Today’s Outlook :
• PASAR AS :Pada perdagangan reguler Selasa, S&P 500 naik 0,4% dan ditutup di rekor tertinggi sepanjang masa, didorong rotasi investor kembali ke saham growth serta laporan kinerja emiten yang umumnya solid. Saham teknologi memimpin penguatan, sementara NASDAQ Composite melonjak 0,9% berkat kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar.
Sebaliknya, Dow Jones turun 0,8% akibat tekanan kuat pada saham sektor kesehatan dan asuransi. Saham perusahaan asuransi kesehatan melemah setelah pemerintah AS merilis rencana pembayaran Medicare Advantage yang dinilai kurang menguntungkan. UnitedHealth Group menjadi penekan utama Dow seiring penurunan tajam saham-saham sejenis.
Perhatian investor kini tertuju pada rapat kebijakan The Fed yang dimulai Selasa dan berakhir Rabu. Bank sentral diperkirakan menahan suku bunga, dengan pasar memperhitungkan jeda kebijakan di tengah inflasi yang melandai namun masih di atas target, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pasar tenaga kerja yang tetap solid. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell akan dicermati untuk petunjuk arah kebijakan selanjutnya.
• PASAR EROPA : Saham Eropa mayoritas menguat pada Selasa, didukung kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan India, sementara investor menanti rilis kinerja emiten lanjutan serta keputusan suku bunga The Fed. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,3% dan FTSE 100 Inggris menguat 0,6%, sementara DAX Jerman turun tipis 0,1%.
Penjualan mobil di Eropa mencatat pertumbuhan untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2025, dengan registrasi kendaraan baru naik 2,4% menjadi 13,3 juta unit, didorong lonjakan di Desember. Meski demikian, minimnya rilis data ekonomi utama di kawasan euro membuat fokus pasar tertuju pada dimulainya rapat kebijakan dua hari The Fed di AS.
• PASAR ASIA :Bursa Asia menguat pada Selasa, mengikuti reli Wall Street semalam seiring investor bersiap menghadapi pekan padat rilis kinerja raksasa teknologi AS.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI melonjak lebih dari 2% setelah berbalik arah dari pelemahan awal akibat kekhawatiran tarif. Saham SK Hynix melesat 6% dan Samsung naik 3%, meski sebelumnya pasar tertekan pernyataan Presiden AS Donald Trump soal rencana kenaikan tarif impor Korea Selatan menjadi 25%.
Di wilayah lain, Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,3% dengan penguatan yen membatasi kenaikan. Indeks saham unggulan China dan Shanghai Composite menguat terbatas, sementara Hang Seng Hong Kong melonjak 1,5% didorong penguatan saham teknologi.
• KOMODITAS : Harga minyak ditutup melonjak sekitar 3% pada Selasa, terdorong gangguan pasokan akibat badai musim dingin yang melumpuhkan produksi dan membuat ekspor minyak dari Pantai Teluk AS turun ke nol selama akhir pekan.
Brent menguat USD 1,98 atau 3,02% ke level USD 67,57 per barel, sementara WTI AS naik USD 1,76 atau 2,9% ke USD 62,39 per barel. Analis memperkirakan produsen minyak AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari, setara sekitar 15% dari total produksi nasional, akibat badai hebat yang menekan infrastruktur energi dan jaringan listrik.
• INDONESIA : IHSG ditutup relatif flat +0.05% menjadi 8980.33. Kami melihat tekanan jual untuk IHSG akan terjadi dan menyebabkan IHSG akan mengalami pullback ke area 8700-8800 dikarenakan kajian regulasi MSCI mengenai saham Indonesia untuk periode rebalancing saat ini yang sementara ini membekukan inclusion ke MSCI, hingga adanya perbaikan regulasi yang lebih baik. IHSG sebetulnya masih mencoba untuk bergerak berusaha menutup di kawasan angka psikologis resistance-support di 9000. IHSG juga berpeluang untuk rebound dikarenakan struktur IHSG yang selalu reject-rebound dari MA20 nya, dimana masih tetap dijaga cukup uptrend. Tetap berhati-hati selalu di tengah volatilitas IHSG saat ini, sembari indikator RSI yang mengindikasikan oversold dan adanya negative divergence yang menunjukkan peluang untuk koreksi pada indeks. Terlepas koreksi pada indeks berpeluang terjadi, momentum pada IHSG masih cukup kuat untuk melakukan trading berbasis narasi. Adapun untuk narasi untuk emiten yang memiliki likuiditas tinggi dapat dipilih saham komoditas berbasis emas seiring emas yang mencetak ATH, ataupun komoditas-komoditas lainnya, terutama logam-metal. Adapun untuk trading berbasis narasi untuk saham berlikuiditas mini dapat mengakumulasi saham-saham sektor asuransi umum serta Bank di KBMI 1, seiring dengan katalis penambahan modal.
Download Full Report HERE.

