Weekly Report | 1 Nov 2021
Memasuki bulan November, pergerakan bursa saham berpotensi dipengaruhi oleh beberapa rilis data ekonomi penting.
Memasuki bulan November, pergerakan bursa saham berpotensi dipengaruhi oleh beberapa rilis data ekonomi penting.
Bursa saham AS menutup akhir bulan lalu (29/10) di zona hijau, dengan ketiga indeks utama serempak mencatatkan rekor
Profit Taking Jelang Data GDP AS. Semua Surat Utang Negara (SUN) benchmark catatkan kenaikan yield lebih dari 1 bps
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan (28/10); ditandai oleh rekor tertinggi baru pada Nasdaq dan S&P500.
Aksi Beli Tekan Yield FR0083. Kemarin, yield Surat Utang Negara (SUN) seri benchmark 20-tahun FR0083 turun 8,2bps ke
Bursa saham AS cenderung melemah pada perdagangan (27/10); meski indeks Nasdaq masih mampu ditutup stagnan. Tingkat
Bursa saham masih mampu melanjutkan penguatan secara terbatas pada (26/10); ditandai dengan S&P 500 yang naik 0,18%.
Ketidakpastian Pemulihan Ekonomi Global. Hal ini membuat pelaku pasar agresif melakukan aksi beli pada Surat Utang
Pasar SUN Menguat. Selain mencermati harga komoditas global, pelaku pasar menantikan rilis data Gross Domestic Product