Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup menguat pada Kamis setelah sempat melemah, didorong laporan bahwa draf final kesepakatan damai AS-Iran telah tercapai dengan mediasi Pakistan. Yield obligasi tenor panjang AS dan harga minyak ikut turun setelah kabar tersebut. Sementara itu, reaksi pasar terhadap laporan keuangan NVIDIA cenderung terbatas karena kinerja kuat perusahaan diimbangi kekhawatiran valuasi yang sudah tinggi.
S&P 500 naik 0,2% ke 7.446,05 poin, NASDAQ menguat 0,1% ke 26.293,10 poin, dan Dow Jones naik 0,3% ke 50.285,66 poin, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi pertama sejak awal Februari.
Media Iran melaporkan draf final perjanjian damai antara Washington dan Teheran telah tercapai dan diperkirakan diumumkan dalam beberapa jam. Isi kesepakatan mencakup gencatan senjata langsung, jaminan kebebasan navigasi di Teluk dan Selat Hormuz, serta dimulainya negosiasi lanjutan dalam sepekan.
Namun sebelumnya, sentimen sempat tertekan setelah Reuters melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei memerintahkan uranium Iran yang hampir mencapai level senjata tidak dikirim ke luar negeri, menandakan sikap Iran yang makin keras dalam negosiasi nuklir dengan AS.
Iran juga memperluas kontrol atas Selat Hormuz dengan membentuk badan regulator maritim baru bernama Persian Gulf Strait Authority. Otoritas tersebut memperluas area pengawasan di sekitar Selat Hormuz dan mewajibkan kapal yang melintas untuk memperoleh izin dan koordinasi khusus.
• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa mayoritas melemah pada Kamis setelah investor mencermati laporan bahwa Iran mengambil sikap keras terkait pengayaan uranium, yang berpotensi menghambat peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Indeks Stoxx 600 Eropa naik tipis 0,1%, namun DAX Jerman turun 0,3%, CAC 40 Prancis melemah 0,4%, sementara FTSE 100 Inggris naik 0,1%.
Ekspektasi bahwa ECB dan bank sentral global lainnya dapat kembali menaikkan suku bunga untuk meredam lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi turut mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah Zona Euro dan menekan pasar saham.
Data terbaru juga menunjukkan aktivitas ekonomi Zona Euro pada Mei mengalami kontraksi terdalam dalam lebih dari 2,5 tahun, terutama akibat lonjakan biaya hidup yang dipicu perang.
• PASAR ASIA :Bursa saham Asia melonjak pada Kamis setelah hasil keuangan NVIDIA yang kuat kembali mendorong minat investor terhadap saham teknologi. Saham Samsung Electronics juga melesat setelah tercapainya kesepakatan sementara terkait kenaikan upah dengan serikat pekerja, sehingga rencana mogok kerja berhasil ditunda.
KOSPI Korea Selatan melonjak 7,9% ke 7.777,27 poin, mencatat penguatan terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Saham Samsung turut naik hampir 8% setelah perusahaan dan serikat pekerja mencapai kesepakatan gaji di menit akhir, membatalkan rencana mogok 18 hari yang melibatkan sekitar 48.000 pekerja. Kesepakatan ini meredakan kekhawatiran gangguan pasokan chip memori global di tengah tingginya permintaan AI.
Kinerja positif NVIDIA juga mengangkat saham-saham chip di Asia. Investor melihat hasil tersebut sebagai sinyal bahwa permintaan terhadap prosesor AI dan infrastruktur data center masih tetap kuat. Nikkei Jepang naik 3,7%, sementara TOPIX menguat 2,1%.
Pasar China tertinggal dibanding kawasan lain karena investor masih khawatir terhadap prospek sektor properti dan lambatnya tambahan stimulus dari Beijing. Indeks CSI 300 naik 0,6%, sedangkan Shanghai Composite bergerak flat.
• KOMODITAS : Harga minyak naik tajam pada perdagangan awal Asia Jumat, rebound dari pelemahan sebelumnya seiring pasar menunggu perkembangan lebih lanjut terkait potensi kesepakatan damai AS-Iran.
Komentar positif dari pejabat AS mengenai negosiasi dengan Iran sempat membuat harga minyak mencatat penurunan mingguan yang cukup dalam. Namun, harga minyak tetap relatif tinggi karena Selat Hormuz masih ditutup dan AS-Iran masih berselisih terkait isu utama, terutama program nuklir Teheran.
WTI kontrak Juli melonjak 1,6% ke USD94,34 per barel pada pukul 19:06 ET (23:06 GMT), meski secara mingguan masih turun sekitar 6,6%.
Sementara itu, tujuh negara utama produsen minyak OPEC+ diperkirakan akan menyetujui kenaikan produksi moderat untuk Juli dalam pertemuan 7 Juni mendatang. Target produksi bulanan diperkirakan naik sekitar 188 ribu barel per hari, meski pasokan beberapa negara masih terganggu akibat perang Iran.
OPEC+ sebelumnya mempertahankan produksi stabil pada kuartal I-2026, namun mulai menaikkan target produksi setiap bulan sejak April. Besaran kenaikan juga diperkecil sejak Uni Emirat Arab keluar dari kelompok tersebut.
• INDONESIA :IHSG ditutup kembali melemah sejauh -3.54% ke level 6,094.94. IHSG masih tertekan oleh aksi jual saham konglomerasi dan outflow asing seiring antisipasi pasar terkait rebalancing MSCI Mei 2026 khususnya pada saham DSSA, BREN, TPIA yang masih tertekan, serta AMMN yang mulai ada perlawanan.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham blue chip seperti TLKM sebagai saham defensif masih turut menguat di tengah kekhawatiran pelemahan Rupiah terhadap USD.
Pasar masih mencerna terkait pembentukan Danantara SDI, sembari menunjukkan kekhawatiran pada saham – saham berbasis komoditas ditengah belum adanya clarity yang jernih terkait mekanismenya.
Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area 6,000 sebagai benteng psikologis terakhir walaupun sudah mencoba menutup gap sekitar area 6100, walaupun ada peluang dead cat bounce (DCB).
Untuk jangka pendek, pelaku pasar dapat mencermati saham-saham yang masih mampu bertahan di area support dengan fundamental solid dan valuasi menarik.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

