XA Update Report | PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) — 1Q26: Tekanan Sektoral dan Perlambatan Kredit, Kekuatan Operasional Tetap Terjaga
By Leonardo Lijuwardi (Senior Analyst) & Gwenda Deanita (Associate)
4-May-2026
BBCA mencatatkan kinerja 1Q26 yang tetap resilien dengan laba bersih tumbuh 3.8% YoY dan 3.8% QoQ menjadi IDR 14.7T (1Q25: IDR 14.1T & 4Q25: IDR 14.1T), ditopang oleh PPOP sebesar IDR 19.3T (+4.8% YoY, +6.6% QoQ). Hal ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 14.2% YoY — meskipun mengalami moderasi 3.1% QoQ — sementara Net Interest Income (NII) relatif flat YoY dan turun 2.3% QoQ menjadi IDR 21.1T pada 1Q26, sehingga menekan NIM ke level 5.4% (1Q25: 5.8% & 4Q25: 5.4%). Efisiensi operasional menjadi sorotan utama, dengan Cost to Income Ratio (CIR) membaik signifikan ke 27.3% (-1.2% YoY, -8.6% QoQ) seiring opex yang turun 17.9% QoQ, mencerminkan disiplin biaya BCA. Momentum CASA tetap kuat dengan pertumbuhan +11.2% YoY dan +4.2% QoQ menjadi IDR 1,089T, didorong oleh pertumbuhan kuat pada giro dan tabungan, sehingga mendorong rasio CASA ke 85.2% dan memberikan keunggulan struktural dari sisi biaya dana rendah yang sebagian meng-offset tekanan NIM. Hal yang perlu dicermati adalah kenaikan biaya provisi sebesar 22.5% YoY dan 45.0% QoQ menjadi IDR 1.2T, mencerminkan pendekatan konservatif serta potensi tekanan kualitas aset, meskipun PPOP yang kuat memberikan ruang yang cukup untuk menyerap normalisasi biaya kredit tanpa menekan pertumbuhan laba secara material.
🔹 Lending Side: 1Q26 – Pertumbuhan QoQ Cenderung Flat di Business Banking & Kontraksi di Kredit Konsumer
• Penyaluran kredit cenderung lebih lambat dan melandai. BBCA mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar +5.6% YoY dan +0.1% QoQ menjadi IDR 994T pada 1Q26 (FY25: IDR 993T | 1Q25: IDR 941T), mencerminkan loan booking yang relatif flat secara QoQ dan awal tahun yang lebih soft. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor manufaktur, perdagangan, dan rumah tangga
• Segmen korporasi dan komersial masih menjadi pendorong utama pertumbuhan. Segmen korporasi yang berkontribusi 48.7% terhadap total kredit tumbuh +9.1% YoY dan +0.5% QoQ menjadi IDR 483.8T pada 1Q26 (FY25: IDR 481.4T | 1Q25: IDR 443.4T), terutama disalurkan ke sektor manufaktur dan jasa bisnis. Segmen komersial tercatat sebesar IDR 145.2T (+5.7% YoY, +0.6% QoQ) dan SME sebesar IDR 131.1T (+5.4% YoY, +0.2% QoQ).
• Kredit konsumer mengalami pelemahan pada 1Q26, turun -2.0% YoY dan -1.3% QoQ menjadi IDR 221.4T (4Q25: IDR 224.2T, 1Q25: IDR 225.9T), terutama disebabkan oleh kontraksi berkelanjutan pada kredit kendaraan yang turun 19.7% YoY, sejalan dengan sikap kehati-hatian BBCA di tengah dinamika industri. Penurunan ini mencerminkan disiplin risk appetite BCA dengan fokus pada kualitas aset dibandingkan volume. Sebagai penyeimbang, kredit KPR tumbuh stabil +5.2% YoY menjadi IDR 142.4T dengan booking baru naik 10.2% YoY, sementara personal loan meningkat 6.8% YoY menjadi IDR 25.1T, menunjukkan permintaan yang tetap solid pada segmen konsumer yang lebih berkualitas.
🔹 Funding Side: Akumulasi CASA Tetap Kuat hingga 1Q26
• Pertumbuhan nilai CASA tetap kuat dengan rasio yang terjaga tinggi. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat +8.3% YoY dan +3.5% QoQ menjadi IDR 1,292T pada 1Q26 (FY25: IDR 1,249T & 1Q25: IDR 1,193T). CASA tumbuh kuat sebesar +11.2% YoY dan +4.2% QoQ menjadi IDR 1,089T, sementara deposito berjangka menurun -5.1% YoY dan -0.2% QoQ menjadi IDR 203.3T (FY25: IDR 204T & 3M25: IDR 214T), mencerminkan pergeseran berkelanjutan menuju sumber dana berbiaya lebih rendah. Dengan demikian, rasio CASA meningkat menjadi 84.3% pada 1Q26 (FY25: 83.7% | 1Q25: 82.1%), semakin memperkuat keunggulan funding BBCA.
🔹BBCA Asset Quality: Tetap Stabil – Namun Mulai Lebih Cautious
• Kualitas aset secara umum masih terjaga pada 1Q26. NPL meningkat tipis ke 1.8% (FY25: 1.7%, 1Q25: 2.0%), didorong oleh segmen konsumer, SME, dan komersial. Seiring kenaikan NPL, LAR juga meningkat ke 5.1% (FY25: 4.8%). CoC naik ke 0.6%, sedikit di atas guidance manajemen. Coverage NPL dan LAR menurun masing-masing -9.2% QoQ dan -1.9% QoQ menjadi 174.6% dan 69.9%, mencerminkan pendekatan manajemen risiko yang prudent dengan tingkat pencadangan yang tetap kuat.
🔹 FY26 Outlook: Profitabilitas Masih Tetap Stabil Di Kala Perlambatan Laju Kredit
• Walaupun terdapat penurunan di 1Q26 pada poin perlemahan laju penurunan kredit mulai terlihat, kami masih cukup optimis BBCA mampu meraih laba sejumlah 60.68T di FY26 berdasarkan estimasi kami, dimana per 1Q26 hasil laba bersih BBCA sudah mencapai 24.22% dari estimasi kami. Kami melihat terlepas adanya perlemahan laju kredit yang terjadi secara kuartalan, dengan basis CASA yang masih solid, ruang pengelolaan operasional BBCA yang masih cukup solid ditunjukkan dengan CIR yang efisien, BBCA masih memiliki ruang untuk masih berekspansif.
🔹 “Buy” Recommendation dengan Target Price di IDR 8,800 (Upside Potential of +50.4%)
• NHKSI Research mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan target harga IDR 8,800, yang mengimplikasikan forward 26F P/BV sebesar 3.5x (-1 STD dari rata-rata 3 tahun terakhir). Koreksi pasar akibat risiko regulasi serta ketidakpastian makro di Indonesia telah mendorong valuasi BBCA ke level yang relatif terdiskon secara historis. Kami memandang kondisi ini semakin menarik, mengingat secara historis BBCA diperdagangkan pada kisaran premium sekitar 4.0x – 5.0x PBV.
• Katalis potensial meliputi kinerja operasional yang tetap solid didukung oleh pertumbuhan kredit yang lebih kuat serta potensi ekspansi NIM yang lebih baik. Risiko utama terhadap rekomendasi kami meliputi ketidakpastian makroekonomi dan politik, meningkatnya kompetisi di sektor perbankan, serta potensi downside pada pertumbuhan kredit dan NIM dibandingkan ekspektasi.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.
NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id

