XA Update Report | PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) – 3Q26: Ekspansi Kredit Wholesale Tetap Solid – Perbaikan Kualitas Aset Menopang Profitabilitas di Tengah Tekanan NIM
By Leonardo Lijuwardi
28 October 2026
BBNI kembali mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang positif di 9M26 tumbuh sebesar +6.6% YoY menjadi IDR 16.12T. Secara kuartalan, laba bersih 3Q26 mencapai IDR 5.36T (+6.7% YoY; +5.2% QoQ). Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap solid, pertumbuhan non-interest income, serta perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan. Net Interest Income (NII) tumbuh +13.6% YoY menjadi IDR 33.24T (Quarterly basis: 3Q26: IDR 10.95T | +12.5% YoY & -2.7% QoQ) sementara Pre-Provision Operating Profit (PPOP) meningkat +11.6% YoY mencapai IDR 27.53T. Namun, tekanan terhadap profitabilitas di industri juga masih terlihat dari kontraksi NIM menjadi 3.5% pada 9M26 dibandingkan 3.8% pada 9M25, seiring peningkatan cost of funds dan tekanan terhadap loan yield. Pertumbuhan non-interest income sebesar +12.8% QoQ menjadi IDR 6.74T serta penurunan provisioning charges sebesar -36.8% QoQ menjadi IDR 1.87T (2Q26: IDR 2.96T & 3Q25: IDR 2.33T) membantu menjaga pertumbuhan laba bersih. Berbicara mengenai NIM (Net Interest Margin) turun kontraksi menjadi 3.3% pada 3Q26 dari 3.6% pada 2Q26, sementara secara 9M26 NIM berada pada 3.5%, turun 30 bps YoY yang sejalan dengan tren yang berlangsung di industri. Di sisi lain, kualitas aset menunjukkan perkembangan positif, denganLoan at Risk (LAR) turun menjadi 7.8% dari 10.4% pada 9M25, sehingga memperkuat fundamental BBNI di tengah tekanan kompresi NIM yang berlangsung secara industri.
🔹 Lending Side: Pertumbuhan Kredit Tetap Kuat – Enterprise Menjadi Motor Ekspansi Wholesale
• Pertumbuhan kredit BBNI bertumbuh per 9M26. Total kredit BBNI konsolidasian tumbuh +22.2% YoY dan +2.5% QoQ menjadi IDR 992.5T, didorong oleh ekspansi segmen business banking khususnya wholesale banking sebesar +30.3% YoY dan +2.7% QoQ menjadi IDR 673.8T di 9M26. Secara keseluruhan, business banking meningkat +25.7% YoY menjadi IDR 810.3T, atau sekitar 81.6% dari total kredit konsolidasian. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa wholesale banking masih menjadi penggerak utama ekspansi kredit BBNI di tengah aktivitas pembiayaankorporasi yang tetap kuat.
• Enterprise menjadi segmen dengan pertumbuhan paling agresif dalam portofolio wholesale. Kredit enterprise meningkat +105.6% YoY dan +20.4% QoQ menjadi IDR 136.3T, sementara kredit corporate tumbuh +19.3% YoY menjadi IDR 537.5T, meskipun mengalami kontraksi tipis -0.9% QoQ. Di sisi lain, kredit consumer tetap bertumbuh moderat sebesar +9.0% YoY dan +1.9% QoQ menjadi IDR 163.8T di 9M26, ditopang oleh KPR (+9.9% YoY & +2.0% QoQ) dan personal loan (+8.8% YoY & +1.8% QoQ).
• Loan yield mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan, meskipun secara kumulatif masih lebih rendah. Blended loan yield meningkat menjadi 7.1% pada 3Q26 dibandingkan 6.9% pada 2Q26, didorong oleh pemulihan yield pada segmen corporate, enterprise, dan small business. Namun, secara 9M26, blended loan yield masih berada pada 6.9% dibandingkan 7.3% pada 9M25. Dengan demikian, kami melihat strategi asset repricing BBNI mulai memberikan hasil positif, walaupun pemulihan yield masih perlu berlanjut untuk mengimbangi tekanan Cost of Fund (CoF) yang mulai naik.
🔹 Funding Side: Pertumbuhan DPK Masih Dapat Bertumbuh
• Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BBNI menunjukkan momentum yang tetap kuat. Total DPK meningkat +20.4% YoY dan +2.2% QoQ menjadi IDR 1,124.6T di 9M26, didukung oleh pertumbuhan CASA sebesar +19.6% YoY menjadi IDR 733.7T (+1.9% QoQ). Current account menjadi kontributor pertumbuhan utama dengan ekspansi +25.9% YoY menjadi IDR 433.8T, sementara savings account bertumbuh +11.6% YoY menjadi IDR 300.0T.
• CASA bertumbuh kuat secara nominal namun komposisi funding masih menghadapi tekanan dari kenaikan deposito berjangka. Time deposit meningkat +21.8% YoY dan +2.8% QoQ menjadi IDR 390.8T di 9M26, sehingga CASA ratio sedikit menurun menjadi 65.2% dari 65.4% pada 2Q26 dan 65.6% pada 3Q25. Sementara itu, CoF sudah mulai meningkat menjadi 3.16% pada 3Q26 dari 2.63% pada 2Q26, sejalan dengan meningkatnya biaya dana di tengah lingkungan suku bunga yang mulai tinggi sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan BI.
