Today’s Outlook :
▫️ PASAR AS :Bursa saham AS ditutup melemah pada Selasa setelah harga minyak naik menyusul pernyataan pejabat Iran bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka hingga persyaratan Teheran dipenuhi. Investor cenderung wait-and-see menjelang rilis data inflasi yang dapat memengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed.
S&P 500 turun 0,4% ke 7.725,76, Nasdaq melemah 0,6% ke 26.445,45, dan Dow Jones turun 0,3% ke 53.791,97.
Ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama. Iran mensyaratkan pencabutan blokade angkatan laut AS, penghapusan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan akibat perang sebelum selat dibuka kembali. Sementara itu, AS dan Iran disebut mendekati suatu kesepakatan damai, dengan Oman dan Pakistan berperan sebagai mediator.
Fokus pasar kini beralih ke data CPI AS Juli yang akan dirilis Rabu. Data tersebut menjadi semakin penting setelah AS secara tak terduga kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli, sementara data Mei dan Juni direvisi turun signifikan. Kenaikan kembali harga energi berpotensi mempersulit prospek kebijakan The Fed karena inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan suku bunga, meski berisiko menekan pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.
▫️ PASAR EROPA:Bursa saham Eropa bergerak bervariasi pada Selasa, seiring investor mencermati lonjakan harga minyak dan gagalnya negosiasi perdamaian di Timur Tengah di tengah musim laporan keuangan yang semakin menguji valuasi tinggi saham teknologi dan AI.
Indeks STOXX Europe 600 ditutup relatif datar, sedikit di bawah rekor tertinggi. Saham energi menguat seiring harga minyak mencapai level tertinggi sejak 31 Juli, sementara sektor barang modal, media, dan teknologi melemah. DAX Jerman naik 0,3%, CAC 40 Prancis turun 0,1%, FTSE 100 Inggris turun 0,2%, dan FTSE MIB Italia naik 0,1%.
Pergerakan pasar yang terbatas mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor setelah reli berulang kali terhenti akibat kebuntuan negosiasi di Timur Tengah.
Musim laporan keuangan Eropa secara umum masih solid, terutama di sektor kesehatan, infrastruktur listrik, dan pertahanan. Namun, sektor teknologi dan industri semakin mendapat perhatian, terutama setelah laporan keuangan perusahaan perangkat keras memicu volatilitas saham semikonduktor. Investor juga semakin berhati-hati terhadap tingginya belanja infrastruktur AI tanpa visibilitas pendapatan yang jelas, di tengah risiko inflasi akibat harga energi dan perlambatan pertumbuhan global.
▫️ PASAR ASIA:Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada Selasa, dengan saham Korea Selatan dan Singapura memimpin penguatan, sementara investor mencermati keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga serta kembali meningkatnya kekhawatiran inflasi dan harga minyak.
KOSPI Korea Selatan naik 0,8% ke sekitar 6.348, didukung penguatan saham semikonduktor, terutama Samsung Electronics yang melonjak 6%.
Saham TSMC naik sekitar 0,8% setelah penjualan Juli meningkat 45% YoY, menunjukkan kuatnya permintaan semikonduktor terkait AI. Sentimen terhadap sektor teknologi juga tetap positif seiring bukti berlanjutnya permintaan AI.
Di sisi lain, Nvidia mengumumkan kemitraan dengan enam institusi keuangan besar untuk meluncurkan platform pembiayaan komputasi yang ditargetkan menghimpun lebih dari USD500 miliar modal pihak ketiga untuk infrastruktur AI.
Pasar China cenderung melemah, dengan CSI 300 turun 0,2%, Shanghai Composite relatif flat, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,7%.
▫️ KOMODITAS:Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi dalam sepekan pada Selasa, seiring pasar mencermati perkembangan negosiasi Oman dan Iran terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara gangguan terhadap aliran energi dari Timur Tengah dan Rusia masih berlanjut.
Brent naik 12 sen atau 0,1% menjadi USD87,84 per barel, sementara WTI naik 7 sen atau 0,1% menjadi USD82,20 per barel. Pada Senin, kedua benchmark tersebut ditutup di level tertinggi sejak 31 Juli.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan negosiasi Oman dan Iran terkait pelayaran di Selat Hormuz telah memasuki tahap lanjut. Perkembangan ini terjadi sehari setelah pertukaran tuntutan antara AS dan Iran mempersulit upaya pembukaan kembali selat tersebut.
Sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari, sekitar 20% pasokan minyak global melewati Selat Hormuz.
▫️ INDONESIA: IHSG pada perdagangan Selasa kemarin ditutup terkoreksi -1.53% ke level 6,267.88. Tekanan pasar kembali meningkat seiring investor cenderung mengambil sikap wait and see dan mengurangi posisi menjelang pengumuman MSCI yang akan diumumkan pada hari ini waktu setempat, atau pada dini hari waktu Indonesia. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung lebih defensif dan meningkatkan volatilitas IHSG.
Di sisi domestik, pasar juga masih mencermati perkembangan kandidat Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan Destry Damayanti sebagai satu-satunya kandidat Gubernur BI. Ekspektasi pasar relatif positif terhadap nominasi tersebut karena dinilai dapat menjaga kesinambungan kebijakan dan independensi Bank Indonesia. Citi juga memperkirakan proses fit and proper test di parlemen dapat berlangsung sebelum maupun setelah rapat kebijakan BI pada 19 Agustus.
Untuk hari ini, investor perlu tetap berhati-hati terhadap volatilitas menjelang pengumuman MSCI. Secara teknikal, area 6,200 kembali menjadi level penting sebagai base support. Selama IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk kembali melakukan technical rebound masih terbuka, namun pasar kemungkinan tetap bergerak defensif hingga terdapat kejelasan dari katalis MSCI.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

