Today’s Outlook :
• PASAR AS :Saham AS ditutup menguat signifikan pada Jumat, sementara harga minyak turun tajam, didorong sentimen positif dari tanda-tanda meredanya ketegangan di Timur Tengah serta pembukaan sementara Selat Hormuz. Indeks acuan S&P 500 naik 1,2% ke 7.125,36, Nasdaq Composite menguat 1,5% ke 24.468,48, dan Dow Jones naik 1,8% ke 49.447,92. S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru, dengan S&P mencatat kenaikan tiga minggu berturut-turut sebesar 11,9%. Optimisme berakhirnya konflik mendorong reli ini, menandai pemulihan kuat Wall Street setelah sempat melemah pada Maret akibat konflik Timur Tengah.
Wall Street mencatat pekan yang kuat, dengan ketiga indeks utama naik tajam—Nasdaq sekitar +6,8%, S&P 500 +4,5%, dan Dow +3%—menjadi performa mingguan terbaik dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, sentimen kembali hati-hati setelah Iran menyatakan tidak akan mengikuti putaran kedua negosiasi sebelum gencatan senjata sementara berakhir. Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyebut pasukan AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman, serta mengancam serangan lebih lanjut jika tidak ada kesepakatan.
Selat Hormuz—jalur pengiriman minyak krusial dunia—dilaporkan kembali ditutup, memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Harga minyak pun melonjak di perdagangan Asia pada Senin seiring meningkatnya risiko pasokan global yang lebih ketat dan potensi inflasi.
• PASAR EROPA :Saham Eropa melonjak pada Jumat setelah pernyataan Iran bahwa Selat Hormuz dibuka sementara untuk pelayaran komersial. Indeks Stoxx 600 naik 1,5%, DAX Jerman +2,3%, CAC 40 Prancis +2%, dan FTSE 100 Inggris +0,7%.
• PASAR ASIA :Saham Asia melemah tipis pada Jumat akibat aksi ambil untung, meski masih menuju kenaikan mingguan didukung optimisme pembicaraan damai AS-Iran dan sentimen positif dari Wall Street.
Meski turun harian, pasar Asia tetap mencatat kenaikan mingguan: Nikkei 225 Jepang turun 0,8% namun diperkirakan naik 3,5% mingguan (sempat cetak rekor), TOPIX turun 1,1%, dan KOSPI Korea Selatan turun 0,3% namun berpotensi naik 6% mingguan. Kenaikan dipimpin sektor teknologi, mengikuti reli Wall Street berkat optimisme pertumbuhan laba berbasis AI. Saham SK Hynix melonjak lebih dari 10% dalam sepekan, sementara kinerja kuat TSMC—dengan laba kuartalan naik ~58%—memperkuat kepercayaan pada sektor semikonduktor.
Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong diperkirakan naik masing-masing 1,5% mingguan, meski turun tipis pada Jumat. Data menunjukkan ekonomi China tumbuh 5,0% yoy pada kuartal I, melampaui ekspektasi dan meningkat dari 4,5% sebelumnya.
• KOMODITAS :Harga minyak rebound lebih dari 6% pada Senin setelah sebelumnya jatuh lebih dari 9% pada Jumat. Kenaikan dipicu kembali ditutupnya Selat Hormuz di tengah saling tuduh pelanggaran gencatan senjata antara AS dan Iran. Brent naik ke USD 96,49/barel (+6,76%) dan WTI ke USD 90,38/barel (+7,79%).
AS menyita kapal Iran yang melanggar blokade, sementara Iran menolak melanjutkan negosiasi damai. Kedua negara saling memberlakukan blokade, termasuk di Selat Hormuz yang sebelumnya menangani sekitar 20% pasokan minyak dunia.
• INDONESIA : IHSG ditutup flat +0.17% di zona hijau tipis berada di angka 7634. Pasar Indonesia saat ini sudah mulai kebal dengan sentimen geopolitik US-Iran, dan selanjutnya agenda reformasi IHSG yang sudah terlihat mulai dari perilisan HCL memberikan angin segar bagi bursa IHSG. Namjn, tetap berhati-hati terkait dengan volatilitas yang timbul hari ini beriringan dengan sentimen geopolitik yang masih panas. Hal agenda yang ditunggu selanjutnya adalah bagaimana kelanjutan dari inklusi dan rebalancing MSCI di Bulan Mei 2026, perhatian pelaku pasar terutama tentang BREN dan DSSA yang masuk ke dalam HCL (High Concentration List). Flow di market nampaknya masih berkonsentrasi pada saham konglomerasi, tetap perhatikan rotasi antar konglomerasi menjadi peluang trading.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

