XA Update Report | PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) — FY25: Memperkuat Likuiditas Terlebih Dahulu, Kualitas Aset Tetap Stabil Namun Laba Masih Tertekan

 

By Leonardo Lijuwardi

27-Feb-2026

 

 

 

BBNI membukukan laba bersih terkontraksi sebesar -6.6% YoY menjadi IDR 20.0T di FY25 dikarenakan peningkatan biaya provisi yang dilakukan manajemen dengan lebih konservatif khususnya di 4Q25 (FY24: IDR 21.5T & Quarterly Basis: -1.9% QoQ & -4.4% YoY | 4Q24: IDR 5.11T, 3Q25: IDR 5.02T & 4Q25: IDR 4.93T). Net Interest Margin (NIM) BBNI per FY25 tekontraksi ke level 3.8% per FY25 (FY24: 4.2% & Quarterly Basis: 4Q24: 4.5%, 3Q25: 3.6% & 4Q25: 3.9%). Performa net profit BBNI tersebut didukung dari Net Interest Income (NII) yang relatif datar sebesar -0.4% YoY menjadi IDR 40.3T per FY25 (FY24: IDR 40.5T & Quarterly Basis: +13.8% QoQ & +0.3% YoY | 4Q24: IDR 11.0T, 3Q25: IDR 9.74T & 4Q25: IDR 11.1T) dan pertumbuhan Non Interest Income masih bertumbuh di level +5.2% YoY mengoffset pelemahan yang terjadi akibat kontraksinya NIM menjadi IDR 24.6T di FY25 (FY24: IDR 23.4T & Quarterly Basis: +11.2% QoQ & +5.1% YoY | 4Q24: IDR 7.03T, 3Q25: IDR 6.65T & 4Q25: IDR 7.39T) dimana pertumbuhan Non-Interest Income tersebut disupport sebagian besar oleh pendapatan recurring income – fee & komisi dan pertumbuhan dari pendapatan “Trading”. Beban operasional BBNI secara basis YoY naik termoderasi stabil +6.0% YoY menjadi IDR 30.9T di FY25 (FY24: IDR 29.1T & Quarterly Basis: +14.7% QoQ & +5.5% YoY | 4Q24: IDR 8.55T, 3Q25: IDR 7.87T & 4Q25: IDR 9.02T). PPOP (Pre-Provision Operating Profit) dari BBNI menurun -6.6% YoY menjadi IDR 34.12T (FY24: IDR 34.78T & Quarterly Basis: +10.9% QoQ & -0.8% YoY | 4Q24: IDR 9.52T, 3Q25: IDR 8.52T & 4Q25: IDR 9.45T).

 

 

 

 

🔹 Sisi Lending: Penyaluran Kredit di FY25 Sejalan dengan Guidance – Pertumbuhan Tambahan dari Program Kopdes – Agrinas

 

• Penyaluran Kredit BBNI masih bertumbuh sebesar +15.9% YoY dan +10.8% QoQ menjadi IDR 899.5T di FY25 (FY24: IDR 775.9T | 9M25: IDR 812.2T). Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut masih selaras dengan Guidance manajemen untuk FY25, dimana untuk pertumbuhan penyaluran kredit BBNI diekspektasikan masih berada di rentang basis 8-10%. Adapun untuk tahun FY26, rentang penyaluran kredit diindikasikan berada di angka 8-10% juga. Kami mengekspektasikan penyaluran kredit untuk FY26 masih cukup kuat di +9.4% YoY dengan sejalan dengan sektor korporasi yang nampaknya masih cukup kuat, khususnya ditopang oleh pertumbuhan dari kredit melalui BUMN dan program pemerintah (Kopdes Merah Putih etc.).

 

 

• Kredit Korporasi Tetap Menjadi Pemimpin. Pertumbuhan penyaluran kredit BBNI sebagian masih disumbang sebagian besar oleh segmen business banking khususnya segmen Korporasi yang bertumbuh +20.1% YoY & +15.0% QoQ menjadi IDR 518.2T di FY25 (FY24: IDR 431.4T | 9M25: IDR 450.7T) dan segmen Middle (menengah) bertumbuh +19.9% YoY & +10.1% QoQ menjadi IDR 131.8T di FY25 (FY24: IDR 109.9T | 9M25: IDR 119.7T). Segmen usaha kecil (UMKM/SME) mengalami penurunan -0.9% YoY & +1.2% QoQ menjadi IDR 75.1T di FY25. Sebagai catatan tambahan, jika mengecualikan pertumbuhan kredit korporasi BUMN yang memicu lonjakan di Desember 25 & 4Q25 khususnya kredit BUMN – Agrinas untuk program Kopdes Merah Putih di 4Q25, pertumbuhan kredit BBNI keseluruhan di FY25 berada di angka +10.0% YoY. Catatan untuk kredit tersebut memiliki yield kredit sejumlah 6%.

