Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Wall Street melonjak pada Senin setelah sempat tertekan pekan lalu, didorong oleh turunnya harga minyak. Saham Nvidia naik setelah CEO-nya memberikan proyeksi kuat terkait permintaan chip AI, yang ikut mengangkat saham teknologi. Pekan ini menjadi penting bagi pasar karena sejumlah bank sentral global dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter. Ini juga menjadi kesempatan pertama bagi pembuat kebijakan untuk merespons konflik AS–Israel terhadap Iran yang telah memasuki minggu ketiga. Indeks S&P 500 naik 1,1% ke 6.702,18, NASDAQ Composite naik 1,2% ke 22.374,18, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,8% ke 46.946,41.

 

 

Harga minyak tetap jadi sorotan karena Selat Hormuz jalur penting di selatan Iran yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia masih secara efektif ditutup oleh Teheran, sehingga mengganggu aliran energi dan mengancam ekonomi global. Meski AS berupaya meredakan kekhawatiran pasokan, termasuk dengan melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Rusia, harga minyak mentah tetap meningkat. Akibatnya, harga bensin juga naik dan berpotensi mendorong inflasi, menjadi perhatian utama pemilih AS menjelang pemilu paruh waktu 2026 pada November. Setelah Presiden Donald Trump meminta sejumlah negara membantu membuka kembali Selat Hormuz, Reuters melaporkan beberapa sekutu AS—terutama negara-negara NATO—enggan memberikan bantuan. Trump sebelumnya mengatakan kepada Financial Times bahwa negara anggota NATO seharusnya membantu membuka kembali selat tersebut dan memperingatkan bahwa masa depan NATO bisa terdampak jika mereka tidak merespons. Trump juga menyoroti China, bahkan mengancam membatalkan rencana pertemuan dengan Presiden Xi Jinping pada April jika Beijing tidak menggunakan pengaruhnya untuk membuka kembali selat tersebut. The New York Times melaporkan bahwa kapal tanker yang membawa minyak ke China masih diizinkan melintas, sementara kapal lain terkena serangan proyektil.

 

 

 

PASAR EROPA : Bursa saham Eropa menguat pada Senin, didukung penurunan relatif harga minyak dan konflik di Iran yang telah memasuki minggu ketiga. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,4%, DAX Jerman naik 0,5%, CAC 40 Prancis menguat 0,3%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,6%.

 

 

Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz yang dikelilingi Iran di tiga sisi secara efektif ditutup oleh Teheran, mendorong lonjakan harga energi dan memperburuk prospek ekonomi global. Bagi Eropa, gangguan ini berisiko memicu kembali inflasi di kawasan yang beberapa bulan lalu dianggap mulai berhasil mengendalikan kenaikan harga. Eropa merupakan importir besar produk energi yang melewati selat tersebut, sehingga berpotensi menekan ekonomi yang belakangan cenderung stagnan. Seiring lonjakan harga minyak dan gas, biaya pinjaman di kawasan ini juga meningkat, sebagian mencerminkan kekhawatiran bahwa Bank Sentral Eropa mungkin kembali mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

 

 

 

•  PASAR ASIA :  Mayoritas bursa saham Asia melemah pada Senin, tertekan oleh harga minyak yang tetap tinggi seiring konflik di Timur Tengah memasuki minggu ketiga tanpa tanda-tanda mereda. Lonjakan harga minyak mentah meningkatkan kekhawatiran inflasi, terutama di Asia yang banyak bergantung pada impor energi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,2%, sementara indeks TOPIX melemah 1%. Indeks KOSPI Korea Selatan juga turun 0,5%.

 

 

Investor juga mencermati data ekonomi terbaru dari China yang dirilis Senin. Produksi industri China pada periode Januari–Februari naik 6,3% YoY, melampaui ekspektasi dan lebih tinggi dari pertumbuhan 5,2% pada Desember. Penjualan ritel—indikator utama konsumsi—naik 2,8% YoY, juga di atas perkiraan dan meningkat dari 0,9% pada Desember. Data ini menunjukkan awal tahun yang lebih kuat dari perkiraan bagi ekonomi terbesar kedua di dunia, meski investor tetap berhati-hati di tengah risiko geopolitik global.

 

 

Indeks Shanghai Composite China turun 1%, sementara indeks blue-chip CSI 300 melemah 0,8%. Indeks Hang Seng Hong Kong bergerak relatif datar.

 

 

 

KOMODITAS : 

MINYAK : Harga minyak turun sekitar 3% pada Senin setelah beberapa kapal berhasil melintasi Selat Hormuz, meskipun sekutu AS menolak seruan Presiden Donald Trump untuk membantu membuka kembali jalur tersebut. Kepala International Energy Agency (IEA) juga menyatakan bahwa lebih banyak cadangan minyak dapat dilepas ke pasar untuk menahan kenaikan harga akibat perang Iran. Minyak Brent turun USD 2,93 (-2,8%) ke USD 100,21 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD 5,21 (-5,3%) ke USD 93,50 per barel. Pemerintah di seluruh dunia berupaya melindungi konsumen dari lonjakan biaya energi seiring gangguan pasokan minyak dan gas global akibat perang.

 

 

Trump kembali meminta negara-negara lain membantu membuka Selat Hormuz dan mengeluhkan kurangnya dukungan dari sekutu. Menteri luar negeri Uni Eropa saat ini disebut “tidak memiliki keinginan” untuk memperluas misi angkatan laut UE di Timur Tengah hingga ke selat tersebut, menurut Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas pada Senin. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Iran, yang telah mengizinkan beberapa kapal India melintas, juga meminta India membebaskan tiga kapal tanker yang disita pada Februari sebagai bagian dari negosiasi untuk memastikan jalur aman bagi kapal berbendera atau tujuan India melalui selat tersebut, menurut tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada Reuters.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG kembali terkoreksi sejauh -1.6% ke level menjadi 7022.3 seiring dengan kekhawatiran mengenai fiskal Indonesia, kepanikan terkait harga minyak mentah dunia yang naik kembali menyentuh USD 100 / barrel serta dengan tindakan investor yang nampaknya mengurangi posisi seiring dengan libur panjang hari raya Idul Fitri di IHSG. Investor perlu berhati-hati dalam posisi ekuitas seiiring dengan yield dari ID10YT yang mulai uptrend. Investor diharapkan tetap berhati-hati dengan kondisi global yang masih memanas serta volatilitas dari harga minyak yang sangat volatil serta melakukan trading yang beritme lebih cepat sejalan dengan pergerakan pasar yang seperti “Kangaroo market”.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.