Today’s Outlook :
• PASAR AS:Bursa saham AS ditutup bervariasi pada Senin setelah memangkas penguatan awal, menyusul pelemahan saham semikonduktor akibat laporan bahwa China berhasil membuat mesin litografi deep ultraviolet (DUV) buatan domestik sebagai langkah penting membangun rantai pasok chip lokal. Sebelumnya, pasar sempat menguat didorong penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi menjelang keputusan suku bunga The Fed dan laporan keuangan emiten teknologi besar.
Indeks S&P 500 ditutup relatif stabil di 7.414,11, Nasdaq Composite turun 0,2% ke 24.932,08, sementara Dow Jones naik 0,5% ke 52.209,69.
Sentimen pasar masih dibayangi ketegangan di Timur Tengah, kekhawatiran atas besarnya belanja AI oleh perusahaan teknologi besar, serta meningkatnya tensi perdagangan akibat tarif baru AS. Fokus investor pekan ini tertuju pada laporan keuangan Apple, Microsoft, Amazon, dan Meta, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap valuasi, besarnya belanja modal AI, dan kemampuan perusahaan menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
Saham ASML yang tercatat di AS anjlok 5,8%, diikuti pelemahan saham-saham chip lainnya setelah laporan menyebut perusahaan yang didukung pemerintah China mulai memproduksi massal mesin litografi DUV buatan lokal.
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dan konferensi pers Ketua Kevin Warsh pada Rabu. Meski suku bunga diperkirakan tetap, investor akan mencermati pandangan The Fed mengenai inflasi dan arah kebijakan moneter selanjutnya.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Senin seiring meredanya ketegangan antara AS dan Iran yang meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Penurunan harga minyak turut menopang sentimen pasar, meski penguatan indeks menyusut menjelang pekan yang dipenuhi laporan keuangan emiten teknologi besar AS.
Indeks STOXX 600 naik 0,3%, DAX Jerman menguat 1,2%, CAC 40 Prancis naik 0,8%, FTSE MIB Italia bertambah 0,5%, IBEX 35 Spanyol menguat 0,8%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,4%.
Turunnya harga minyak dari level di atas USD100 per barel meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi di Eropa. Kondisi tersebut membantu mengurangi beban biaya bagi sektor manufaktur serta memberikan ruang bagi perbaikan margin perusahaan yang sebelumnya tertekan oleh tingginya biaya pinjaman dan gangguan rantai pasok.
Investor juga bersiap menghadapi sejumlah agenda penting pekan ini, termasuk keputusan bank sentral utama serta rilis berbagai data ekonomi Zona Euro, seperti estimasi awal PDB kuartal II, indeks sentimen ekonomi dan kepercayaan konsumen Juli, data inflasi awal, serta tingkat pengangguran Juni
• PASAR ASIA:Bursa saham Asia melanjutkan penguatan pada Senin seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah dan turunnya harga minyak yang meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Sentimen juga didukung oleh ekspektasi menjelang pertemuan bank sentral utama serta laporan keuangan perusahaan teknologi besar AS pekan ini. Di Jepang, TOPIX naik 1,7% dan Nikkei 225 menguat 0,8%.
Di China, Hang Seng Hong Kong naik 1,2%, sementara Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing menguat 1,3%. Penguatan didorong oleh saham teknologi dan baterai, setelah CATL membukukan laba semester I yang lebih baik dari perkiraan serta mengumumkan program pembelian kembali saham. Sementara itu, produsen chip memori CXMT melonjak lebih dari 500% pada debut perdagangannya, mencerminkan optimisme investor terhadap upaya China membangun industri semikonduktor yang lebih mandiri.
Di Korea Selatan, KOSPI berbalik menguat sekitar 1% setelah sempat melemah pada awal perdagangan, didukung penguatan saham teknologi. Saham Naver melonjak lebih dari 10% setelah mengumumkan kerja sama dengan Nvidia, yang akan mengakuisisi saham baru senilai USD1 miliar untuk mendukung pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI).
• KOMODITAS :Harga minyak anjlok tajam pada Senin setelah AS dan Iran menghentikan sementara aksi saling serang, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global. Penurunan ini menghapus sebagian besar premi risiko perang yang sebelumnya sempat mendorong harga Brent menembus USD100 per barel.
Pada perdagangan sore waktu AS, Brent kontrak Oktober turun 6,5% menjadi USD85,67 per barel, sementara WTI kontrak September merosot 7,8% menjadi USD82,32 per barel. Sebelumnya, kedua acuan minyak tersebut telah melonjak sekitar 20% dalam dua pekan terakhir.
Harga minyak sempat menembus USD100 per barel pekan lalu akibat kekhawatiran konflik Iran meluas hingga Laut Merah dan mengganggu ekspor minyak Timur Tengah. Namun, harga berbalik turun setelah pemerintahan AS menghentikan sementara serangan terhadap Iran usai 13 malam berturut-turut melancarkan operasi militer.
Laporan juga menyebut Presiden Donald Trump menunda rencana eskalasi militer lebih lanjut karena keterbatasan persediaan sistem pertahanan udara AS. Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan Teheran akan menghentikan serangan balasan selama AS tetap mempertahankan jeda operasi militer, meski kedua pihak tetap membuka kemungkinan kembali melakukan aksi militer apabila negosiasi gagal.
• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Senin kemarin ditutup terkoreksi -0.17% di level 6185.8. IHSG saat ini masih cenderung sideways dan volatil, terutama pasar masih cukup wait and see terkait dengan calon pengganti gubernur Bank Indonesia yang baru pasca mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur BI. Tekanan geopolitik dan domestik nampaknya menjadi sentimen yang bisa dicerna IHSG, menjadi sentimen yang mampu mengiringi IHSG kembali uji support terjauh hingga 6000. Untuk hari ini, jika IHSG tidak bisa bertahan di 6200, IHSG tetap berpeluang retrace ke angka psikologis 6000.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

