aktivitas manufaktur dan jasa (PMI) Mei, revisi pertumbuhan PDB kuartal I, serta data inflasi PCE Mei yang menjadi acuan utama The Fed dalam menilai arah inflasi dan kebijakan suku bunga.
Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika tidak menghentikan dukungannya terhadap Hezbollah di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perundingan AS-Iran di Swiss mengenai implementasi kesepakatan damai. Namun, media Iran melaporkan delegasi negaranya meninggalkan perundingan setelah ancaman Trump, meski komunikasi masih berlanjut melalui mediator Pakistan dan Qatar.
Sebelumnya, AS dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) 14 poin untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, isu Lebanon masih menjadi hambatan utama setelah Israel tetap melanjutkan serangan terhadap target Hezbollah, sementara Iran menuding AS dan Israel melanggar kesepakatan. Laporan akhir pekan juga menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah sempat dibuka sebagian, sehingga meningkatkan keraguan terhadap keberlanjutan proses perdamaian. Meski kedua negara berkomitmen melanjutkan negosiasi selama 60 hari terkait program nuklir Iran, ketegangan di Timur Tengah masih tetap tinggi.
• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada Jumat di tengah sentimen yang dibayangi rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah, prospek hawkish The Fed, serta kenaikan harga minyak. Indeks STOXX 600 turun 0,2%, DAX Jerman melemah 0,25%, dan CAC 40 Prancis turun 0,4%, sementara FTSE MIB Italia menjadi satu-satunya indeks utama yang menguat 0,5%.
Meski demikian, bursa Eropa masih mencatat penguatan untuk pekan kedua berturut-turut berkat kesepakatan damai yang membuka kembali Selat Hormuz, sehingga menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, kenaikan mingguan STOXX 600 sekitar 0,6% masih tertinggal dibandingkan reli lebih dari 1% di bursa Asia setelah The Fed secara tak terduga mengadopsi sikap yang lebih hawkish. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Oktober.
• PASAR ASIA :Bursa Asia ditutup melemah pada Jumat di tengah keraguan terhadap prospek perundingan damai AS–Iran. Saham teknologi dan semikonduktor yang sempat menguat berbalik turun akibat aksi ambil untung, sementara volume perdagangan juga tipis karena libur di China dan Hong Kong.
KOSPI Korea Selatan sempat mencetak rekor tertinggi di 9.385,59 sebelum berbalik turun 0,6%, dipimpin pelemahan saham chip. Samsung turun hampir 2%, sementara SK Hynix masih naik 2% namun terkoreksi dari rekor intraday. Di Jepang, Nikkei 225 sempat menyentuh rekor baru lalu ditutup naik tipis 0,2%, sementara TOPIX melemah 0,9%.
Inflasi Jepang pada Mei masih rendah dan berada di bawah target 2% Bank of Japan, ditopang subsidi energi pemerintah. Meski demikian, BOJ sebelumnya sudah menaikkan suku bunga dan membuka peluang kenaikan lanjutan, di tengah tekanan inflasi produsen yang meningkat dan berpotensi menekan harga konsumen ke depan.
• KOMODITAS:Harga minyak menguat pada Senin setelah lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat dan perundingan awal antara AS dan Iran pasca-kesepakatan damai sementara berlangsung kurang mulus. Brent naik 0,67% ke USD 81,11 per barel, sementara WTI menguat 2,64% ke USD 78,62 per barel.
Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun tajam setelah Iran kembali menutup jalur tersebut dengan alasan AS dan Israel melanggar kesepakatan damai. Meski demikian, harga minyak masih mencatat penurunan lebih dari 8% sepanjang pekan lalu karena pasar mengantisipasi peningkatan pasokan dari ekspor minyak Iran dan negara-negara Teluk. Iran melaporkan lebih dari 25 juta barel minyak telah melewati blokade virtual sejak awal pekan lalu, sementara Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak juga meningkatkan pasokan, dengan Irak menargetkan produksi sebesar 4,2–4,3 juta barel per hari.
• INDONESIA : IHSG per perdagangan Jumat kemarin ditutup ke zona hijau tipis di level 6177.13, dimana terlepas ada buangan volume dari efek rebalancing FTSE berhasil cukup tertahan dan diserap oleh pasar.
Selalu kawal dengan trailing stop untuk saham pilihan anda.Jika IHSG bisa melanjutkan penguatan breakout 6250, potensi penguatan terdekat di 6375-6400 sebelum menguji 6640 dan target jangka menengah adalah kembali menuju 6900-7000. Jika tidak kuat melewati area tersebut, potensi uji angka psikologis 6000.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

