Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup menguat pada Jumat, didorong optimisme setelah putusan Mahkamah Agung AS membuka peluang pelonggaran dampak tarif Presiden Trump. Sentimen positif ini membantu pasar mengabaikan data ekonomi yang lemah. S&P 500 naik 0,7%, NASDAQ menguat 0,9%, dan Dow Jones naik 0,5%. Investor juga menunggu laporan keuangan NVIDIA pekan ini.
Data inflasi menunjukkan tekanan masih tinggi, dengan core PCE Desember naik 0,4% m/m dan 3,0% y/y—tertinggi sejak November 2023 dan di atas target The Fed. Sementara itu, estimasi awal PDB AS kuartal IV hanya 1,4%, jauh di bawah ekspektasi. Kondisi ini membuat pasar mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni. Trump kemudian mengumumkan rencana kenaikan tarif impor universal dari 10% menjadi 15%, menambah ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS.
• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa menguat pada Jumat seiring investor mencerna rilis laporan keuangan emiten dan serangkaian data ekonomi terbaru, sembari memantau ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Sentimen pasar juga mendapat dorongan dari putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Presiden Trump. Indeks DAX Jerman naik 1%, CAC 40 Prancis menguat 1,4%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,6%.
• PASAR ASIA : Mayoritas pasar saham Asia ditutup melemah pada Jumat, dipicu meningkatnya ketidakpastian arah suku bunga AS serta eskalasi ketegangan geopolitik di Iran, yang membuat investor menghindari aset berisiko. Korea Selatan menjadi pengecualian, dengan indeks KOSPI mencetak rekor tertinggi baru berkat optimisme berkelanjutan terhadap saham teknologi. Pasar saham China masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
Di Jepang, saham melemah setelah rilis data ekonomi yang beragam. Inflasi CPI nasional Januari turun ke level terendah hampir empat tahun, sementara inflasi inti masih berada di atas target Bank of Japan sebesar 2%. Di sisi lain, indeks PMI menunjukkan aktivitas manufaktur mencapai level tertinggi dalam empat tahun pada Februari, ditopang permintaan luar negeri yang kuat. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,6% saat perdagangan kembali dibuka setelah libur tiga hari, mengikuti pelemahan saham teknologi global.
• KOMODITAS : Harga minyak turun pada perdagangan Senin setelah Presiden Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor AS, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar. Minyak mentah Brent turun 45 sen atau 0,63% ke USD 71,31 per barel, sementara WTI turun 50 sen atau 0,75% ke USD 65,98 per barel. Penurunan ini terjadi meski meningkatnya risiko konflik militer antara AS dan Iran sebelumnya sempat mendorong harga Brent dan WTI naik lebih dari 5% sepanjang pekan lalu.
• INDONESIA : IHSG kembali terkoreksi flat turun -0.03% ke level menjadi 8271.77. Adapun flow untuk hari ini masih nampaknya akan mengalir masih ke sektor komoditas yang akan menjadi tema trading sepanjang tahun ini, terutama minyak seiring dengan kenaikan komoditas minyak, emas, nikel. Beberapa saham berbasis minyak menarik untuk dipantau untuk peluang fast trade. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

