Government Bonds
Yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10-tahun ditutup naik. Kemarin adalah hari perdagangan pertama pasar SUN di masa PPKM Mikro Darurat. Namun jika efektivitas PPKM ini belum tercapai, ada potensi perpanjangan PPKM Mikro Darurat, yang kembali mengancam pemulihan ekonomi. Pergerakan yield kemarin, juga ditengah penantian rilis data Cadangan Devisa (Cadev) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Corporate Bonds
OCBC NISP Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo. Bank OCBC NISP Tbk menyiapkan dana untuk membayar pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Tahap 1 Tahun 2018 Seri C sebesar IDR 342 miliar yang akan jatuh tempo pada 6 Juli 2021. Surat utang ini telah diterbitkan oleh Bank OCBC NISP sejak 6 Juli 2018 lalu. Merujuk data Pefindo, surat utang ini memiliki bunga 7,75% bertenor 3 tahun. Dengan pelunasan kewajiban itu, maka sejak Selasa (6/7), efek itu tidak akan tercatat lagi di bursa saham. Juga tidak bisa diperdagangkan melalui BEI. (Kontan)

Macroeconomy
Defisit APBN Melebar Jadi IDR 283,2 Triliun. Menteri Keuangan mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai IDR 283,2 triliun sepanjang semester I 2021. Angkanya melebar dari periode yang sama tahun lalu, IDR 257,8 triliun. Defisit terjadi karena realisasi penerimaan lebih rendah dari belanja pemerintah. Tercatat, kantong negara hanya terisi IDR 886,9 triliun hingga akhir semester I 2021. (CNN Indonesia)

Recommendations
Kupon Atraktif FR0090, FR0091, dan FR0092. Hasil lelang New Issuance FR0090 (5,8-tahun); FR0091 (10,8-tahun); dan FR0092 (21-tahun) hari ini, berpeluang menawarkan kupon yang relatif atraktif, pasca kenaikan yield SUN beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pelaku pasar mencermati efektivitas pemberlakuan PPKM Mikro Darurat, yang berdampak pada pemulihan ekonomi domestik. Di sisi lain, ketiga seri tersebut genap memiliki tenor sekitar 5-tahun, 10-tahun, dan 20-tahun pada tahun depan, membuat kami berspekulasi bahwa tiga seri tersebut berpeluang menjadi seri SUN benchmark untuk tahun 2022.