Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS:Bursa saham AS menguat pada Senin, mengawali bulan baru dengan positif setelah Presiden Donald Trump menunda rencana serangan besar terhadap Iran dan mendorong jalannya negosiasi, sehingga harga minyak turun.

 

 

Indeks S&P 500 naik 1,5% ke 7.601,41, Nasdaq Composite melonjak 2,1% ke 25.913,90, dan Dow Jones menguat 1,3% ke 53.178,41, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi pertama sejak 6 Juli.

 

 

Sektor AI dan pergerakan harga minyak diperkirakan tetap menjadi fokus pasar pada Agustus. Setelah reli kuat pada awal tahun, saham AI sempat terkoreksi tajam pada Juli akibat kekhawatiran valuasi yang tinggi, lambatnya imbal hasil belanja AI, serta meningkatnya persaingan dari China. Philadelphia Semiconductor Index anjlok 20,6% sepanjang Juli, menjadi penurunan bulanan terburuk sejak Oktober 2008.

 

 

Menjelang akhir Juli, sentimen AI membaik berkat laporan keuangan Microsoft dan Amazon. Nilai pasar Microsoft melonjak sekitar USD450 miliar dalam sehari, sementara Amazon naik lebih dari 15% dan untuk pertama kalinya melampaui kapitalisasi pasar USD3 triliun.

 

 

Di luar sektor teknologi, konflik Timur Tengah tetap menjadi perhatian setelah gencatan senjata AS-Iran runtuh dan memicu aksi saling serang di Selat Hormuz. Konflik yang meluas turut mendorong harga minyak melonjak lebih dari 20%.

 

 

Pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada data pasar tenaga kerja AS, termasuk lowongan kerja, data tenaga kerja swasta, PHK, dan laporan nonfarm payrolls Juli.

 

 

 

• PASAR EROPA:Bursa saham Eropa menguat pada Senin, didorong penurunan tajam harga minyak global yang mengimbangi lemahnya indikator ekonomi Zona Euro.

 

 

Indeks STOXX 600 naik 0,5%, DAX Jerman menguat 1,6%, CAC 40 Prancis naik 1,2%, FTSE MIB Italia bertambah 1,3%, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,1%.

 

 

Data awal menunjukkan aktivitas manufaktur Zona Euro meningkat ke level tertinggi dalam hampir 4,5 tahun, dengan PMI Manufaktur naik menjadi 51,9 dari 51,4 pada Juni. Meski demikian, pesanan baru, permintaan ekspor, dan lapangan kerja sektor manufaktur masih melemah, mencerminkan kehati-hatian terhadap potensi perlambatan ekonomi pada musim gugur.

 

 

 

• PASAR ASIA :Bursa saham Asia kembali melemah pada Senin, dipimpin Korea Selatan, di tengah berlanjutnya aksi jual saham teknologi berbasis AI meski ketegangan Timur Tengah mereda dan harga minyak turun.

 

 

KOSPI anjlok 5,6% setelah sempat melonjak 18% pada Jumat. Samsung Electronics turun 7,2% meski membukukan lonjakan laba semikonduktor, sementara SK Hynix melemah 7% karena investor kembali mengevaluasi prospek sektor AI. Kedua saham tersebut mencakup lebih dari separuh kapitalisasi pasar KOSPI.

 

 

Di Jepang, Nikkei 225 turun 1% dan TOPIX melemah 1,2%. Saham Sony, Murata Manufacturing, dan Renesas Electronics terkoreksi, sementara Kioxia Holdings dan TDK menguat.

 

 

Di China, CSI 300 turun 0,6% dan Shanghai Composite melemah 0,5%, sedangkan Hang Seng naik tipis 0,1% didorong kenaikan Alibaba lebih dari 5% setelah meluncurkan model AI terbaru serta Tencent yang naik lebih dari 2%.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak turun pada Senin setelah mencatat kenaikan dua digit sepanjang Juli. Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyatakan negosiasi masih berlangsung, meski dibantah oleh Iran.

 

 

Brent turun 4,6% menjadi USD83,89 per barel, sementara WTI melemah 5,0% menjadi USD80,41 per barel. Sepanjang Juli, Brent melonjak 23,6% dan WTI naik 21,8%.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Senin kemarin ditutup relatif flat -0.03% ke level 6,234.50.

 

 

Sentimen pasar masih cenderung mixed, dengan investor asing kembali membukukan net foreign sell yang cukup signifikan, terutama pada saham-saham berbasis konglomerasi. Meskipun demikian, market mulai menunjukkan ketahanan terhadap berbagai sentimen negatif (bad news), mengindikasikan bahwa sebagian risiko telah mulai ter-priced in oleh pelaku pasar.

 

 

Di sisi lain, pasar masih membutuhkan katalis positif atau fresh catalyst untuk mendorong momentum penguatan lebih lanjut. Tanpa adanya katalis baru, IHSG berpotensi melanjutkan fase konsolidasi setelah penguatan sebelumnya.

 

 

Untuk hari ini, secara teknikal 6,400 menjadi resistance utama sekaligus level kunci berikutnya yang perlu diperhatikan. Sementara itu, area 6,200–6,000 menjadi bantalan support penting untuk menjaga tren konsolidasi IHSG tetap konstruktif.

 

 

Unduh Laporan Lengkapnya DISINI.