Today’s Outlook :
• PASAR AS :Wall Street ditutup bervariasi pada Selasa seiring meredanya euforia atas kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, sementara investor menunggu rincian lebih lanjut terkait kesepakatan tersebut serta keputusan suku bunga The Fed.
Indeks S&P 500 turun 0,6% ke 7.512,15 dan NASDAQ melemah 1,2% ke 26.376,34. Sementara itu, Dow Jones naik 0,6% dan mencetak rekor tertinggi baru dengan ditutup di atas level 52.000 pada 52.002,94.
Pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed pada Rabu, yang menjadi pertemuan pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga, dengan perhatian tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru dan komentar pasca-keputusan terkait tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi yang dipicu konflik Iran.
Di sisi geopolitik, Trump menyatakan Selat Hormuz mulai kembali dibuka secara bertahap dan akan sepenuhnya beroperasi pada Jumat. Ia juga menyampaikan teks nota kesepahaman (MoU) dengan Iran akan dipublikasikan pada Jumat, diikuti tahap kedua negosiasi selama 60 hari setelah penandatanganan.
Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 1995 dan mengumumkan pengurangan pembelian obligasi secara bertahap di tengah pelemahan yen serta tekanan inflasi.
Di sisi korporasi, saham SpaceX kembali menjadi sorotan setelah IPO yang kuat. Setelah naik sekitar 19% pada hari debut, sahamnya kembali melonjak hampir 20% pada Senin dan naik 4,8% pada Selasa. Kapitalisasi pasar SpaceX kini mendekati USD 3 triliun dan sempat melampaui Amazon serta Microsoft sebagai perusahaan publik terbesar keempat di dunia, di belakang Alphabet, Apple, dan Nvidia.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa bergerak menguat terbatas pada Selasa setelah reli global akibat meredanya ketegangan geopolitik mulai mereda. Investor kini mengalihkan fokus dari euforia perdamaian menuju detail implementasi kesepakatan damai.
Indeks STOXX 600 naik 0,3% dan bertahan dekat level rekor tertinggi. DAX Jerman naik 0,1%, CAC 40 Prancis menguat 0,8%, FTSE MIB Italia melonjak 1,2%, dan IBEX 35 Spanyol naik 0,7%.
Meski pasar menyambut positif terobosan diplomatik awal di Timur Tengah, sentimen masih cenderung berhati-hati karena belum adanya kejelasan teknis terkait implementasi kesepakatan tersebut. Setelah konflik sebelumnya mendorong ECB menaikkan suku bunga lebih awal, prospek penguatan pasar selanjutnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga margin keuntungan di tengah biaya operasional dan biaya pinjaman yang masih tinggi.
• PASAR ASIA :Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada Selasa. Jepang mencetak rekor tertinggi setelah BOJ menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1% sesuai ekspektasi dan membuka peluang kenaikan lanjutan seiring risiko inflasi dari kenaikan harga minyak.
Nikkei 225 naik 0,5% ke rekor tertinggi di atas 70.000 poin, sementara TOPIX turun 0,3%. KOSPI Korea Selatan menjadi yang terbaik di Asia dengan naik 1,8% didorong penguatan saham teknologi dan semikonduktor.
Di China, CSI 300 dan Shanghai Composite bergerak datar setelah data ekonomi Mei menunjukkan lemahnya konsumsi domestik dan investasi, meskipun produksi industri masih didukung permintaan ekspor. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun lebih dari 1% akibat pelemahan saham teknologi dan internet.
• KOMODITAS : Harga minyak turun sekitar 5% ke level terendah dalam tiga bulan pada Selasa seiring harapan pasar bahwa AS dan Iran akan mencapai kesepakatan damai dan membuka kembali jalur ekspor minyak melalui Selat Hormuz.
Harga Brent turun 5,1% menjadi USD 78,92 per barel, sementara WTI melemah 5,9% menjadi USD 75,95 per barel, melanjutkan penurunan setelah laporan bahwa AS akan mengizinkan Iran kembali menjual minyak dan bahan bakar berdasarkan nota kesepahaman kedua negara.
Meski sentimen pasar membaik setelah pengumuman kesepakatan sementara AS-Iran, pelaku pasar masih mencermati implementasinya karena pemulihan pengiriman dan ekspor energi diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan.
• INDONESIA :IHSG masih ditutup menguat sejauh +4.12% menjadi 6254.97 dimana penguatan ini didasari dari pergerakan Big Banks KBMI IV dan saham Grup Konglomerasi Barito, dengan pelemahan ada dari grup Sinarmas yakni DSSA.
Koreksi harga minyak mentah dunia yang berada di bawah USD 80 barrel merupakan salah satu implikasi positif bagi postur APBN, diharapkan beban APBN bisa cukup terelaksasi memberikan angin besar bagi bursa untuk hari ini.
Selalu kawal dengan trailing stop untuk saham pilihan anda. Jika IHSG terus kuat bertahan di 6250, potensi penguatan terdekat di 6375-6400 sebelum menguji 6640. Jika tidak kuat melewati area tersebut, potensi uji angka psikologis 6000.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

