Today’s Outlook :

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup mayoritas menguat pada Senin setelah rebound dari aksi jual tajam pekan lalu. Sentimen didukung oleh penguatan saham semikonduktor serta meredanya ketegangan antara Iran dan Israel. S&P 500 naik 0,3%, Nasdaq menguat 0,9%, sementara Dow Jones turun tipis 0,2%.

 

 

Sebelumnya, pasar terkoreksi tajam akibat data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan menekan saham teknologi. Fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis data inflasi AS bulan Mei, yaitu CPI (Rabu) dan PPI (Kamis), yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed.

 

 

Di sektor saham, semikonduktor memimpin penguatan dengan Philadelphia Semiconductor Index naik 5,6%. Marvell Technology melonjak 9,6% setelah diumumkan akan masuk indeks S&P 500 dan didukung prospek pertumbuhan bisnis chip kustom yang kuat.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa Eropa ditutup mixed pada Senin di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi dapat memperburuk inflasi dan memengaruhi kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB) menjelang rapat pekan ini.

 

 

Indeks Stoxx 600 turun 0,2%, DAX Jerman melemah 0,5%, dan CAC 40 Prancis turun 0,2%, sementara FTSE 100 Inggris naik tipis 0,1%. Pasar khawatir kenaikan harga energi akan mendorong inflasi lebih tinggi sehingga memaksa ECB kembali menaikkan suku bunga. Imbal hasil obligasi pemerintah Zona Euro juga naik ke level tertinggi dalam beberapa pekan, dengan pelaku pasar kini memperkirakan hingga tiga kali kenaikan suku bunga ECB sebelum akhir tahun. Kenaikan yield obligasi tersebut turut menekan pasar saham Eropa.

 

 

 

• PASAR ASIA :Saham-saham semikonduktor Asia melemah pada Senin seiring meredanya reli sektor kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya mendorong kenaikan signifikan harga saham chip. Di Korea Selatan, SK Hynix turun 5,4% dan Samsung Electronics melemah 2%, sementara LG Electronics anjlok 6,9%. Pelemahan saham-saham tersebut sempat menekan indeks KOSPI hingga turun 8,8% sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Penurunan SK Hynix tertahan setelah perusahaan mengumumkan kerja sama baru dengan NVIDIA.

 

 

Sementara itu, data ekonomi menunjukkan pertumbuhan ekonomi Japan pada kuartal I mencapai 1,8%, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 2,1%, terutama akibat melemahnya belanja bisnis.

 

 

 

• KOMODITAS: Harga minyak bergerak relatif stabil pada perdagangan Asia hari Selasa, seiring pelaku pasar mencermati gencatan senjata yang masih rapuh antara Israel dan Iran setelah kedua negara sepakat menghentikan serangan menyusul seruan dari Donald Trump.

 

 

Kontrak Brent untuk pengiriman Agustus naik tipis 0,1% ke USD 94,33 per barel, sementara WTI diperdagangkan mendatar di USD 91,29 per barel. Sebelumnya, harga Brent sempat melonjak di atas USD 98 per barel pada Senin akibat meningkatnya ketegangan militer antara Israel dan Iran, namun kembali melemah setelah muncul tanda-tanda deeskalasi konflik.

 

 

• INDONESIA :IHSG per perdagangan Senin kemarin masih ditutup terkoreksi dalam ke level 5,342.14 dimana melemah sejauh -4.5% didukung oleh oleh pelemahan saham konglomerasi dan big caps di IHSG seperti TLKM yang menuju zona ARB.

 

 

Saat ini, pasar masih terkoreksi terutama juga kekhawatiran mengenai inverted yield curve dari Bond Indonesia. Selama belum ada perubahan pasti dan jelas dari Makro / kebijakan ekonomi dari Pemerintah, pasar masih akan bergerak dalam
teritori negatif.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.