Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Wall Street ditutup sedikit menguat pada Kamis, didorong harapan kesepakatan damai AS–Iran serta gencatan senjata Israel–Lebanon. Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor (setelah pertama sejak akhir Januari), dengan S&P naik 0,2% ke 7.039,37 dan Nasdaq naik 0,4% ke 24.102,70. Dow Jones juga naik 0,2% ke 48.578,60. Nasdaq mencatat kenaikan 12 sesi berturut-turut, terpanjang sejak 2009.

 

 

Sentimen investor membaik setelah Israel setuju gencatan senjata sementara dengan Lebanon, dan Presiden AS Donald Trump memberi sinyal pembicaraan dengan Iran bisa dilanjutkan akhir pekan ini. Gencatan senjata sekitar 10 hari ini dinilai sebagai langkah awal menuju negosiasi damai lebih luas.

 

 

Meski positif, kenaikan terbatas karena pasar masih menghadapi sinyal campuran. Harga minyak tetap tinggi akibat gangguan di Selat Hormuz. Data ekonomi menunjukkan klaim pengangguran AS turun lebih dari perkiraan, menandakan pasar tenaga kerja masih kuat dan mendukung saham.

 

 

Trump menyatakan Iran semakin dekat ke kesepakatan: pasar saham menguat, harga minyak menurun, dan peluang deal tanpa senjata nuklir terlihat semakin besar. Ia juga menegaskan Iran kini lebih terbuka dibanding dua bulan lalu.

 

 

 

• PASAR EROPA : Saham Eropa bergerak campuran pada Kamis di tengah harapan konflik Iran segera mereda. Indeks Stoxx 600 turun 0,1%, CAC 40 Prancis turun 0,1%, FTSE 100 Inggris naik 0,3%, dan DAX Jerman naik 0,4%.

 

 

Stoxx 600 mulai pulih dari sebagian besar kerugian sejak konflik Iran pecah akhir Februari. Meski begitu, kinerja saham Eropa masih tertinggal dibanding Wall Street. Salah satu alasannya, Eropa bergantung pada impor gas dari Timur Tengah yang terdampak serangan, sementara AS sebagai eksportir energi bersih dinilai lebih tahan terhadap dampak perang.

 

 

 

• PASAR ASIA : Saham Asia melanjutkan kenaikan tajam pada Kamis, dengan Nikkei Jepang mencetak rekor tertinggi, mengikuti penguatan Wall Street dan data ekonomi China yang lebih kuat dari perkiraan.

 

 

Indeks Nikkei 225 naik 2,6% ke level tertinggi sepanjang masa di 59.624, sementara TOPIX naik 1,3%. Kenaikan dipimpin saham teknologi dan chip, didorong optimisme terhadap permintaan AI. KOSPI Korea Selatan juga naik lebih dari 2%, mendekati rekor tertinggi tahun ini. Harapan kemajuan negosiasi damai AS–Iran turut menenangkan sentimen global, meredakan kekhawatiran soal pasokan energi dan inflasi.

 

 

Sentimen juga didukung data ekonomi China. Ekonomi tumbuh 5,0% (yoy) pada kuartal I, melampaui perkiraan 4,8% dan naik dari 4,5% sebelumnya. Produksi industri Maret naik 5,7% (di atas ekspektasi 5,4%), sementara penjualan ritel hanya naik 1,7% (di bawah ekspektasi 1,9%), menunjukkan permintaan domestik masih lemah. Indeks Shanghai Composite naik 0,4%, CSI 300 naik 0,7%, dan Hang Seng Hong Kong naik lebih dari 1%.

 

 

 

•  KOMODITAS: Harga minyak turun tajam di awal perdagangan Asia pada Jumat setelah AS mengumumkan gencatan senjata Israel–Lebanon, meningkatkan harapan perdamaian di Timur Tengah.

 

 

Minyak juga menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut, seiring optimisme pembicaraan damai AS–Iran, terutama setelah Donald Trump memberi sinyal kesepakatan jangka panjang semakin dekat. West Texas Intermediate (WTI) turun 1,4% ke USD 89,88 per barel dan melemah lebih dari 3% secara mingguan.

 

 

Gencatan senjata sejauh ini bertahan tanpa serangan baru hampir seminggu, dan dijadwalkan berakhir 21 April—dengan kemungkinan diperpanjang. Tekanan pada harga minyak juga datang dari ekspektasi lanjutan negosiasi AS–Iran, serta proyeksi permintaan global yang lebih lemah dari OPEC dan International Energy Agency.

 

 

 

•  INDONESIA :IHSG ditutup flat -0.03% di zona merah tipis berada di angka 7621.4 dimana nampaknya sebagian pelaku pasar melakukan aksi profit taking. Pasar Indonesia saat ini sudah mulai kebal dengan sentimen geopolitik US-Iran, dan selanjutnya agenda reformasi IHSG yang sudah terlihat mulai dari perilisan HCL memberikan angin segar bagi bursa IHSG. Hal agenda yang ditunggu selanjutnya adalah bagaimana kelanjutan dari inklusi dan rebalancing MSCI di Bulan Mei 2026, perhatian pelaku pasar terutama tentang BREN dan DSSA yang masuk ke dalam HCL (High Concentration List). Flow di market nampaknya masih berkonsentrasi pada saham konglomerasi, tetap perhatikan rotasi antar konglomerasi menjadi peluang trading. Dikarenakan hari ini hari terakhir perdagangan di minggu ini, jika anda memiliki risiko yang lebih konservatif boleh melakukan Taking Profit atau mengurangi posisi untuk memitigasi risiko geopolitik.

 

 

Download full report HERE.