Today’s Outlook :
• PASAR AS: Bursa saham AS ditutup menguat tajam pada Kamis, didorong laporan keuangan Microsoft yang solid serta panduan belanja modal (capital expenditure/capex) yang tetap, sehingga kembali mengangkat sentimen sektor AI. Inflasi pilihan The Fed (core PCE) yang relatif terkendali juga menopang pasar, sementara kekhawatiran konflik Timur Tengah dan pelemahan saham Meta diabaikan investor.
Indeks S&P 500 naik 1,7% ke 7.438,72, Nasdaq Composite melonjak 2,8% ke 25.061,95 (kenaikan harian terbaik sejak 15 Juni), dan Dow Jones menguat 1,2% ke 52.209,57.
Sebelumnya, sektor AI tertekan akibat kekhawatiran valuasi tinggi, besarnya belanja AI, dan persaingan dari China. Microsoft menjadi perusahaan hyperscaler pertama yang tidak menaikkan proyeksi capex 2026, sehingga meredakan kekhawatiran pasar. Sebaliknya, Meta menaikkan batas bawah proyeksi capex 2026 menjadi USD130–145 miliar dari sebelumnya USD125–145 miliar.
Dari data ekonomi, klaim pengangguran awal AS naik tipis menjadi 197 ribu, lebih rendah dari perkiraan 201 ribu. Sementara itu, pertumbuhan PDB AS kuartal II 2026 melambat menjadi 1,5% dari 2,1% pada kuartal sebelumnya dan di bawah ekspektasi 2,1%. Indeks core PCE naik 0,1% MoM dan 3,3% YoY, dengan kenaikan bulanan menjadi yang terendah sejak Maret tahun lalu, sehingga memperkuat optimisme bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa mayoritas ditutup menguat pada Kamis, didorong gelombang laporan keuangan emiten yang solid, terutama lonjakan laba Shell, yang mengimbangi ketidakpastian arah suku bunga The Fed serta serangan udara terbaru AS ke Iran.
Indeks STOXX 600 naik 0,8%, DAX Jerman menguat 0,5%, dan CAC 40 Prancis naik 0,9%, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,1% setelah Bank of England mempertahankan suku bunga.
Shell mencatat laba bersih disesuaikan kuartal II sebesar USD9,8 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu dan melampaui ekspektasi pasar, didukung kinerja operasional dan perdagangan yang kuat. Meski demikian, sentimen global tetap dibayangi ketidakpastian prospek kebijakan moneter The Fed setelah mempertahankan suku bunga.
• PASAR ASIA:Bursa saham Asia mayoritas melemah pada Kamis, dipimpin Korea Selatan, seiring kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI yang masih membebani sentimen meski Samsung dan sejumlah emiten teknologi AS membukukan kinerja solid. Pasar juga bergerak hati-hati setelah The Fed mempertahankan suku bunga tanpa memberi kejelasan arah kebijakan selanjutnya.
KOSPI turun 0,5% setelah sempat melonjak hampir 5%, namun berbalik melemah akibat tekanan pada saham semikonduktor. Samsung Electronics naik 2% setelah melaporkan lonjakan laba kuartal II, didukung permintaan chip AI, sementara SK Hynix turun sekitar 4% meski mencatat laba rekor. Di Jepang, Nikkei 225 naik 1%, sedangkan TOPIX turun 0,4%. Di China, Shanghai Composite melemah 1,2%, CSI 300 turun 2,2%, sementara Hang Seng bergerak relatif datar.
• KOMODITAS:Harga minyak menguat tipis pada Jumat dan masih berada di jalur kenaikan lebih dari 20% secara bulanan, didorong meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik AS-Iran dan meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Brent naik 0,7% menjadi USD89,64 per barel, sementara WTI menguat 0,6% menjadi USD84,06 per barel. Meski demikian, kedua acuan minyak masih menuju penurunan mingguan sekitar 7% setelah harapan terhadap perundingan damai sempat menekan harga pada awal pekan.
Ketegangan meningkat setelah serangan AS terhadap target militer Iran dibalas dengan serangan rudal Iran ke posisi AS dan sekutunya. Konflik juga meluas ke Mesir setelah serangan drone terhadap kapal gas di Pelabuhan Damietta memicu kekhawatiran terhadap jalur energi penting seperti Terusan Suez dan pipa SUMED. Ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah serta ketegangan di Selat Hormuz turut meningkatkan risiko gangguan distribusi minyak global.
• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Kamis kemarin ditutup menguat +1.56% ke level 6,186.36.
Sentimen pasar mulai menunjukkan perbaikan seiring investor asing kembali membukukan net foreign buy sebesar IDR 100.81 miliar. Di sisi fundamental, musim rilis laporan keuangan masih berlangsung dengan emiten sektor CPO secara umum membukukan pertumbuhan kinerja yang solid, sementara berbagai sentimen negatif yang sebelumnya membebani pasar dinilai mulai priced in oleh pelaku pasar.
Meski demikian, investor masih cenderung bersikap wait and see sambil menantikan kejelasan mengenai sosok Gubernur Bank Indonesia yang baru. Kejelasan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu katalis penting dalam menentukan arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Untuk hari ini, secara teknikal area 6,000, 6,200, dan 6,400 masih menjadi level kunci yang perlu diperhatikan. IHSG perlu mampu mempertahankan pergerakannya di atas area 6,200 untuk membuka peluang melanjutkan penguatan menuju level resistensi berikutnya, sementara area 6,000 tetap menjadi support utama apabila kembali terjadi tekanan jual.
Selama IHSG belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, indeks masih berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan area 6,000 sebagai support utama.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

