Today’s Outlook :

 


PASAR AS: Wall Street melemah pada Kamis seiring investor beralih dari saham teknologi dan komunikasi berpertumbuhan tinggi ke sektor defensif serta obligasi Treasury AS. NASDAQ turun 2,6% ke 26.008,86, S&P 500 melemah 1,2% ke 7.664,99, sementara Dow Jones ditutup flat di 52.866,85.

 

 

Saham AI tertekan oleh kekhawatiran terhadap besarnya belanja infrastruktur yang dibiayai utang dan potensi rendahnya imbal hasil investasi. Meta Platforms anjlok 7% setelah memperkirakan kenaikan belanja modal dan mengumumkan penerbitan kelas saham baru tanpa hak suara untuk mendanai ekspansi AI. Meta mencatat arus kas bebas negatif pada kuartal III, dengan belanja modal hampir USD35 miliar. Komitmen sewa dan kontrak perusahaan mencapai total USD824,9 miliar. Saham Microsoft, Oracle, Alphabet, dan Amazon turut turun 2,2%–4,6%. Saham semikonduktor juga mencatat penurunan harian terdalam sejak 23 Juni.

 

 

PASAR EROPA: Bursa Eropa melemah akibat tekanan pada obligasi pemerintah Prancis dan aksi jual saham teknologi. STOXX 600 turun 1,1%, CAC 40 melemah 1,4%, dan FTSE MIB Italia turun 2,5%.

 

 

Meski pendapatan Meta pada kuartal III melampaui ekspektasi, rencana penerbitan kelas saham tanpa hak suara memicu kekhawatiran dilusi kepemilikan pemegang saham dan peningkatan belanja modal AI. Saham teknologi Eropa turut tertekan, dengan ASML, ASM International, Infineon, dan Soitec turun 3%–5%.

 

 

PASAR ASIA: Bursa Asia melemah akibat kekhawatiran terhadap imbal hasil investasi AI yang belum pasti, menekan saham semikonduktor dan ekuitas China. MSCI Asia Pacific turun sekitar 1%, KOSPI Korea Selatan melemah 3,5%, Nikkei 225 Jepang turun 2,4%, Hang Seng Hong Kong merosot 3%, CSI 300 turun 1,8%, dan Shanghai Composite melemah 1,4%.

 

 

Saham chip Korea Selatan tertekan, dengan SK Hynix turun 4% dan Samsung Electronics melemah 3,6%. Kioxia Jepang turun 3,3%, Murata Manufacturing melemah 2,1%, TSMC turun 0,6%, dan Foxconn merosot 1%.

 

 

KOMODITAS: Harga minyak melonjak pada Kamis dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari lima bulan akibat serangan terbaru kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap infrastruktur energi dan bandara Arab Saudi, sehingga meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan.

 

 

Sentimen juga tertekan oleh laporan bahwa AS dan Israel mempertimbangkan peningkatan serangan militer terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS pada November. Pada pukul 15.50 ET (19.50 GMT), Brent untuk pengiriman Desember melonjak 4% menjadi USD113,14/barel, level tertinggi sejak awal Mei. Sementara itu, WTI untuk pengiriman Desember naik 2,2% menjadi USD99,31/barel.

 

 

INDONESIA: IHSG pada perdagangan kemarin kembali menguat +1.12% ke level 5,387.90, melanjutkan momentum technical rebound setelah berhasil melewati resistance 5,320. Menariknya, penguatan ini terjadi di tengah tekanan jual asing yang masih cukup besar, dengan net foreign sell mencapai IDR 1.47 Tn.

 

 

Kami melihat IHSG saat ini menunjukkan relative resilience terhadap tekanan pasar global, didukung oleh valuasi sejumlah saham yang semakin atraktif setelah koreksi tajam serta penguatan emiten berbasis komoditas. Kondisi ini memberikan bantalan bagi indeks, meskipun tekanan outflow asing masih perlu diwaspadai.

 

 

Dari sisi global, sentimen mulai mengarah pada risk-off seiring meningkatnya skeptisisme investor terhadap valuasi saham-saham berbasis AI yang dinilai sudah cukup tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, sehingga keberlanjutan rebound IHSG tetap perlu dikonfirmasi melalui flow dan kemampuan saham-saham penggerak indeks mempertahankan momentum.

 

 

Secara teknikal, IHSG kini menghadapi resistance terdekat di 5,420, dengan target resistance berikutnya di kawasan 5,600 apabila breakout berhasil dikonfirmasi. Sementara itu, area 5,320 menjadi support minor yang perlu dipertahankan, sedangkan psychological level 5,000 tetap menjadi support utama. Selama IHSG mampu bertahan stabil di atas 5,000, struktur technical rebound masih relatif terjaga dan setiap koreksi dapat menjadi peluang selective buying.

 

 

Untuk hari ini, tetap perhatikan potensi tekanan jual menjelang penutupan perdagangan mingguan, terutama setelah penguatan indeks dalam beberapa sesi terakhir. Strategi selective buying pada saham core IHSG dengan valuasi terdiskon, saham komoditas yang menunjukkan relative strength, serta emiten berdividen masih dapat dipertimbangkan. Namun, hindari mengejar harga terlalu agresif dan tetap disiplin terhadap support teknikal masing-masing saham di tengah meningkatnya sentimen risk-off global.