Company Report | Kinerja Semua Segmen Kompak Tumbuh 3Q22
Coal Average Selling Price Increase Sepanjang 9M22, KLBF berhasil membukukan penjualan sebesar 10,9% YoY menjadi Rp21,2
Coal Average Selling Price Increase Sepanjang 9M22, KLBF berhasil membukukan penjualan sebesar 10,9% YoY menjadi Rp21,2
Demonstrasi anti Zero-Covid, berujung ketegangan politik domestik China, akan berdampak pada ekonomi kedua terbesar
Big Tech. belum mampu meyakinkan investor, Sektor Teknologi terdepresiasi 6% sepekan. Investor menantikan langkah
Wall Street Vs. Main Street. Investor fokus pada saham ritel, menjadi acuan kepercayaan konsumen, karena inflasi tinggi
Dolar AS mendekati level terendah 3-bulan, setelah sinyal the Fed dari kenaikan FFR yang lebih rendah di Desember.
Klaim pengangguran naik 8% WoW, di tengah sejumlah Layoff sektor teknologi. Upaya efisiensi sejumlah emiten teknologi,
Selain saham energi, saham ritel menopang S&P 500 naik 50 poin. Apresiasi sejumlah saham ritel, meredam kekhawatiran
Spekulasi penerapan kembali Zero-Covid Policy China, menekan saham energi. Konsumer Non-Primer dan Energi melemah 1%,
Wait and See jelang rilis BI 7DRR, dan pudarnya efek inflasi AS, membuat IHSG flat sepekan. Hal ini terlihat dari