🔹 BBNI Asset Quality: Kualitas Aset yang Mengalami Penguatan dan Pemulihan
• Perbaikan kualitas aset menjadi salah satu highlight terpenting BBNI pada 9M26. Loan at Risk (LAR) turun cukup signifikan menjadi 7.8% pada 3Q26 dari 8.1% pada 2Q26 dan 10.4% pada 3Q25, atau membaik 260 bps secara YoY. Secara nominal, outstanding LAR turun menjadi IDR 75.9T dari IDR 82.9T pada 3Q25, meskipun total kredit mengalami pertumbuhan sebesar +22.2% YoY. Sementara itu, NPL ratio tetap terjaga di level 1.9% di 9M26 ini. Tren tersebut menunjukkan bahwa ekspansi kredit BBNI masih diikuti perbaikan profil risiko secara keseluruhan.Perbaikan kualitas aset terutama terlihat pada segmen wholesale, khususnya enterprise. LAR enterprise turun signifikan menjadi 7.8% pada 3Q26 dibandingkan 15.2% pada 3Q25 dan 10.2% pada 2Q26, sementara NPL enterprise membaik menjadi 2.6% dari 3.0% pada kuartalsebelumnya. Namun, segmen consumer masih perlu dicermati, mengingat NPL consumer meningkat menjadi 3.2% dari 2.6% pada 3Q25. Secara keseluruhan, perbaikan kualitas kredit wholesale menunjukkan hasil positif dari strategi underwriting dan pengelolaan risiko yang lebihdisiplin.
• Penurunan pembentukan NPL dan beban provisioning memberikan ruang yang lebih baik bagi profitabilitas. Provisioning charges pada 3Q26 turun -36.8% QoQ menjadi IDR 1.87T, dengan credit cost (CoC) turun menjadi 0.7% di 3Q26 dari 1.2% pada 2Q26. Di sisi lain, LAR coverage meningkat menjadi 48.3% dari 47.4% pada 2Q26, meskipun NPL coverage menurun menjadi 193.3%. Kami melihat perbaikan kualitas aset dan kebutuhan provisioning yang lebih terkendali berpotensi menjadi penopang profitabilitas BBNI, khususnya apabila tekananterhadap NIM masih berlanjut.
🔹 FY26 Outlook: PenyesuaianTerhadap Kredit & Resiliensi Kualitas Aset Menopang Laba
• FY26 Outlook: Revisi Naik Guidance Kredit, Perbaikan Kualitas Aset Menopang Profitabilitas. Manajemen menaikkan guidance pertumbuhan kredit FY26 menjadi 10–13% YoY dari sebelumnya 8–10%, sejalan dengan realisasi pertumbuhan kredit +22.2% YoY pada 9M26. Sementaraitu, guidance NIM dan credit cost dipertahankan masing-masing pada 3.3–3.5% dan 1.0–1.2%. Kami melihat ekspansi wholesale, khususnya enterprise, serta perbaikan kualitas aset tetap menjadi penopang utama profitabilitas BBNI.
• Fundamental Tetap Resilien di Tengah Tekanan Margin. Laba bersih 9M26 sebesar IDR 16.12T telah mencapai 74.6% dari estimasi FY26 NHKSI sebesar IDR 21.62T. Pertumbuhan kredit, CASA, DPK, serta non-interest income yang solid masih mampu memitigasi sebagian tekananNIM dan kenaikan funding cost. Di sisi lain, penurunan LAR, membaiknya NPL formation, serta provisioning yang lebih terkendali memberikan fondasi positif bagi pertumbuhan laba, meskipun risiko kualitas kredit consumer tetap perlu dicermati.
🔹 Rekomendasi “Buy” dengan Level IDR 3,900 / Lembar (Potential Upside +16.4%)
• NHKSI Research memberikan rekomendasi “Buy” dengan target harga di IDR 3,900/lembar yang mengimplikasikan -1 STD Forward PBV Last 3 Years. Terlepas saat ini kondisi wacana penurunan klasifikasi indeks Indonesia terutama potensi peluang penurunan MSCI Indonesia ke standalone market, kualitas bisnis BBNI masih tetap stabil dari segi profitabilitas. Pertumbuhan kredit yang kuat terutama pada corporate dan middle banking, fee-based income yang resilient, serta asset quality yang tetap terjaga menjadi penopangprofitabilitas. Katalis positif meliputi momentum pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, recovery loan yield/NIM yang lebih cepat dari ekspektasi, serta monetisasi hubungan wholesale serta penguatan fee-based income. Adapun katalis penekan BBNI antara lain meliputiketidakpastian makro dan politik, peningkatan kompetisi di industri perbankan, serta potensi kinerja kredit dan NIM yang di bawah ekspektasi.
Unduh laporan lengkapnya DISINI