 

 

• Kredit Konsumer Yang Relatif Stabil sepanjang FY25. Adapun segmen personal banking / kredit consumer hanya bertumbuh +4.0% QoQ namun masih naik +9.6% YoY menjadi IDR 156.2T di FY25 (FY24: IDR 142.5T | 9M25: IDR 150.2T).

 

 

 

🔹 Sisi Funding: Likuiditas Menguat Sepanjang FY25 dengan Tren CoF yang Mulai Melandai di 4Q25

 

• Likuiditas Lebih Meningkat. Nada positif juga ditunjukkan oleh sisi funding dan likuiditas, dimana BBNI masih tetap membangun pertumbuhan DPK yang kuat. Pertumbuhan DPK berada di level +29.2% YoY dan +11.4% QoQ menjadi IDR 1,041T di FY25 (FY24: IDR 805.5T & 9M25: IDR 934T). BBNI juga mengalami pertumbuhan CASA yang kuat, dimana CASA BBNI masih bertumbuh +28.9% YoY & +18.4% QoQ menjadi IDR 726T , dengan Deposito Berjangka yang berkurang +30.0% YoY & -1.9% QoQ menjadi IDR 314.9T di FY25 (FY24: IDR 242T & 9M25: 321T). CASA Ratio BBNI menguat menjadi 69.7% di periode FY25 (FY24: 69.9% | 9M25: 65.6%). Sejalan dengan basis penguatan likuiditas BBNI tersebut pada 4Q25, CoF (Cost of Fund) dari BBNI mengalami penurunan ke level 2.46% di 4Q25, dimana pada 3Q25 CoF masih cukup tinggi berada di 2.93%. Penurunan CoF Sebagian besar disumbang khususnya pada penurunan CoF dari Deposito Berjangka yang turun -75 Bps QoQ menjadi 4.2% di 4Q25.

 

 

 

🔹 Kualitas Aset BBNI: Aset Stabil & Kenaikan Provisi yang Lebih Konservatif di Semester Kedua – 4Q25

 

• Kualitas Aset Tetap Terjaga Baik. Berbicara mengenai kualitas asset, level NPL (Non-Performing Loan) masih cukup aman bertengger di zona 1.9% di FY25 (FY24: 2.0% | 9M25: 2.0%), dengan level LAR (Loan at Risk) mengalami penurunan ke level 8.5% di FY25 (FY24: 10.3% | 9M25: 10.4%). Adapun untuk saat ini, Level CoC dari BBNI berada di 1.2% di FY25 (FY24: 1.1%).

 

 

• BBNI melakukan kenaikan biaya provisi di 4Q25, Dimana naik +54.4% QoQ menjadi IDR 3.6T di 4Q25, dan secara basis tahunan membukukan kenaikan provisi sebesar +18.4% YoY menjadi IDR 9.72T di FY25 (FY24: IDR 8.21T). Adapun kebijakan tersebut diambil dikarenakan pelemahan kondisi akibat bencana alam Sumatera di penghujung akhir FY25 serta masih lesunya perputaran bisnis ritel. Guidance untuk CoC diindikasikan berada di level 1.0-1.2% untuk FY26.

 

 

 

🔹 Estimasi Kinerja FY26: Pertumbuhan Kinerja Relatif Stabil dengan Kontraksinya NIM

 

Terlepas ekspektasi kami untuk BBNI kredit masih bertumbuh seiring dengan Guidance serta didorong dengan kinerja FY26 yang nampaknya sedikit lebih agresif dari segi penyaluran kredit, kami mengekspektasikan untuk NIM dari BBNI mengalami kontraksi, dimana terkontraksi ke level 3.6% di FY26, dimana diindikasikan yield yang cukup lebih rendah dari kredit sejalan dengan adanya kemungkinan suku bunga yang mulai melandai. Kami ekspektasikan untuk laba BBNI di FY26 akan bertumbuh sebesar +3.1% menjadi IDR 20.7T di FY26.

 

 

 

🔹 Rekomendasi “Overweight” di Level IDR 5,050 (Potensi Upside +14.0%)

 

• NHKSI Research merekomendasikan “Overweight” dengan TP di level IDR 5,050, yang mencerminkan Forward 26F P/BV sebesar 1.0x (Average Last 3 Years). Katalis positif yang bisa menjustifikasi BBNI adalah performa pemulihan operasional yang didukung dengan pertumbuhan penyaluran loan dan NIM yang lebih ekspansif. Kami berekspektasi bahwa untuk FY26 akan diindikasikan BBNI akan lebih memacu pertumbuhan kredit yang didorong dengan ;angkah yang lebih agresif. Adapun yang menjadi risiko untuk rekomendasi ini adalah kondisi situasi makro dan politik yang kurang pasti dan stabil, persaingan di industri bank yang semakin kompetitif, ekspetasi growth loan dan NIM yang terkontraksi yang kurang sesuai harapan.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id