Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS:Bursa saham AS ditutup bervariasi pada Selasa, didukung oleh penurunan lanjutan harga minyak dan sejumlah laporan keuangan emiten yang positif, meski saham semikonduktor melemah ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.

 

 

Indeks S&P 500 naik 0,3% ke 7.431,43, Dow Jones menguat 1,0% ke 52.747,53, sementara Nasdaq Composite turun 0,2% ke 24.876,91 setelah sempat merosot hingga 1,4%.

 

 

Sentimen sektor AI tertekan setelah saham Nvidia turun 5% menyusul laporan bahwa perusahaan tengah berdiskusi untuk berkontribusi sekitar USD250 miliar pada proyek pusat data OpenAI. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI dan model investasi di sektor tersebut.

 

 

Tekanan berlanjut ke pasar Asia, dengan KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 10%. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 13,4% dan 14,7%, sementara Nikkei 225 Jepang melemah 4% dengan Kioxia merosot 18,3%. Persaingan dari China juga terus membebani sektor chip global.

 

 

Di AS, saham-saham memori dan semikonduktor menjadi penekan utama. Philadelphia Semiconductor Index turun 4,5%, sementara sektor teknologi S&P 500 melemah 1,2%. Di sisi lain, saham Apple naik 0,9% dan sempat mencatat kapitalisasi pasar di atas USD5 triliun untuk pertama kalinya.

 

 

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Investor juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh terkait prospek inflasi dan arah kebijakan moneter, di tengah ketidakpastian akibat dinamika konflik Timur Tengah dan volatilitas harga minyak.

 

 

 

 

• PASAR EROPA:Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Selasa, didukung laporan keuangan emiten sektor konsumen yang solid meski dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik.

 

 

Indeks STOXX 600 naik 0,4%, DAX Jerman menguat 0,5%, CAC 40 Prancis naik 0,6%, dan FTSE 100 Inggris menguat 0,8%.

 

 

Sentimen pasar sempat tertekan setelah Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa AS dapat menyerang infrastruktur Iran, termasuk fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain, jika Teheran gagal mencapai kesepakatan diplomatik dengan Washington.

 

 

 

• PASAR ASIA:Bursa saham Asia anjlok pada Selasa, dipimpin Korea Selatan dan Jepang, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya investasi AI yang memicu aksi jual saham semikonduktor global.

 

 

Indeks KOSPI Korea Selatan merosot 10%, sementara Nikkei 225 Jepang turun hingga 4,4% dan TOPIX melemah 2,7%. Saham SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing anjlok hingga 13% dan 12%, sedangkan Kioxia, Tokyo Electron, Disco, Nikon, dan Murata di Jepang turun lebih dari 9%.

 

 

Sentimen memburuk setelah laporan menyebut komitmen pendanaan AI Nvidia telah melampaui USD750 miliar, memicu kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI. Selain itu, kemajuan China dalam memproduksi mesin litografi DUV domestik meningkatkan kekhawatiran atas persaingan di industri semikonduktor.

 

 

Di China, Hang Seng ditutup stabil, sementara Shanghai Composite turun 1,2% dan CSI 300 melemah 2,6%. Saham teknologi China relatif lebih tangguh, didukung optimisme terhadap penguatan industri semikonduktor domestik.

 

 

 

• KOMODITAS:Harga minyak naik lebih dari 3% pada Rabu, didorong penurunan persediaan minyak mentah AS dan pemulihan setelah pelemahan akibat meredanya konflik AS-Iran. Brent naik 3,2% menjadi USD86,80 per barel, sementara WTI menguat 3,4% menjadi USD81,95 per barel. OPEC+ juga diperkirakan akan menghentikan kenaikan produksi selama tiga bulan mulai Oktober setelah menyelesaikan pengembalian produksi yang sebelumnya dipangkas.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Selasa kemarin ditutup terkoreksi -0.89% ke level 6,130.59. IHSG saat ini masih bergerak dalam fase ranging dan cenderung mengalami konsolidasi, dengan area pergerakan yang diperkirakan berada pada rentang 6,000–6,200–6,400. Pelaku pasar juga masih memilih bersikap wait and see sembari menantikan kejelasan mengenai sosok yang akan menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

 

 

Di tengah minimnya katalis positif baru, arah pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan isu domestik, khususnya terkait kepemimpinan Bank Indonesia, serta dinamika sentimen global yang masih cukup fluktuatif.

 

 

Untuk hari ini, area 6,200 masih menjadi level resistensi jangka pendek yang perlu diperhatikan. Selama IHSG belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, indeks masih berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan area 6,000 sebagai support utama.

 

 

Unduh dokumen lengkapnya DISINI.