Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Wall Street ditutup menguat pada Senin, didorong kenaikan saham defensif sektor consumer staples. Pelaku pasar mengabaikan lanjutan aksi jual emas dan perak, lalu fokus ke perkembangan perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan India. Dow Jones naik 1,1% ke 49.407,66 (kenaikan harian terbaik sejak 21 Januari), S&P 500 menguat 0,6% ke 6.978,65, dan NASDAQ Composite naik 0,6% ke 23.592,11.

 

 

Trump menyebut di Truth Social bahwa ia berbicara dengan PM India Narendra Modi soal berbagai isu, termasuk perdagangan dan upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Modi disebut sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia dan meningkatkan pembelian dari AS (serta berpotensi Venezuela). Pembelian minyak Rusia oleh India sebelumnya menjadi ganjalan utama negosiasi dagang dengan AS. Keduanya juga menyepakati kesepakatan dagang di mana AS menurunkan tarif resiprokal menjadi 18% dari 25%, sementara India berkomitmen membeli lebih dari USD 500 miliar produk AS.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Senin, berbalik dari pelemahan sebelumnya, meski aksi jual logam mulia sempat membuat investor waspada di awal pekan yang padat agenda laporan keuangan, rapat bank sentral, dan rilis data ekonomi. Indeks DAX Jerman naik 1%, CAC 40 Prancis menguat 0,7%, dan FTSE 100 Inggris melonjak 1,2%.

 

 

Data sebelumnya menunjukkan penjualan ritel Jerman naik 0,1% pada Desember dibanding bulan sebelumnya, membaik dari kontraksi 0,5% pada bulan prior. Data aktivitas manufaktur Januari di kawasan euro diperkirakan dirilis kemudian dan menunjukkan perbaikan tipis, meski masih berada di wilayah kontraksi. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pekan ini dan diperkirakan mempertahankan suku bunga.

 

 

 

• PASAR ASIA : Bursa saham Asia melemah pada Senin, dipimpin penurunan tajam di Korea Selatan dan Hong Kong, seiring berlanjutnya aksi jual saham terkait AI yang mengikuti sentimen lemah Wall Street. Investor juga mencermati sinyal yang beragam dari data aktivitas pabrik China.

 

 

Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 5%, tertekan saham chip utama seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang turun 4,8%–6,5%. Hang Seng Hong Kong melemah 2,5%, dengan indeks Hang Seng TECH turun lebih dari 3%. Bursa regional lainnya juga bergerak negatif, mencerminkan sikap hati-hati setelah pelemahan pasar saham AS pekan lalu.

 

 

Data yang dirilis Sabtu menunjukkan PMI manufaktur resmi China pada Januari kembali turun di bawah level 50, menandakan kontraksi aktivitas pabrik dan lemahnya permintaan domestik. Sebaliknya, PMI manufaktur versi swasta (RatingDog) naik kembali ke zona ekspansi, memberi sinyal lebih positif bagi sektor berorientasi ekspor.

 

 

 

• KOMODITAS – EMAS :Harga emas spot turun pada Senin, namun memangkas sebagian pelemahan tajam sebelumnya setelah pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Ketua The Fed berikutnya memicu aksi jual pada aset berisiko. Pada pukul 13:50 ET (18:50 GMT), emas spot turun 4,2% ke USD 4.660,22/ons, setelah sempat jatuh hingga USD 4.402,38. Sementara itu, kontrak berjangka emas April turun 1,3% ke USD 4.682,86/ons. Pada Jumat, emas spot telah kehilangan hampir 10% nilainya setelah terkoreksi tajam dari rekor tertinggi hampir USD 5.600/ons yang dicapai pekan lalu. Aksi jual emas terutama dipicu oleh pencalonan Kevin Warsh yang menghilangkan ketidakpastian pasar, mengurangi permintaan aset lindung nilai dan mendorong aksi ambil untung di level harga mendekati rekor. Meski demikian, pasar juga mencemaskan potensi sikap hawkish Warsh dalam jangka panjang. Permintaan emas sebagai safe haven juga melemah seiring laporan bahwa AS dan Iran terbuka untuk kembali bernegosiasi di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

 

 

• KOMODITAS – MINYAK : Harga minyak turun lebih dari USD 3 per barel pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran tengah “serius berdialog” dengan Washington, mengindikasikan meredanya ketegangan dengan anggota OPEC tersebut. Penguatan dolar AS dan prakiraan cuaca yang lebih ringan turut menekan harga. Minyak Brent turun USD 3,02 atau 4,4% dan ditutup di USD 66,30 per barel, sementara WTI AS merosot USD 3,07 atau 4,7% ke USD 62,14 per barel. Pejabat kedua negara menyebut AS dan Iran akan melanjutkan kembali pembicaraan nuklir pada Jumat.

 

 

INDONESIA : IHSG ditutup masih terkoreksi -4.88% menjadi 7922.73 dikarenakan aksi sell off yang masih kuat terjadi di saham universe konglomerasi. Adapun per perdagangan kemarin, beberapa saham defensif seperti ICBP, CMRY, PGAS, nampaknya mendapat inflow seraya dengan Big Banks yang mulai bertahan, dimana trio Himbara KBMI IV masih cukup ramai seller, dengan BBCA yang masih menguat, dimana mengindikasikan adanya rotasi ke saham bertipe klasik fundamental kembali. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

 

SPECIAL PROMOTION

Buka Rekening Margin, Nikmati bunga khusus 8,5% selama 90 Hari!

Trading margin kini jadi lebih ringan, khusus untuk anda uku bunga spesial sebesar 8,5% selama 90 hari sejak tanggal pembukaan rekening margin berhasil!

Mulai investasi dengan Biaya Broker 0%!

Daftar dan buka rekening online sekarang. Nikmati biaya broker 0% khusus untuk pengguna baru

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id