Today’s Outlook:
• PASAR AS : Wall Street ditutup mayoritas melemah pada Kamis, meski indeks utama berakhir jauh dari level terendah sesi. Sentimen pasar tertekan oleh anjloknya saham Microsoft pasca rilis kinerja, yang menyeret saham sektor layanan perangkat lunak. S&P 500 turun 0,2% ke 6.963,76, setelah sebelumnya sempat merosot lebih dari 1,5%. NASDAQ Composite melemah 0,7% ke 23.685,12, usai sempat turun sekitar 2,5%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,1% ke 49.071,56.
Tiga anggota Magnificent Seven merilis laporan keuangan setelah penutupan Rabu dengan respons pasar beragam. Saham Meta melonjak setelah perusahaan induk Facebook itu memproyeksikan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi pasar, mencerminkan permintaan iklan yang tetap kuat serta peningkatan imbal hasil dari investasi kecerdasan buatan. Meta juga menyatakan belanja modal tahun ini dapat melonjak hingga USD 135 miliar, jauh di atas perkiraan Wall Street dan hampir dua kali lipat total 2025, menegaskan AI sebagai tema utama musim laporan keuangan. Sebaliknya, saham Microsoft anjlok tajam, meski perusahaan juga meningkatkan belanja AI, seiring kekhawatiran pasar atas pertumbuhan yang sedikit melambat di bisnis cloud Azure dibanding kuartal sebelumnya.
• PASAR EROPA : Saham Eropa bergerak mixed pada Kamis, seiring investor mencerna banyak laporan keuangan kuartalan dari emiten-emiten besar Eropa setelah The Fed memutuskan menahan suku bunga. Indeks DAX Jerman anjlok 2,1%, sementara CAC 40 Prancis menguat dan FTSE 100 Inggris naik tipis 0,1%.
• PASAR ASIA : Mayoritas pasar saham Asia beristirahat sejenak pada Kamis, seiring saham teknologi terkoreksi setelah reli sebelumnya, dengan investor mencerna kinerja beragam emiten teknologi besar AS serta keputusan The Fed menahan suku bunga. Saham teknologi Asia yang sebelumnya melonjak berkat ekspektasi kuatnya permintaan terkait AI turun dari level tertinggi terbaru. Indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,3% setelah sempat mencetak rekor baru, di mana saham Samsung Electronics dan SK Hynix awalnya menguat usai rilis kinerja dan prospek solid, namun berbalik turun akibat aksi ambil untung. Sementara itu, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite China bergerak terbatas.
• KOMODITAS : Harga minyak naik sekitar 3% ke level tertinggi lima bulan pada Kamis, didorong kekhawatiran gangguan pasokan global jika AS menyerang Iran, salah satu produsen minyak terbesar OPEC. Brent melonjak USD 2,31 (+3,4%) ke USD 70,71/barel, sementara WTI naik USD 2,21 (+3,5%) ke USD 65,42/barel. Kenaikan ini mendorong kedua acuan masuk wilayah overbought secara teknikal, dengan Brent tertinggi sejak 31 Juli dan WTI sejak 26 September.
Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan opsi terhadap Iran, termasuk serangan terbatas ke aparat keamanan dan pimpinan untuk memicu protes, menurut sejumlah sumber. Namun, pejabat Israel dan Arab menilai kekuatan udara saja tidak cukup untuk menggulingkan rezim Teheran. Di Iran, aparat keamanan melakukan penangkapan massal untuk meredam protes lanjutan. Dua sumber AS menyebut Trump ingin menciptakan kondisi menuju “perubahan rezim” setelah penindakan keras terhadap gelombang protes nasional awal bulan ini yang menewaskan ribuan orang.
• INDONESIA : IHSG ditutup membentuk strong hammer candle -1.06% menjadi 8232.2, walaupun sesi 1 kemarin sempat mengalami halt. Beberapa big caps baik grup konglomerasi dan perbankan mengalami strong rebound, seiring adanya langkah dari regulator untuk mengatasi krisis aturan ini akibat kajian MSCI mengenai tidak ada inklusi dari Indonesia untuk periode rebalancing Januari 2026 akibat definisi riil float yang masih menjadi permasalahan dan perdebatan (Klasifikasi korporat – KSEI sebagai non free float). Terlepas strong hammer dan volume terkuat sepanjang sejarah Jika ada penurunan kembali, jadikan kesempatan untun reakumulasi emiten yang memiliki likuiditas tinggi dapat dipilih saham komoditas berbasis emas seiring emas yang mencetak ATH, ataupun komoditas-komoditas lainnya, terutama logam-metal. Adapun untuk trading berbasis narasi untuk saham berlikuiditas mini dapat mengakumulasi saham-saham sektor asuransi umum serta Bank di KBMI 1, seiring dengan katalis penambahan modal. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

