USD turun ke level terendah 9 bulan sementara US Treasury yield tergelincir setelah Federal Reserve memberi sinyal kebijakan moneter ketat sudah hampir mencapai akhirnya, setelah menaikkan suku bunga acuan 25 bps ke level 4.5%-4.75%. Walau demikian Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa masih terlalu premature untuk yakin bahwa inflasi sudah terkendali, walau disinflasi sudah mulai terlihat. Dollar Index turun ke level 100.675 sementara yield US Treasury tenor 2 tahun jatuh ke level 4.09%. ECB & BOE menaikkan suku bunga acuan 50 bps masing-masing menjadi 3% dan 4%, dengan Bank of England menyiratkan bahwa tingkat puncak inflasi telah berlalu, dan European Central Bank mengindikasikan setidaknya akan ada satu kenaikan (suku bunga) lagi setelah ini. Data ekonomi AS menunjukkan Initial Jobless Claims mingguan turun ke tingkat terendah 9 bulan di angka 183 ribu (vs forecast 200 ribu & vs previous 186 ribu), artinya pasar tenaga kerja masih kuat; sementara tingkat produktivitas pekerja di kuartal 4/2022 meningkat berdasarkan data Nonfarm Productivity di tingkat 3% (lebih tinggi dari forecast 2.4% & previous 1.4%).

Corporate News
BJB Kembali Tawarkan SBN Ritel SBR012. Bank BJB kembali ikut menawarkan obligasi Savings Bond Ritel SBR012 sebagai upaya mendukung pemerintah menambah pendanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Berbeda dengan seri SBN Ritel sebelumnya, SBR012 diterbitkan dengan 2 tenor, yaitu SBR012 T2 untuk tenor 2 dan SBR012-T4 untuk tenor 4 tahun. SBR012 ditawarkan dengan kupon mengambang 6,15% p.a untuk SBR012-T2 dan 6,35% p.a untuk SBR012-T4.  Nilai kupon ini akan disesuaikan dengan besaran BI 7 Day Reverse Repo Rate. Namun berlaku kupon minimal (floating with floor) sehingga memberikan kepastian investasi hingga akhir. (Emiten News)

Domestic Issue
Minat Perbankan untuk Terbitkan Obligasi Masih Cukup Besar Minat perbankan untuk menerbitkan surat utang alias obligasi masih cukup tinggi di tahun ini. Namun, bankir masih mengkalkulasikan likuiditas dan arah pergerakan suku bunga acuan yang akan berpengaruh terhadap kupon obligasi. Memang, Bank Indonesia (BI) memastikan likuiditas perbankan akan tetap memadai di 2023. Adapun rasio likuiditas perbankan berdasarkan loan to deposit ratio (LDR) berada di level 80,94% per Oktober 2022. (Kontan)

Recommendation
ID10YT yield kembali uji support dari level previous Low 6.624, up to 6.604 sebagai toleransi terakhir. Harapan technical rebound dalam waktu dekat diisyaratkan oleh RSI positive divergence; namun ADVISE kami adalah untuk lebih baik menunggu konfirmasi rebound di area support ini secara posisi sekarang masih sangat speculative. Kegagalan untuk mempertahankan area support ini akan mengakibatkan yield ID10YT meluncur turun terus mencari support berikut di sekitar yield 6.45. US10YT yield gagal meluncurkan technical rebound walau candle long-leg Hammer telah muncul tepat di area support, dan sekarang malah mulai jebol Support jangka menengah 3.393. Yield harus segera diperbaiki ke posisi di atas 3.4; atau beresiko turun lebih lanjut ke 3.368-3.321 sebagai toleransi terakhir sebelum menguji support lower Wedge di kisaran 3.25. ADVISE : Hold, Buy on Weakness.

Download full report HERE.