Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Wall Street ditutup mixed pada Rabu, karena investor mencermati optimisme atas potensi negosiasi baru AS–Iran serta sejumlah laporan kinerja perusahaan. S&P 500 sempat menyentuh rekor intraday baru dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya sejak akhir Januari, menandai pemulihan kuat setelah pelemahan Maret akibat konflik Timur Tengah.

 

 

S&P 500 naik 0,8% ke 7.022,81. NASDAQ naik 1,6% ke 24.016,02, sementara Dow Jones turun 0,2% ke 48.463,72. Meski volatilitas dipicu perang Iran dan penutupan Selat Hormuz—salah satu jalur pelayaran terpenting dunia—saham AS tetap cenderung menguat. Nasdaq sendiri sudah naik 14% dalam 10 sesi terakhir, rekor winning streak terpanjang sejak 2021. Sentimen juga didukung musim laporan keuangan serta komentar bank-bank Wall Street yang menyebut konsumsi dan pinjaman masyarakat AS masih kuat, menunjukkan ekonomi yang resilien meski ada risiko guncangan energi dari konflik Iran.

 

 

Presiden Donald Trump menyebut perang dengan Iran bisa segera berakhir, meski militer AS masih memberlakukan blokade laut yang membatasi lalu lintas kapal Iran. Dalam wawancara dengan Sky News, ia mengatakan sangat mungkin tercapai gencatan senjata permanen sebelum kunjungan Raja Charles bulan ini, dan menyebut Iran “sudah cukup babak belur”.

 

 

Sebelumnya, Trump juga mengatakan kepada Fox News bahwa konflik yang dimulai dari serangan gabungan AS–Israel pada akhir Februari “sudah hampir selesai”. New York Post melaporkan bahwa pembicaraan gencatan senjata sementara AS–Iran diperkirakan akan dilanjutkan dalam dua hari ke depan setelah putaran awal di Pakistan.

 

 

Harapan deeskalasi juga meningkat setelah Israel dan Lebanon menggelar pembicaraan langsung pertama dalam beberapa dekade di Washington, meski serangan Israel terhadap target Hezbollah yang berafiliasi dengan Iran masih berlanjut, yang bisa mengganggu gencatan senjata AS–Iran. Israel juga membantah klaim Iran bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata.

 

 

Trump juga menyebut di media sosial bahwa China telah setuju tidak mengirim senjata ke Iran. Ia mengatakan pembukaan Selat Hormuz akan “permanen” dan dilakukan untuk China dan dunia, serta menyebut Presiden China Xi Jinping akan memberinya sambutan hangat saat kunjungan ke negara tersebut.

 

 

 

• PASAR EROPA :Saham Eropa cenderung bergerak mixed pada Rabu, dengan investor mencermati sinyal dari AS terkait upaya mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu dekat.

 

 

Indeks Stoxx 600 turun tipis 0,4%, DAX Jerman naik 0,2%, sementara FTSE 100 Inggris melemah 0,5%. CAC 40 Prancis turun 0,6%, terbebani penurunan tajam saham Hermès (pembuat tas Birkin) yang melaporkan perlambatan pertumbuhan penjualan akibat lemahnya permintaan karena konflik Iran. Saham Kering juga turun setelah penjualan Gucci melemah. Hasil ini, bersama kinerja kurang solid dari LVMH, menekan harapan pemulihan sektor luxury Eropa.

 

 

Di sisi lain, sentimen terbantu oleh ASML, pemasok peralatan chip terbesar di Eropa, yang menaikkan proyeksi penjualan tahunan seiring dorongan dari booming AI. Permintaan terhadap produk ASML meningkat karena perusahaan teknologi berlomba memperkuat kapasitas AI mereka.

 

 

 

• PASAR ASIA : Saham Asia melanjutkan penguatan pada Rabu, dengan sektor teknologi mengikuti kenaikan kuat di Wall Street, sementara optimisme hati-hati atas potensi terobosan diplomatik AS–Iran turut mendorong sentimen risiko.

 

 

Nikkei 225 Jepang naik sekitar 1% dan mendekati level rekor, sementara TOPIX menguat tipis 0,3%. KOSPI Korea Selatan memimpin dengan lonjakan lebih dari 3%, kembali mendekati rekor tertinggi tahun ini. Kenaikan didorong saham produsen chip memori seiring ekspektasi permintaan AI yang tetap kuat. Saham SK Hynix mencetak rekor baru, dan Samsung Electronics juga naik. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite China naik tipis 0,4%, sementara Hang Seng Hong Kong melonjak lebih dari 1%.

 

 

 

•  KOMODITAS:Harga minyak sedikit turun dalam perdagangan Asia pada Kamis, seiring fokus pasar pada kemungkinan AS dan Iran melanjutkan pembicaraan damai sebelum gencatan senjata berakhir pekan depan. Sikap hati-hati juga dipicu oleh data pertumbuhan ekonomi China yang akan dirilis, mengingat China adalah importir minyak terbesar dunia.

 

 

WTI turun 0,4% ke USD 90,90 per barel. Sepanjang minggu ini, harga minyak tertekan karena harapan lanjutan negosiasi AS–Iran, meski pembicaraan sebelumnya belum membuahkan hasil. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan dan perang mendekati akhir.

 

 

Namun, AS juga telah menerapkan blokade laut penuh terhadap Iran, yang berpotensi menghambat negosiasi. Laporan menunjukkan beberapa kapal dan tanker tetap melintas di Selat Hormuz. Iran juga dikabarkan mempertimbangkan memberi akses aman bagi kapal melalui sisi Oman sebagai bagian dari kesepakatan damai.

 

 

 

•  INDONESIA :IHSG ditutup kembali terkoreksi -0.68% di zona merah berada di angka 7623.6 dimana nampaknya sebagian pelaku pasar melakukan aksi profit taking. Pasar Indonesia saat ini sudah mulai kebal dengan sentimen geopolitik US-Iran, dan selanjutnya agenda reformasi IHSG yang sudah terlihat mulai dari perilisan HCL memberikan angin segar bagi bursa IHSG. Hal agenda yang ditunggu selanjutnya adalah bagaimana kelanjutan dari inklusi dan rebalancing MSCI di Bulan Mei 2026, perhatian pelaku pasar terutama tentang BREN dan DSSA yang masuk ke dalam HCL (High Concentration List). Flow di market nampaknya masih berkonsentrasi pada saham konglomerasi, tetap perhatikan rotasi antar konglomerasi menjadi peluang trading.

 

 

Download full report HERE.