BBNI – Didukung Kenaikan Rasio CASA
BBNI mencatatkan laba bersih senilai IDR 7,7 triliun selama 9M21, atau 79,4% dari estimasi kami senilai IDR 9,7 triliun.
BBNI mencatatkan laba bersih senilai IDR 7,7 triliun selama 9M21, atau 79,4% dari estimasi kami senilai IDR 9,7 triliun.
Laba dan margin MYOR 3Q tercatat melemah karena harga komoditas yang lebih tinggi dan pembatasan kegiatan publik yang
BBCA mencatatkan laba bersih 9M21 senilai IDR 23,2 triliun, memenuhi 70% dari estimasi kami, seiring keberhasilan
SIDO menutup 3Q21 dengan kinerja penjualan yang mengesankan, didukung permintaan yang lebih tinggi di segmen herbal dan
Naiknya harga batubara menciptakan prospek kinerja operasional yang lebih baik di 6M-21. Secara keseluruhan, ekspor ke
Kinerja ADRO di 6M-21 mengindikasikan pertumbuhan yang besar dengan pertumbuhan pendapatan 14,2% YoY dan penurunan 9,6%
WIKA mencatatkan pendapatan 1H21 Rp6,76 triliun atau turun 5% YoY, imbas adanya penundaan dari sisi pemilik proyek untuk
BBNI mencetak pemulihan kinerja yang solid pada 1H21, dengan kenaikan top-line baik pendapatan bunga maupun non-bunga.
MAPI menutup 2Q21 dengan kinerja yang baik, terutama didorong oleh peningkatan SSSG dan ekspansi margin yang ekstensif.