Today’s Outlook:

 

 

• PASAR AS : Pasar saham AS kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut setelah risalah rapat The Fed bulan Desember menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan semakin berhati-hati terhadap rencana pemangkasan suku bunga lanjutan. Kekhawatiran utama mereka adalah inflasi yang berisiko bertahan lebih lama dari perkiraan. Meskipun sebagian anggota The Fed masih melihat peluang pemangkasan suku bunga jika inflasi terus melambat, ada juga yang menilai suku bunga perlu ditahan untuk sementara karena kemajuan penurunan inflasi mulai melambat.

 

 

Sikap ini menandakan bahwa The Fed kini cenderung kurang dovish, dengan beberapa pejabat memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga terlalu cepat dapat melemahkan kredibilitas bank sentral dalam mencapai target inflasi 2%. Sentimen ini menekan indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq 100, dan Dow Jones.

 

 

Di tengah pelemahan pasar secara umum, saham Intel dan Meta justru menguat berkat kabar korporasi positif, meskipun sektor teknologi secara keseluruhan tetap berada di zona merah. Investor juga mencermati faktor musiman berupa Santa Claus rally, yang biasanya mendorong pasar di akhir tahun. Namun, penurunan terbaru memunculkan keraguan apakah reli musiman tersebut akan terjadi tahun ini. Meski demikian, pasar saham AS secara keseluruhan masih diperkirakan menutup tahun dengan kinerja yang cukup kuat, didukung oleh ekonomi yang relatif tangguh dan prospek pelonggaran kebijakan moneter di masa depan.

 

 

 

• PASAR EROPA : Saham-saham Eropa mengawali tahun 2026 dengan sentimen positif dan sempat mencetak level tertinggi baru, meskipun penguatan tersebut berkurang menjelang penutupan perdagangan. Indeks STOXX 600 naik 0,6%, sementara FTSE 100 Inggris menguat 0,2% dan sempat menembus level psikologis 10.000 sebelum kembali melemah. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,1% dan CAC 40 Prancis menguat 0,6%.

 

 

Meski pasar saham menguat, data ekonomi yang dirilis menunjukkan tantangan bagi perekonomian Eropa. Sektor manufaktur zona euro melemah pada akhir 2025, dengan penurunan produksi untuk pertama kalinya sejak Februari. PMI manufaktur zona euro turun ke 48,8 pada Desember, terendah dalam sembilan bulan, menandakan kondisi industri yang semakin tertekan.

 

 

Di Inggris, sektor perumahan juga menunjukkan pelemahan. Harga rumah turun 0,4% pada Desember, membuat pertumbuhan tahunan sepanjang 2025 hanya mencapai 0,6%, terlemah sejak April 2024 dan jauh di bawah ekspektasi pasar. Perlambatan ini kontras dengan kinerja November yang lebih kuat.

 

 

Sementara itu, sektor manufaktur Inggris mencatatkan pertumbuhan untuk bulan kedua berturut-turut, dengan PMI mencapai level tertinggi dalam 15 bulan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan output, pesanan domestik, dan akumulasi persediaan, terutama di perusahaan besar. Namun, pemulihan tersebut masih dibayangi oleh penurunan ekspor, melemahnya penyerapan tenaga kerja, meningkatnya biaya, serta turunnya kepercayaan pelaku usaha, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan pemulihan ekonomi ke depan.

 

 

 

• PASAR ASIA :Pasar saham Asia dibuka menguat pada hari Jumat di awal tahun baru, dengan Hong Kong dan Korea Selatan memimpin kenaikan seiring reli saham-saham teknologi, sementara penutupan pasar karena libur di sejumlah pasar utama membuat volume perdagangan tetap terbatas.

 

 

Pasar di Jepang dan China daratan masih tutup karena libur. Meski volume transaksi tipis, minat terhadap aset berisiko didukung oleh penguatan saham teknologi dan semikonduktor, yang melanjutkan kenaikan dari akhir tahun lalu.

 

 

Sebagian besar pasar saham Asia menutup tahun 2025 dengan kenaikan tajam, terutama didorong oleh reli kuat saham teknologi seiring meningkatnya permintaan aplikasi kecerdasan buatan, pusat data, dan chip canggih. Saham Hong Kong melonjak 2% pada hari Jumat, dipimpin oleh saham teknologi dan perusahaan internet. Indeks Hang Seng menutup tahun 2025 dengan kenaikan tahunan lebih dari 27%, didukung oleh optimisme terhadap kemandirian industri pembuatan chip di China.

 

 

 

KOMODITAS :Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada hari Senin, berbalik arah dari pelemahan sebelumnya setelah Amerika Serikat pada akhir pekan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan menyatakan akan mengambil alih kendali negara Amerika Latin tersebut. Pelaku pasar juga mencermati keputusan OPEC+ yang mempertahankan tingkat produksi minyak, di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terkait konflik di Yaman.

 

 

Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 0,3% menjadi USD 60,90 per barel pada pukul 00.09 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tipis ke level USD 57,16 per barel.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG ditutup mengawali tahun 2026 pada hari Jumat kemarin dengan mencetak kenaikan ke zona hijau sebesar +1.17% menjadi 8748.13. Perdagangan masih terkonsentrasi dengan likuiditas yang terserap di saham BUMI. Adapun untuk hari ini dari sektor ISP internet terjangkau, INET hari ini sudah diperdagangkan pada harga TERP baru.  Market hari ini nampaknya akan merespons kejadian sentimen geopolitik serangan invasi US ke Venezuela, yang mungkin akan memberikan spike volume terhadap saham-saham berbasis minyak, sekaligus emiten yang memiliki support terhadap bisnis minyak.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.