Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup melemah pada Selasa, tertekan oleh penurunan saham sektor teknologi setelah Samsung Electronics membukukan kinerja yang mengecewakan sehingga menekan sentimen terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Sentimen pasar juga dibebani kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan setelah laporan tiga kapal tanker diserang dalam 24 jam terakhir di sekitar Selat Hormuz. Di sisi lain, perhatian pasar tertuju pada pertemuan NATO, di mana Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

 

 

Indeks S&P 500 turun 0,5% ke 7.501,05, NASDAQ Composite melemah 1,2% ke 25.818,69, Nasdaq 100 turun 1,8%, sementara Dow Jones terkoreksi 0,3% ke 52.924,56.

 

 

Reli saham AI sebelumnya menjadi pendorong utama penguatan Wall Street di tengah konflik Timur Tengah. Namun, setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara pada pertengahan Juni dan harga minyak kembali ke level sebelum perang, investor kembali fokus pada sektor teknologi. Aksi ambil untung serta kekhawatiran bahwa reli AI telah berlangsung terlalu cepat mulai membebani saham chip dan memori.

 

 

Fokus pasar pada Selasa tertuju pada laporan awal kuartal I fiskal dan panduan kuartal II Samsung Electronics. Perusahaan tersebut menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan investasi AI oleh perusahaan teknologi global seperti Nvidia, yang mendorong permintaan terhadap produk High Bandwidth Memory (HBM) dan DRAM. Lonjakan AI juga mengangkat kapitalisasi pasar Samsung menjadi salah satu yang terbesar di Korea Selatan bersama SK Hynix.

 

 

Philadelphia Semiconductor Index turun 4,7%, sementara sektor teknologi S&P 500 melemah 1,6%. Saham chip dan memori seperti Intel, Western Digital, Marvell, dan Sandisk menjadi penekan utama Nasdaq.

 

 

Di sisi emiten, SpaceX resmi bergabung ke dalam Nasdaq 100. Namun, pada hari pertama perdagangannya di indeks tersebut, saham kelas A SpaceX turun hampir 7%. Saham perusahaan roket itu juga mulai memperoleh sejumlah rekomendasi analis positif dari Bank of America, Citi, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs setelah berakhirnya masa quiet period.

 

 

 

• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa melemah pada Selasa seiring investor melakukan aksi ambil untung setelah reli tajam dalam sepekan terakhir, serta bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi global penting dan risalah rapat terbaru The Fed.

 

 

Indeks STOXX 600 turun 0,7%, melanjutkan koreksi setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Pelemahan juga terjadi di bursa utama Eropa lainnya, dengan DAX Jerman turun 1,3%, CAC 40 Prancis melemah 0,5%, dan FTSE MIB Italia turun 1%.

 

 

 

• PASAR ASIA :Bursa saham Asia melemah tajam pada Selasa setelah aksi jual besar-besaran di Korea Selatan sempat memicu penghentian sementara perdagangan (circuit breaker). Investor melepas saham-saham semikonduktor meski Samsung membukukan laba operasional tertinggi sepanjang sejarah, di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan laba dari AI tidak akan mampu membenarkan valuasi sektor yang sudah tinggi.

 

 

KOSPI sempat anjlok hingga 8,1% sebelum memangkas pelemahan menjadi sekitar 5,7%, setelah saham Samsung Electronics turun sekitar 8%. SK Hynix juga merosot sekitar 9% usai memulai proses pemasaran untuk rencana pencatatan sahamnya di AS. Di Jepang, Nikkei 225 turun hampir 2% dan TOPIX melemah 0,6%, sementara Foxconn turun 2,1% meski mencatat pendapatan yang melampaui ekspektasi.

 

 

Pasar China turut melemah, dengan CSI 300 turun 1,3%, Shanghai Composite kehilangan 1,6%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,9%.

 

 

 

• KOMODITAS :Harga minyak melonjak pada awal perdagangan Rabu setelah militer AS melancarkan serangan baru terhadap Iran dan kembali menjatuhkan sanksi terhadap sektor minyak negara tersebut menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

 

 

WTI naik 2,9% ke USD72,45 per barel, sementara Brent belum diperdagangkan setelah sehari sebelumnya ditutup melonjak 5,5% ke USD75,94 per barel. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah memulai serangkaian serangan terhadap Iran untuk membalas serangan terhadap kapal-kapal komersial. Eskalasi konflik dan kembali terganggunya pelayaran di Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru terhadap gangguan pasokan minyak global.

 

 

Di sisi lain, AS juga mencabut kebijakan yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak ke pasar internasional, yang berpotensi memperketat pasokan minyak dalam beberapa pekan ke depan. Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, sehingga meningkatkan ketegangan dengan AS dan menambah ketidakpastian terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Selasa kemarin ditutup masih +1.19% menuju level 5986.5. Kondisi pasar masih cukup saat ini menunjukkan potensi adanya peluang rebound yang berkelanjutan, potensi membentuk cup and handle pattern terlepas volume perdagangan relatif sepi.

 

 

Dari sisi teknikal masih tetap sama fondasi pijakan yang harus dilewati untuk menujukkan penguatan. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break  6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.

 

 

Unduh Laporan Lengkapnya DISINI.