Today’s Outlook :
• PASAR AS :Pasar AS tutup karena libur Hari Kemerdekaan 4 Juli.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa melanjutkan reli ke rekor tertinggi pada Kamis, didorong oleh tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja AS yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Indeks STOXX 600 naik 0,4% dan diperdagangkan di level tertinggi sepanjang masa.
Bagi Eropa, sikap The Fed yang lebih dovish membantu meredakan tekanan biaya pinjaman global, mengurangi arus keluar modal dari Zona Euro, serta memberi ruang lebih besar bagi ECB dalam menentukan kebijakan moneternya.
Sentimen positif juga didukung forum tahunan ECB di Sintra, Portugal, serta data yang menunjukkan sektor jasa Zona Euro masih terkontraksi pada Juni namun dengan laju yang lebih lambat. Tekanan biaya di sektor jasa juga mencatat penurunan tercepat di luar periode pandemi, memperkuat indikasi bahwa tekanan inflasi inti mulai mereda. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde yang menyebut risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi Zona Euro kini semakin seimbang.
• PASAR ASIA :Bursa saham Asia menguat pada Jumat setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan kembali memunculkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tahun ini. Meredanya ketegangan di Timur Tengah juga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
KOSPI melonjak 5,8% dan Nikkei 225 naik 1,5%, dipimpin oleh rebound saham teknologi dan semikonduktor setelah aksi jual tajam sebelumnya. Samsung Electronics menguat 6,5% dan SK Hynix naik 4,2%, sementara saham-saham chip Jepang seperti Kioxia, Rohm, dan Sumitomo Chemical juga mencatat kenaikan.
Di China, CSI 300 naik 0,6% dan Shanghai Composite bertambah 0,4% setelah data Caixin/RatingDog Services PMI menunjukkan sektor jasa tetap berada di zona ekspansi pada Juni, dengan pesanan ekspor mencatat pertumbuhan tercepat dalam 20 bulan.
• KOMODITAS: Harga minyak melemah tipis pada Senin setelah OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi mulai Agustus, sementara ekspor minyak melalui Selat Hormuz terus pulih sehingga berpotensi menambah pasokan global.
Brent turun 0,33% ke USD 71,88 per barel, sedangkan WTI melemah 0,16% ke USD 68,58 per barel. Perdagangan WTI pada Jumat tidak memiliki harga penutupan karena pasar AS libur menjelang Independence Day.
Pekan lalu, harga minyak cenderung bergerak stabil setelah mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Pasar masih mencermati negosiasi AS-Iran terkait pelayaran di Selat Hormuz serta pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Pada Minggu, OPEC+ sepakat menaikkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus, setelah kenaikan serupa pada Juni dan Juli. Namun, realisasi kenaikan produksi masih terbatas akibat perang AS-Israel dengan Iran yang sempat mengganggu lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz dan membatasi ekspor dari produsen utama seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.
• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Jumat kemarin masih kembali menguat +2.28% menuju level 5875.78. Kondisi pasar masih cukup saat ini menunjukkan potensi adanya peluang rebound yang berkelanjutan, potensi membentuk cup and handle pattern.
Dari sisi teknikal masih tetap sama fondasi pijakan yang harus dilewati untuk menujukkan penguatan. Jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400. Jika break 6000, potensi selanjutnya menguat terlebih dahulu ke 6100 dan 6240.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

