Today’s Outlook :
• PASAR AS : Bursa Eropa bergerak mixed pada Rabu di tengah lemahnya sentimen akibat aksi jual global saham teknologi dan kekhawatiran suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.
Indeks STOXX 600 naik tipis 0,08% ke 635,16. CAC 40 Prancis menguat 0,5% dan FTSE 100 Inggris naik 0,3%, sementara DAX Jerman dan FTSE MIB Italia masing-masing turun 0,7%.
Investor mulai mempertanyakan valuasi tinggi dan besarnya belanja perusahaan di sektor AI, di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan moneter ketat The Fed dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Di Eropa, ECB masih diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi. Sementara itu, pasar Inggris juga menghadapi ketidakpastian politik setelah pengunduran diri Perdana Menteri Keir Starmer, di samping tantangan ekonomi yang melambat dan sikap Bank of England yang menahan suku bunga.
• PASAR EROPA : Saham Eropa turun ke level terendah dalam satu minggu pada Selasa, mengikuti aksi jual global di sektor teknologi serta kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi The Fed akan bertahan lebih lama dan menekan aset berisiko.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 0,7%, sementara DAX Jerman melemah 0,8%. CAC 40 Prancis turun 0,7%, FTSE MIB Italia turun 1,5%, sedangkan FTSE 100 Inggris ditutup datar.
Pasar juga masih mencerna dampak politik dari pengunduran diri PM Keir Starmer, meski respons pasar relatif tenang karena investor sudah mulai menerima kandidat terdepan Andy Burnham.
Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi, dengan saham-saham besar seperti ASML anjlok lebih dari 5%, tertekan oleh aksi jual di Asia dan Wall Street.
• PASAR ASIA : Bursa Asia bergerak mixed pada Rabu. Korea Selatan memimpin penguatan kawasan setelah meredanya ketegangan di Timur Tengah meningkatkan minat terhadap aset berisiko, meski investor masih berhati-hati terhadap valuasi tinggi saham teknologi dan AI.
KOSPI Korea Selatan melonjak 3,3%, memulihkan sebagian penurunan hampir 10% pada sesi sebelumnya. Penguatan dipimpin oleh saham teknologi dan semikonduktor yang sebelumnya mengalami aksi jual besar.
Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang turun 0,8% dan TOPIX melemah 0,7% setelah sejumlah pejabat Bank of Japan mengindikasikan dukungan terhadap kenaikan suku bunga lanjutan, meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya pendanaan dan laba perusahaan.
Pasar China ditutup menguat tipis, dengan CSI 300 naik 0,5%, Shanghai Composite bertambah 0,1%, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,4%, didukung membaiknya sentimen risiko dan harapan adanya stimulus tambahan.
Sentimen pasar juga terbantu oleh normalisasi lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz setelah meredanya konflik Iran–Israel, yang mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
• KOMODITAS : Harga minyak melanjutkan penurunan pada Rabu untuk hari ketiga berturut-turut seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan energi Timur Tengah setelah hubungan AS–Iran membaik dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai normal kembali.
Brent crude turun 4% ke USD 73,71 per barel, sementara WTI anjlok 4,4% ke USD 69,98 per barel, turun di bawah level USD 70 untuk pertama kalinya sejak awal Maret.
Sentimen pasar didorong oleh meningkatnya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Sejumlah supertanker yang sebelumnya tertahan dilaporkan telah berhasil keluar dari Teluk Persia membawa muatan minyak, sementara kapal LNG terkait Qatar juga mulai kembali beroperasi. Kondisi ini dipandang sebagai sinyal awal normalisasi arus energi global dan berkurangnya risiko gangguan pasokan.
• INDONESIA : IHSG pada perdagangan Rabu ditutup melemah -3.56 % ke level 5,883.88 pasca pengumuman MSCI terkait jika progres reformasi tata kelola pasar yang dicapai dinilai belum memenuhi ekspektasi, MSCI membuka kemungkinan untuk memulai konsultasi terkait potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Dari sisi teknikal, jika IHSG tidak kembali menguat di atas 6000, potensi untuk koreksi kembali ada di support 5300-5400.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

